Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Adu Fitur AI Samsung Galaxy S26 vs Xiaomi 17, Mana Paling Canggih?
Xiaomi 17 dan Samsung Galaxy S26 (mi.co.id | samsung.com)
  • Samsung Galaxy S26 dan Xiaomi 17 sama-sama hadir dengan peningkatan fitur AI, masing-masing melalui Galaxy AI dan HyperAI yang fokus pada otomatisasi serta efisiensi penggunaan perangkat.
  • Keduanya menawarkan kemampuan fotografi berbasis AI, di mana Samsung menonjol lewat Nightography Video dan AI Zoom, sementara Xiaomi mengandalkan kolaborasi Leica untuk hasil foto lebih estetik.
  • Galaxy S26 unggul dalam produktivitas dan keamanan berkat Knox Matrix serta asisten AI canggih, sedangkan Xiaomi 17 menonjol lewat optimasi performa, pengisian cepat 100W, dan manajemen daya berbasis AI.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Persaingan pasar smartphone kelas atas kembali memanas seiring peluncuran Xiaomi 17 dan Samsung Galaxy S26. Kedua smartphone flagship ini mengintegrasikan AI demi memudahkan aktivitas harian pengguna secara otomatis. 

Samsung kembali mengandalkan ekosistem Galaxy AI yang kini diklaim jauh lebih intuitif dibandingkan generasi sebelumnya. Di sisi lain, Xiaomi memperkenalkan HyperAI yang terintegrasi erat dengan HyperOS 3.0 untuk memberikan efisiensi performa dan pengalaman lebih personal. Berikut adalah perbandingan fitur kecerdasan buatan yang dibawa Xiaomi 17 dan Samsung Galaxy S26

1. Galaxy AI dan HyperAI yang sama-sama telah ditingkatkan

Xiaomi 17 (mi.co.id)

Samsung Galaxy S26 hadir dengan antarmuka One UI 8.5 yang membawa fitur Galaxy AI lebih canggih dalam mendeteksi kebiasaan pengguna. Sistemnya diklaim mampu mengotomatisasi pengaturan perangkat berdasarkan waktu dan lokasi tanpa harus menunggu perintah manual dari pengguna. Fokus utamanya adalah menciptakan pengalaman penggunaan yang terintegrasi dengan berbagai perangkat ekosistem Samsung.

Xiaomi 17 tidak mau kalah dengan memperkenalkan HyperAI yang tertanam langsung pada inti sistem operasi HyperOS 3.0. Kecerdasan buatan milik Xiaomi ini lebih difokuskan pada optimasi sumber daya perangkat agar tetap responsif meskipun menjalankan aplikasi secara multitasking. Pengguna akan merasakan transisi antarmuka lebih cerdas dan adaptif terhadap pola penggunaan aplikasi.

2. Hadirkan pendekatan berbeda pada sektor fotografi

ilustrasi One UI 8.5 (samsung.com)

Samsung mengandalkan algoritma Nightography Video yang ditingkatkan untuk rekaman minim cahaya. Galaxy S26 menggunakan pemrosesan AI tingkat lanjut untuk mengurangi bintik noise dengan meningkatkan ketajaman detail pada video beresolusi tinggi. Fitur AI Zoom pada HP ini juga memungkinkan pengambilan gambar jarak jauh dengan detail yang tetap terjaga secara digital.

Sementara itu, Xiaomi 17 membawa kolaborasi legendaris dengan Leica yang kini diperkuat oleh fitur AI terbaru. Kecerdasan buatan ini membantu pengguna dalam menentukan komposisi warna dan pencahayaan terbaik secara otomatis saat mengambil foto estetis. Xiaomi juga menyematkan fitur yang mampu menghasilkan foto malam hari dengan karakter warna natural layaknya kamera profesional.

3. Keduanya tawarkan fitur produktivitas yang melimpah

fitur AI Xiaomi 17 (mi.co.id)

Samsung memperkuat fitur produktivitas melalui asisten AI yang mampu melakukan ringkasan dokumen dan transkripsi suara dengan tingkat akurasi tinggi. Fitur Interpreter pada Galaxy S26 juga telah mendukung lebih banyak bahasa dan dapat digunakan secara luring untuk menjaga privasi data pengguna. Hal ini menjadikannya perangkat ideal bagi para profesional yang sering melakukan komunikasi lintas bahasa.

Xiaomi 17 menjawab tantangan tersebut dengan fitur AI Search dan AI Writing yang terintegrasi langsung ke dalam keyboard bawaan. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menyusun draf surel atau pesan singkat dengan gaya bahasa yang bisa disesuaikan secara instan. Selain itu, Xiaomi juga menyertakan AI Speech Recognition untuk mengubah percakapan panjang menjadi poin-poin ringkasan.

4. Sistem keamanan yang ditingkatkan oleh masing-masing AI

Samsung Galaxy S26 (samsung.com)

Keamanan menjadi prioritas Samsung dengan memperkenalkan Knox Matrix untuk perlindungan data. Galaxy AI bekerja di latar belakang untuk mendeteksi ancaman siber secara real-time dengan memberikan peringatan jika terdapat aktivitas aplikasi yang mencurigakan. Fitur ini menjanjikan rasa aman bagi pengguna yang menyimpan banyak data sensitif pada perangkat.

Xiaomi juga meningkatkan standar keamanannya dengan memfilter akses data secara otomatis terhadap aplikasi pihak ketiga. Sistem ini akan menyamarkan informasi pribadi pengguna saat aplikasi meminta izin akses yang dianggap tidak relevan. Melalui manajemen privasi cerdas, Xiaomi 17 memberikan perlindungan data agar tidak disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

5. Fitur AI keduanya mampu mengelola daya tahan baterai secara cerdas

Xiaomi 17 (mi.co.id)

Samsung Galaxy S26 menggunakan algoritma machine learning untuk mempelajari pola pengisian daya guna memperpanjang usia pakai baterai. AI akan mengatur distribusi energi secara efisien pada aplikasi yang jarang digunakan sehingga konsumsi daya bisa ditekan semaksimal mungkin. Meski kapasitas baterainya standar, optimasi perangkat lunak berbasis AI diklaim dapat bertahan lebih lama untuk penggunaan harian. Di sisi lain, Xiaomi 17 hadir dengan baterai berkapasitas besar yang didukung oleh sistem manajemen termal berbasis AI untuk mencegah panas berlebih. Teknologi pengisian cepat 100W pada Xiaomi 18 juga diatur oleh kecerdasan buatan untuk menjaga kestabilan suhu selama proses pengisian berlangsung.

Kesimpulannya, Samsung Galaxy S26 unggul dalam ekosistem produktivitas yang matang. Sementara itu, Xiaomi 17 menawarkan optimasi performa dan pengisian daya yang lebih menjanjikan. Sebagai catatan, kedua smartphone ini telah menggunakan sensor sidik jari ultrasonik generasi terbaru yang mampu memindai dua jari sekaligus untuk keamanan ekstra.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team