Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kindle (pexels/Valeria Palesska)
Kindle (pexels/Valeria Palesska)

Intinya sih...

  • Kindle dirancang untuk menampung banyak buku tanpa mengurangi performa, karena sistemnya ringan dan fokus pada fungsi baca.

  • Proses indexing saat menambahkan banyak buku bisa membuat Kindle terasa lambat, tapi performa biasanya kembali normal setelah selesai.

  • Kualitas file dan manajemen library juga berpengaruh, dengan format yang rapi dan manajemen yang baik, Kindle tetap responsif.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Salah satu daya tarik utama Kindle adalah kemampuannya menyimpan ratusan, bahkan ribuan buku dalam satu perangkat tipis. Buat pembaca rakus atau yang suka “menimbun” bacaan, ini jelas menggoda. Tapi di sisi lain, muncul kekhawatiran klasik: kalau bukunya kebanyakan, apa Kindle bakal jadi lemot? Apakah performanya bakal menurun, atau malah berisiko error? Pertanyaan ini wajar, apalagi banyak pengguna Kindle yang koleksinya berasal dari campuran buku Amazon dan file non-Amazon.

1. Secara teknis, Kindle memang dirancang untuk menampung banyak buku

Kindle (dok. Reddit/theitsx)

Kindle sejak awal dibuat sebagai perangkat baca, bukan tablet serba bisa. Sistemnya ringan, fokus ke satu fungsi utama, dan gak butuh resource besar buat menjalankan aplikasi lain. Karena itu, menyimpan ratusan ebook secara kapasitas sebenarnya aman-aman saja, apalagi ukuran file ebook relatif kecil dibanding video atau foto. Bahkan Kindle dengan storage kecil pun bisa menampung ratusan judul tanpa penuh. Dari sisi desain sistem, Amazon memang mengantisipasi pengguna dengan koleksi besar.

2. Yang bikin terasa lambat biasanya bukan jumlah buku, tapi proses indexing

Kindle (pexels/@leticia-alvares)

Masalah performa Kindle lebih sering muncul saat proses indexing berjalan di belakang layar. Indexing ini dipakai supaya fitur search, highlight, dan kamus bisa bekerja dengan cepat. Kalau kamu baru masukin banyak buku sekaligus, terutama via Calibre atau Send-to-Kindle, Kindle akan bekerja ekstra untuk mengindeks semuanya. Selama proses ini, perangkat bisa terasa lebih lambat, baterai lebih boros, dan respons layar agak delay. Tapi setelah indexing selesai, performa biasanya balik normal.

3. Format dan kualitas file juga berpengaruh

Kindle (pexels/freestocks.org)

Buku dengan format yang rapi dan terkonversi dengan baik jarang menimbulkan masalah. Sebaliknya, file hasil scan PDF berat atau ebook dengan struktur berantakan bisa bikin Kindle kerja lebih keras. Ini bukan cuma soal lambat, tapi juga bisa bikin fitur search dan font jadi nggak optimal. Kalau koleksi kamu mayoritas hasil convert sendiri, kualitas konversi punya pengaruh besar ke kenyamanan baca. Jadi bukan jumlah bukunya yang jadi biang masalah, melainkan jenis filenya.

4. Library besar tetap aman asal manajemennya rapi

Kindle (reddit.com/WhyFilesFollower)

Kindle sebenarnya lebih “tenang” kalau koleksi buku diatur dengan baik. Menghapus buku yang sudah dibaca, memanfaatkan fitur collections, dan nggak menumpuk file yang sama berulang kali bisa membantu performa jangka panjang. Kindle bukan tipe perangkat yang perlu sering dibersihkan cache, tapi manajemen library tetap penting. Dengan koleksi ratusan buku yang tertata, Kindle tetap responsif untuk pemakaian harian.

5. Risiko error memang jarang tapi tetap bisa terjadi

Kindle (unsplash.com/@itsmaemedia)

Error biasanya muncul bukan karena koleksi besar, tapi karena kebiasaan ekstrem, seperti memutus koneksi saat transfer buku, sering force restart, atau memasukkan file rusak. Dalam kondisi normal, Kindle cukup stabil meski dipakai bertahun-tahun. Selama update firmware berjalan normal dan perangkat nggak dipaksa kerja berlebihan, risiko error relatif kecil. Jadi koleksi ratusan buku bukan sesuatu yang perlu ditakuti, asal penggunaannya wajar.

Menyimpan ratusan buku di Kindle pada dasarnya aman dan sesuai dengan tujuan perangkat itu sendiri. Performa yang terasa lambat biasanya bersifat sementara dan lebih terkait dengan proses indexing atau kualitas file, bukan jumlah buku semata. Dengan manajemen library yang rapi dan kebiasaan transfer file yang benar, Kindle tetap nyaman dipakai untuk koleksi besar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team