Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Tim yang Dibawa Unai Emery ke Final Liga Europa sebelum Aston Villa
ilustrasi pertandingan sepak bola (pixabay.com/tlemens)
  • Unai Emery sukses membawa Aston Villa ke final Liga Europa 2025/2026, berpeluang mengakhiri puasa gelar klub selama 30 tahun.
  • Sebelum bersama Villa, Emery telah menembus lima final Liga Europa dengan tiga tim berbeda: Sevilla, Arsenal, dan Villarreal.
  • Emery meraih empat trofi juara dari lima final tersebut, termasuk hattrick bersama Sevilla dan kemenangan bersejarah Villarreal pada 2021.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Unai Emery menunjukkan statusnya sebagai pelatih sarat pengalaman bersama Aston Villa. Dengan julukan Mister Europa League, sang juru taktik mampu membawa timnya melenggang ke final 2025/2026. Aston Villa punya kans mengakhiri puasa gelar setelah 30 tahun. 

Label Emery tersebut tidak terlepas dari kesuksesannya di kompetisi kasta kedua Eropa ini. Arsitek asal Spanyol itu telah mempunyai empat medali juara Liga Europa. Tercatat, ia pernah menapaki lima final dengan tiga tim berbeda sebelum Aston Villa. Lalu, tim mana saja dan seperti apa hasilnya?

1. Unai Emery membawa Sevilla hattrick juara Liga Europa pada 2014–2016

Unai Emery mulai menjadi sorotan ketika menukangi Sevilla pada 2013. Ia datang pada pertengahan Januari untuk menggantikan Michel yang dipecat. Jika melihat performa di LaLiga Spanyol, Sevilla terbilang naik turun dan tetap berada di papan tengah. 

Namun, situasi berbeda terjadi di Liga Europa. Sebelum kedatangan Emery, Sevilla hanya punya dua trofi Liga Europa yang diperoleh pada 2006 dan 2007. Emery dengan gemilang membawa Sevilla meraih tiga gelar juara secara beruntun pada 2014–2026. 

Pada final 2014, Sevilla bertarung dengan Benfica. Bermain imbang tanpa gol pada waktu normal dan babak tambahan, Sevilla juara setelah menang adu penalti 5-3. Sevilla kemudian mempertahankan gelar juara di Liga Europa 2015. Sevilla menghadapi Dnipro dalam pertarungan final. Sevilla susah payah mengalahkan klub Ukraina tersebut dengan skor 3-2. 

Emery kembali membawa Sevilla mencapai babak puncak Liga Europa 2016. Kali ini, lawannya adalah Liverpool besutan Juergen Klopp sebagai pelatih anyar saat itu. Pada final yang dihelat di St. Jakob Park, Turki, Sevilla sempat tertinggal. Liverpool unggul dulu berkat gol Daniel Sturridge. Namun, Sevilla menunjukkan mentalitas juara dengan membalikkan keadaan. Emery sukses membawa Sevilla hattrick juara Liga Europa usai menang 3-1 atas Liverpool.

2. Bersama Arsenal, Unai Emery mampu membawa ke final meski mengalami kekalahan

Arsenal merekrut Unai Emery untuk menggantikan Arsene Wenger pada musim panas 2018. Dengan reputasi besarnya, Arsenal berharap Emery bisa membawa tim bersaing di berbagai ajang. Musim debutnya pada 2018/2019, ia hanya mampu finis di peringkat kelima Premier League. Namun, Emery bisa membawa Arsenal melangkah hingga ke final Liga Europa. 

Pada final yang berlangsung di Baku Olympic Stadium, Azerbaijan, Arsenal bertemu dengan Chelsea. Sayangnya, pengalaman Emery tak mampu menghadirkan trofi juara. Melihat komposisi skuad, Chelsea masih lebih baik daripada Arsenal. Alhasil, Arsenal gagal juara setelah mengalami kekalahan telak dari sang rival sekota dengan skor 1-4. 

Sejatinya, Arsenal mampu mengimbangi permainan ofensif yang diperagakan Chelsea. Namun, lini serangan klinis menjadi pembeda pada laga final ini. Chelsea bisa menang dan merengkuh titel juara berkat brace dari Eden Hazard, serta satu gol dari Olivier Giroud dan Pedro Rodriguez. Sementara, Arsenal hanya mampu membuat satu gol hiburan melalui Alex Iwobi.

3. Unai Emery membawa Villarreal meraih trofi mayor pertama berupa Liga Europa pada 2021

Villarreal menjadi klub ketiga yang mampu dibawa Unai Emery ke final Liga Europa. Ini terjadi pada musim debutnya 2020/2021. Datang pada Juli 2020 setelah menganggur cukup lama, Emery membuat Villarreal kompetitif. Meski di LaLiga hanya finis ketujuh, Emery berhasil mengantarkan Villarreal mencapai babak puncak Liga Europa.

Pada partai final, Villarreal menghadapi Manchester United yang digadang-gadang calon kuat juara. Namun, Villarreal bersama Emery mampu menampilkan permainan ketat. Final yang berlangsung di Gdansk Stadium, Polandia, ini berjalan dengan sengit. Pada waktu normal, kedua tim imbang 1-1. Villarreal unggul dulu melalui Gerard Moreno sebelum disamakan Manchester United oleh Edinson Cavani. Pada babak extra time, tidak ada gol tambahan. 

Skor sama kuat memaksa pemenang ditentukan melalui adu penalti. Drama tercipta hingga melahirkan 22 tendangan dari kedua tim. Seluruh penendang Villarreal sukses melakukan tugasnya, termasuk sang kiper Geronimo Rulli. Sosok asal Argentina ini lalu menjadi pahlawan dengan menggagalkan sepakan penalti David De Gea. Villarreal juara setelah menang adu penalti dengan skor 11-10. Liga Europa menjadi trofi mayor pertama yang diraih Villarreal

Aston Villa patut optimis dengan rekam jejak Unai Emery di final Liga Europa. Dari 5 kali ke final, ia mampu membawa timnya menang 4 kali. Kini, Aston Villa akan bersiap menghadapi SC Freiburg di final Liga Europa 2025/2026. Mampukah Emery membawa Aston Villa juara?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team