Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Alasan Tablet Android Tak Bisa Menggantikan Laptop
tablet Android (unsplash.com/Onur Binay)
  • Tablet Android sulit menggantikan laptop karena aksesoris penting seperti keyboard dan mouse dijual terpisah, membuat pengguna perlu membeli tambahan agar fungsinya menyerupai laptop.
  • Perbedaan sistem operasi dan ekosistem aplikasi membuat tablet Android kurang optimal untuk multitasking serta pekerjaan berat yang memerlukan performa tinggi dibandingkan laptop.
  • Laptop tetap unggul dalam produktivitas berkat port yang lebih lengkap, kemampuan menjalankan software profesional, serta fleksibilitas OS Windows yang mendukung berbagai kebutuhan kerja.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tiap tahun berbagai produsen terus merilis tablet Android terbaru, entah itu Samsung, vivo, OPPO, Xiaomi, atau OnePlus. Menariknya, mereka kerap mengiklankan bahwa tablet Android bisa menjadi pengganti laptop karena punya fitur berlimpah, bobot ringan, dan daya tahan baterai yang sangat baik. Berbagai software juga dipasang agar pengalaman penggunannya mirip dengan laptop.

Meski bagitu, tablet Android tak akan bisa menggantikan laptop karena banyak hal, seperti keterbatasan port, aksesoris yang terbatas, hingga performa yang rendah. Bagaimana rinciannya dan apakah membeli tablet Android masih direkomendasikan?

1. Aksesoris tablet Android dijual terpisah

tablet Android (unsplash.com/Gavin Phillips)

Laptop sebenarnya hanyalah komputer yang diperkecil agar bisa dibawa dan dipakai di berbagai situasi. Karena itu, komponen dan aksesorisnya serupa dengan komputer, mulai dari layar, keyboard, hingga touchpad. Di sisi lain, tablet Android secara konsep adalah smartphone dengan layar yang lebih besar. Ia tak punya keyboard, touchpad, atau layar yang bisa ditekuk.

Jika ingin menggunakan tablet layaknya laptop, maka kamu harus membeli aksesoris secara terpisah. Laman Which menjelaskan kalau kamu bisa menambahkan keyboard eksternal, case, earphone, hingga stylus agar penggunaan tablet makin mirip dengan laptop. Jika keyboard tidak memiliki touchpad kamu juga bisa membeli mouse wireless agar navigasi makin efisien.

2. Sistem di tablet Android berbeda dengan laptop

tablet Android (unsplash.com/Andrey Matveev)

Jika membahas soal sistem, tentunya tablet Android dan laptop memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Perbedaan tersebut akan terasa ketika kamu membuka aplikasi, melakukan multitasking, atau mengirim file. Dilansir SSA dan Majstra, aplikasi di tablet Android dan laptop juga sangat berbeda.

Sebagai contoh, kamu bisa membuka aplikasi office (seperti Microsoft Office) secara offline di laptop. Di tablet Android biasanya pengguna akan menggunakan Google Docs secara online. Ekosistemnya juga berbeda karena ada banyak aplikasi laptop yang tidak bisa berjalan lancar di tablet Android. UI keduanya juga sangat berbeda, entah itu di tampilan homescreen, settings, atau manajemen file.

3. Laptop lebih ideal untuk mengerjakan pekerjaan berat

tablet Android (unsplash.com/Onur Binay)

Untuk pekerjaan ringan seperti Zoom meeting, mengetik, menikmati konten, atau mengedit foto tablet Android sudah lebih dari cukup. Performanya terbilang mumpuni, apalagi jika menggunakan chipset kelas atas. Meski begitu, laman HONOR dan Lifewire menerangkan kalau penggunaan berat yang berhubungan dengan grafis tingkat tinggi, programming, rendering, dan video editing profesional lebih cocok dilakukan di laptop. Hal tersebut dapat terjadi karena performa laptop jauh lebih tinggi, punya sistem yang lebih baik, dan manajemen suhunya lebih optimal dari tablet Android.

4. Tablet Android dan laptop punya OS yang berbeda

tablet Android (unsplash.com/Hrushi Chavhan)

Laman HP menjelaskan bahwa laptop umumnya menggunakan sistem operasi (OS) Windows, entah itu Windows 7, 10, atau 11. Seperti namanya, tablet Android menggunakan OS Android, sama dengan smartphone. Perbedaan tersebut cukup signifikan karena menentukan kemampuan dari kedua perangkat tersebut. OS Android hanya bisa menjalankan aplikasi smartphone yang ada di Google Play Store dan berformat apk. OS Windows lebih fleksibel karena bisa menjalankan aplikasi ringan hingga berat layaknya PC. Kustomisasi, fitur, dan metode penggunaan kedua OS tersebut juga sangat berbeda.

5. Tablet Android tak punya port selengkap laptop

tablet Android (unsplash.com/Andrey Matveev)

Buat kamu yang sangat produktif, sepertinya laptop akan lebih cocok karena perangkat tersebut memiliki banyak port. Dilansir Laptop MAG dan HP, ada beberapa port yang sangat penting di laptop seperti USB Type-A, USB Type-C, HDMI, Thunderbolt, USB 3.1, VGA Port, hingga jack audio 3.5 mm. Semua port tersebut punya kegunaan tersendiri, seperti transfer file hingga menghubungkan laptop dengan monitor.

Port di tablet Android terhitung minim, biasanya hanya ada USB Type-C dan jack audio 3.5 mm. Jika ingin menggunakan tablet Android dengan lebih optimal, maka kamu harus membeli dongle tambahan yang berisi banyak port untuk meniru laptop. Dongle sebenarnya tak terlalu mahal, tapi perangkat tersebut kurang praktis karena membuatmu harus membawa barang tambahan ketika bepergian.

Tablet Android dan laptop dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda. Karena itu, mereka tak bisa menggantikan fungsinya masing-masing. Di satu kesempatan kamu bisa menggunakan tablet Android layaknya laptop. Namun, ada kesempatan ketika suatu pekerjaan hanya bisa dilakukan di laptop. Jadi, sebelum beli laptop atau tablet Android kamu harus paham dengan kebutuhan pribadi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team