Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pertandingan Manchester United vs Aston Villa
ilustrasi pertandingan Manchester United vs Aston Villa (pixabay.com/xuanklpt)

Intinya sih...

  • Unai Emery menyebut tim-tim lain lebih potensial daripada Aston Villa untuk bersaing di lima besar Premier League 2025/26.

  • Aston Villa kalah 0-1 dari Everton, gagal memanfaatkan momentum saat Arsenal dan Manchester City juga kalah.

  • Kekalahan dari Everton menunjukkan inkonsistensi Aston Villa dalam tiga laga terakhir di Premier League setelah hanya meraih satu kemenangan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Aston Villa sejatinya berada di papan atas sekarang. Mereka bertengger di peringkat tiga klasemen sementara Premier League 2025/26. Namun, mereka tetap memilih rendah hati.

Hal itu tampak dari reaksi manajer Villa, Unai Emery, usai timnya gagal menggeser Manchester City di peringkat dua klasemen sementara. Menurutnya, Villa memang bukan pesaing utama di lima besar.

1. Menyebut tim-tim lain lebih potensial

Dilansir Sky Sports, Emery menyebut tim-tim lain lebih potensial untuk bersaing di posisi lima besar ketimbang Aston Villa. Menurutnya, Villa masih jauh dari kualitas lima besar.

"Kami bukan pesaing untuk ada di lima besar. Sekarang memang (ada di lima besar) tapi belum jadi pesaing. Ada tim-tim lain dengan potensi lebih daripada kami," kata Emery.

2. Aston Villa malah ikut-ikutan kalah

Jadi, pada pekan 22 Premier League 2025/26, Villa kalah 0-1 dari Everton. Kekalahan ini jadi tanda Villa gagal memanfaatkan momentum, saat Arsenal dan Manchester City juga gagal menuai hasil baik.

Kegagalan Villa memanfaatkan momentum di pekan 22 Premier League 2025/26 justru jadi sejarah tersendiri. Setelah sekian lama, akhirnya ada masa tiga tim teratas Premier League gagal mencetak gol.

Terakhir kali, hal itu terjadi pada Mei 2018 silam. Kini, terjadi lagi manakala Arsenal, ManCity, dan Villa selaku tiga tim teratas, gagal mencetak gol. Mereka juga sama-sama gagal meraih kemenangan.

3. Aston Villa itu inkonsisten

Kekalahan dari Everton jadi bukti dari inkonsistensi Villa dalam tiga laga terakhirnya di Premier League, usai kalah dari Arsenal pada akhir Desember 2025.

Dalam tiga terakhir Premier League yang dijalani, Aston Villa merasakan sekali kemenangan, sekali hasil imbang, dan sekali kalah. Mereka belum bisa konsisten usai kalah dari Arsenal pada 31 Desember 2025 lalu.

Editorial Team