Perkembangan teknologi kamera smartphone dalam satu dekade terakhir membawa perubahan signifikan dalam cara mendokumentasikan kemunculan hilal sebagai penanda awal bulan Hijriah. Jika sebelumnya dokumentasi hilal identik dengan teleskop astronomi dan kamera profesional, kini smartphone mulai dipandang sebagai alat bantu visual yang lebih praktis dan mudah diakses. Transformasi ini didorong oleh kemajuan pemrosesan citra berbasis kecerdasan buatan (AI) dan peningkatan kemampuan fotografi low-light yang semakin canggih.
Dalam konteks astrofotografi modern, smartphone dapat digunakan untuk fotografi bulan asalkan pengguna memahami kontrol cahaya, fokus, dan stabilitas perangkat. Berkat perkembangan computational photography, kamera smartphone generasi terbaru kini mampu menangkap detail bulan sabit yang sebelumnya sulit direkam oleh perangkat mobile generasi awal. Berikut adalah evolusi kamera smartphone untuk menunjang keperluan dokumentasi hilal!
