Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi Serie A (IDN Times/Mardya Shakti)
ilustrasi Serie A (IDN Times/Mardya Shakti)

Intinya sih...

  • Insiden kartu merah aneh terjadi di Serie A

  • Orban diusir saat Parma unggul 1-0 tanpa pelanggaran berarti

  • Orban bingung dan protes tanpa gestur provokatif sebelumnya juga terjadi pada pemain Juventus

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Insiden kartu merah aneh kembali terjadi di Serie A. Usai di laga Inter Milan lawan Juventus, hal itu terjadi lagi ketika Parma bersua Hellas Verona.

Dalam laga yang dihelat di Ennio Tardini, Minggu (15/2/2026) malam itu, ada kartu merah yang diberikann wasit kepada pemain Verona, Gift Orban. Namun, alasan keluar kartu merah ini yang jadi menarik.

1. Terjadi saat Parma unggul

Insiden diusirnya Orban ini terjadi ketika Parma dalam keadaan unggul 1-0 lewat gol Adrian Bernabe. Orban tampak berduel dengan Lautaro Valenti pada menit 11.

Dalam video yang beredar di media sosial, tak ada pelanggaran berarti yang dilakukan Orban. Namun, wasit meniup peluit pelanggaran. Orban, yang mengira dilanggar Valenti, heran karena pelanggaran justru untuk dirinya.

2. Tak ada gestur provokatif, tetap kartu merah

Selepas terkena pelanggaran, Orban melakukan protes yang tak provokatif. Dia tak memaki wasit, dan hanya menunjukkan gestur terkejut. Namun, ternyata wasit malah memberinya kartu merah.

Sontak hal ini membuat Orban bingung, begitu juga rekan-rekan setimnya yang langsung mengerubungi wasit. Pada akhirnya, Orban meninggalkan lapangan dalam kondisi bingung.

3. Sebelumnya terjadi pada Juventus

Kartu merah aneh ini bukan jadi yang pertama di Serie A musim ini. Sebelumnya, hal itu menimpa pemain Juventus, Pierre Kalulu, saat bersua Inter Milan di Giuseppe Meazza.

Dalam laga itu, wasit memberi Kalulu kartu kuning kedua gara-gara pelanggaran ringan, bahkan tampak tak ada sentuhan sama sekali. Juventus kalah 2-3 dari Inter. Mereka kesal dan mengkritik Serie A soal kepemimpinan wasit.

Editorial Team