Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bocoran Charger Samsung Wireless Magnetik 25W, Ini Detailnya!
ilustrasi power adapter Samsung (samsung.com)

  • Charger wireless magnetik terbaru Samsung mengusung standar Qi2 dengan daya hingga 25W, dirancang untuk pengisian nirkabel berkecepatan tinggi.

  • Charger hadir dalam bentuk puck wireless magnetik dan kabel braided, memanfaatkan teknologi Magnetic Power Profile (MPP) pada standar Qi2.

  • Pengguna disarankan memakai adaptor resmi Samsung 45W agar kecepatan pengisian dayanya maksimal, kompatibel dengan Galaxy S25 Series atau model yang lebih baru.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Satu demi satu kepingan bocoran terkait produk terbaru Samsung mulai bermunculan ke permukaan. Kali ini, sorotan tertuju pada kemasan sebuah aksesori anyar yang mengungkap keberadaan Samsung Magnet Wireless Charger. Informasi yang tercantum pada kotaknya mengisyaratkan bahwa perangkat ini bukan pengisi daya nirkabel biasa. Pasalnya, charger tersebut telah mengusung standar Qi2 dengan dukungan daya yang lebih tinggi.

Mengutip laporan GSMArena, Jumat (30/1/2026), aksesori ini diperkirakan akan menjadi pelengkap bagi Galaxy S26 series, atau setidaknya varian Galaxy S26 Ultra. Sebagai perbandingan, Galaxy S25 series yang meluncur tahun lalu masih mengandalkan pengisian daya nirkabel 15W meski sudah berbasis Qi2. Kini, bocoran terbaru mengindikasikan Samsung tengah menyiapkan charger wireless magnetik dengan output hingga 25W. Meski masih sebatas rumor, berikut adalah detail awal soal charger wireless magnetik yang bakal disiapkan Samsung.

1. Charger wireless magnetik terbaru Samsung mengusung standar Qi2 yang memiliki daya hingga 25W

Samsung Galaxy S25 Ultra (samsung.com)

Laporan SamMobile mengungkap bahwa charger wireless magnetik terbaru Samsung tercatat memakai nomor model EP-P2900BBEGWW. Aksesori gadget satu ini mengusung standar Qi2 berlabel 25W, yang menandakan kemampuannya menyalurkan daya pengisian nirkabel hingga 25W. Namun, kecepatan maksimal tersebut diperkirakan hanya dapat dinikmati oleh Galaxy S26 Ultra sebagai perangkat pendukung utama.

Standar Qi2.2 sendiri telah resmi difinalisasi oleh Wireless Power Consortium (WPC) dan dirancang khusus untuk menghadirkan pengisian daya nirkabel berkecepatan tinggi. Penerapan standar ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengisian tanpa mengorbankan kestabilan suhu perangkat. Alhasil, pengalaman wireless charging menjadi semakin kompetitif dan mendekati performa pengisian daya kabel.

2. Charger hadir dalam bentuk puck wireless magnetik dan kabel braided

ilustrasi pengisian daya smartphone (unsplash.com/Onur Binay)

Dari sisi desain, charger ini hadir dalam bentuk puck wireless magnetik berbentuk lingkaran. Desain tersebut memungkinkan perangkat menempel secara presisi di bagian belakang smartphone. Samsung juga menyematkan sistem magnetik yang memanfaatkan Magnetic Power Profile (MPP) pada standar Qi2. Teknologi ini memastikan proses pengisian daya berlangsung optimal tanpa mudah bergeser saat digunakan.

Charger tersebut terhubung melalui kabel USB Type-C yang dibalut material nylon braided. Penggunaan kabel braided memberi kesan lebih premium sekaligus meningkatkan daya tahan saat digunakan dalam jangka panjang. Informasi pada kemasan menyebutkan bahwa aksesori ini hanya tersedia dalam satu varian warna hitam. Secara tampilan, desainnya mengingatkan pada wireless charging puck dari merek lain yang lebih dulu hadir di pasar, termasuk Apple.

