Nasib Slavia Praha lebih baik daripada dua tim di atas dari segi perolehan poin. Meski begitu, bukan berarti Slavia Praha bisa menang. .Tim asal Ceko ini hanya mampu mengumpulkan tiga poin. Dari 8 kali bermain, tim besutan Jindrich Trpisovsky mencatatkan hasil imbang 3 kali. Sementara itu, lima pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan.
Slavia Praha mampu menahan imbang Bodo/Glimt, Atalanta, dan Athletic Bilbao. Sayangnya, mereka juga mengalami kekalahan terburuk. Pada partai terakhir kontra Pafos, Slavia Praha kalah dengan skor 1-4. Pada partai sebelumnya, mereka juga kalah 2-4 dari Barcelona. Berkat performa buruk ini, Slavia Praha gagal berbicara banyak di Liga Champions.
Jika melihat statistik, Slavia Praha juga tidak lebih baik dari Kairat Almaty dan Villarreal. Slavia Praha kebobolan 19 kali dengan hanya mampu mencetak 5 gol. Dengan hasil buruk sepanjang league phase, Slavia Praha tersingkir setelah mengakhiri kompetisi di peringkat 34.
Tiga tim di atas gagal menunjukkan performa terbaiknya. Penampilan yang inkonsisten membuat mereka tak bisa lolos ke fase gugur. Bukan hanya terhenti, mereka harus menerima nasib buruk dengan tanpa kemenangan sepanjang league phase Liga Champions 2025/2026.