Harga gadget baru dalam beberapa bulan terakhir mengalami kenaikan yang cukup terasa. Salah satu pemicunya adalah krisis pasokan RAM global yang membuat biaya produksi perangkat meningkat. Produsen akhirnya menyesuaikan harga jual untuk menjaga margin sekaligus menutup lonjakan biaya komponen.
Dampak kenaikan ini sangat terasa pada berbagai segmen, mulai dari smartphone kelas menengah hingga flagship. Konsumen yang sebelumnya mudah upgrade perangkat setiap tahun kini mulai menunda pembelian. Situasi tersebut membuat pasar HP bekas, terutama iPhone, kembali dilirik sebagai alternatif yang lebih masuk akal. Pertanyaannya, apakah iPhone bekas bisa jadi solusi upgrade dengan harga lebih terjangkau?