3. Pengguna disarankan memakai adaptor resmi Samsung 45W agar kecepatan pengisian dayanya maksimal

Samsung 45W Power Adapter (samsung.com)

Meski memiliki kemampuan output hingga 25W, Samsung menyertakan catatan penting terkait kebutuhan daya. Untuk mencapai kecepatan pengisian maksimal, pengguna disarankan menggunakan adaptor resmi Samsung 45W. Sebagai alternatif, adaptor lain yang mendukung standar USB Power Delivery dengan PPS 20V juga dapat digunakan. Tanpa dukungan adaptor tersebut, kecepatan pengisian daya nirkabel berpotensi tidak mencapai performa optimal.

Ketentuan ini tercantum jelas pada kemasan produk charger wireless tersebut. Hal ini menegaskan bahwa angka 25W bukanlah kecepatan yang otomatis tercapai dalam semua skenario penggunaan. Pengguna perlu memastikan kecocokan adaptor agar tidak terjadi hambatan suplai daya yang mengurangi efisiensi pengisian.

Selain adaptor, faktor casing juga turut memengaruhi performa pengisian daya. Pengguna diwajibkan memakai casing Qi2 Ready yang mendukung Magnetic Power Profile (MPP) agar susunan magnet dan posisi koil tetap presisi. Tanpa casing yang kompatibel, pengisian daya tetap dapat berlangsung, tetapi efisiensinya berpotensi menurun akibat posisi koil yang tidak sejajar secara optimal.

4. Charger wireless magnetik 25W ini kompatibel dengan Galaxy S25 Series atau model yang lebih baru

Samsung 45W Power Adapter (samsung.com)

Samsung menyatakan bahwa charger wireless magnetik 25W ini kompatibel dengan Galaxy S25 series dan model yang lebih baru, asalkan perangkat menggunakan casing magnetik yang mendukung standar Qi2. Tidak terbatas pada ekosistem Galaxy, charger ini juga dapat digunakan pada perangkat lain yang telah mengadopsi Qi2 atau MagSafe. Beberapa di antaranya mencakup iPhone 12 ke atas, Pixel 10, hingga HMD Skyline, sehingga kompatibilitasnya terbilang cukup luas.

Meski demikian, Samsung tidak menyamakan kecepatan pengisian daya untuk semua perangkat. Galaxy S26 Ultra diperkirakan menjadi satu-satunya model yang mampu memanfaatkan output penuh 25W. Sementara itu, Galaxy S26 dan Galaxy S26+ kemungkinan hanya mendukung pengisian daya nirkabel hingga 20W. Untuk perangkat generasi sebelumnya, seperti Galaxy S25 dan Galaxy Z Fold 7, kecepatan maksimalnya disebut masih berada di kisaran 15W.

Charger wireless magnetik 25W ini juga bukan satu-satunya aksesori berbasis Qi2 yang tengah disiapkan Samsung. Sebelumnya, perusahaan sempat memperlihatkan power bank Qi2 yang mendukung pengisian daya nirkabel hingga 15W. Selain itu, power bank tersebut juga menawarkan pengisian daya melalui kabel USB Type-C dengan output hingga 20W, memperluas opsi pengisian daya bagi pengguna.

Apabila bocoran yang beredar benar, Samsung Galaxy S26 Ultra akan menjadi perangkat pertama yang benar-benar merasakan peningkatan signifikan dari charger ini. Model lain tetap mendapat peningkatan, meski terdapat batasan kecepatan tertentu. Seiring semakin banyaknya aksesori wireless magnetik berdaya tinggi, pola pengisian daya smartphone berpotensi ikut berubah, terutama untuk penggunaan di meja kerja atau di dalam mobil. Pertanyaannya, apakah wireless charging magnetik sudah cukup praktis untuk menggantikan kabel sebagai kebutuhan harian atau masih sebatas pelengkap?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team