Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Warganet Soroti Pencoretan Dean James dari Timnas Indonesia
Potret Dean James bersama Timnas Indonesia. (kitagaruda.id)
  • Riset Binokular menunjukkan warganet kecewa atas keputusan pelatih John Herdman mencoret Dean James dari skuad Timnas Indonesia jelang FIFA Series 2026.
  • Percakapan daring juga menyoroti munculnya sentimen rivalitas klub, terutama antara Persija dan Persib, yang memperlihatkan tingginya emosi serta perhatian suporter terhadap Timnas.
  • Ketua BTN Sumardji menjelaskan pencoretan Dean James murni karena alasan taktis dan keterbatasan kuota 23 pemain yang boleh dibawa ke ajang FIFA Series 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Analis media sosial, Binokular, meramaikan laga Timnas Indonesia jelang FIFA Series 2026 lewat riset percakapan yang mereka lakukan. Salah satunya soal dicoretnya Dean James.

Sebelumnya, Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji menyebut dicoretnya James ini murni karena kebutuhan dan keputusan taktikal dari John Herdman selaku pelatih Timnas. Namun, publik ternyata kecewa.

1. Warganet menyayangkan dicoretnya James

Potret latihan Timnas Indonesia, Dean James (kiri), Mees Hilgers (kanan). (Dok. PSSI).

Manajer Social Media Data Analytics (Socindex) Binokular, Danu Setio Wihananto, mengungkapkan dalam hasil riset mereka di dunia maya, warganet menyayangkan keputusan Herdman mencoret James.

Keputusan ini menghadirkan kekecewaan, apalagi muncul tak lama setelah isu James yang terlibat polemik status kewarganegaraan dan izin kerja di Belanda. Ini merupakan bukti, warganet begitu mengikuti setiap detail Timnas.

"Hal ini menunjukkan bahwa meskipun pelatih baru mendapatkan kepercayaan besar, setiap keputusan teknis tetap menjadi sorotan tajam publik,” kata Danu dalam keterangan resmi.

2. Muncul juga sentimen rivalitas klub

Suasana latihan Timnas Indonesia jelang FIFA Series 2026 di Stadion Madya, Jakarta (IDN Times/Margith Damanik)

Selain soal James, ada 9 persen sentimen negatif soal rivalitas klub di Timnas jelang FIFA Series 2026 ini. Aroma persaingan itu masih melibatkan Persija Jakarta dan Persib Bandung,

Komentar seperti “mending trio Ridho, Jay Idzes, Hubner” menjadi contoh bagaimana preferensi terhadap pemain tertentu sering kali bercampur dengan aroma persaingan antara The Jakmania (Persija) dan Bobotoh (Persib).

Meski demikian, riset media sosial ini menilai bahwa kritik yang muncul justru merefleksikan tingginya keterlibatan emosional suporter, yang merupakan bentuk perhatian dan harapan agar tim tampil kompetitif.

3. Dean James gagal merapat

COO Bhayangkara FC, Sumardji. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Selain soal kebutuhan taktik, Sumardji memastikan gagalnya James merapat lantaran setiap tim hanya bisa membawa 23 pemain di FIFA Series 2026 ini. Tak ada alasan lain yang dia sebutkan.

"Ya kan kita hanya bisa mendaftarkan pemain Timnas Indonesia itu 23 (nama), sementara yang kita panggil kan 24 (orang). Nah, kalau hanya tersisa satu orang (Dean James), terus disuruh di tribune atas itu kan mental pemain kan (jadi) enggak bagus juga," ujar Sumardji.

Editorial Team