Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi Intel Celeron
ilustrasi Intel Celeron (commons.wikimedia.org/Intel Corporation)

Intinya sih...

  • Intel Celeron tidak layak digunakan di tahun 2026

  • Memerlukan RAM besar dan SSD untuk performa optimal

  • Tidak cocok untuk bermain game atau pekerjaan berat

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Intel Celeron merupakan prosesor entry level (kelas pemula) yang pertama kali dirilis pada tahun 1998. Sudah melalang buana selama puluhan tahun, Intel Celeron sering digunakan di berbagai perangkat komputer. Namun, semua barang memiliki masanya tersendiri, tak terkecuali Intel Celeron. Semakin tahun relevansi Intel Celeron terus berkurang.

Tak bisa menyaingi prosesor lain Intel Celeron mulai ditinggalkan oleh pengguna. Performa rendah, efisiensi yang buruk, dan teknologi kuno menjadi beberapa alasannya. Sayangnya masih banyak PC dan laptop yang menggunakan Intel Celeron, bahkan pada awal tahun 2026. Sebenarnya, apakah Intel Celeron masih layak digunakan pada tahun 2026? Mari kupas tuntas dan temukan jawabannya di artikel berikut.

1. Apakah Intel Celeron masih layak di tahun 2026?

ilustrasi prosesor laptop (unsplash.com/Andrey Matveev)

Memasuki tahun 2026 standar prosesor komputer semakin naik. Di sini Intel Celeron tidak mampu mengikuti perkembangan dan tak bisa mengejar standar baru tersebut. Jika melihat dari spesifikasinya, Intel Celeron cukup kuno sehingga tidak ideal untuk penggunaan berat. Dilansir Techy CPU, Intel Celeron hanya punya 2 core CPU, clock speed maksimalnya hanya 2-3 GHz, dan output panasnya rendah.

Misal pun memaksa memakai Intel Celeron, prosesor tersebut hanya cocok digunakan untuk kegiatan super ringan seperti mengetik, browsing, membuka YouTube, membuat email, atau meeting online. Memaksa Intel Celeron untuk bermain game atau melakukan rendering sama saja dengan menyiksa komputer dan prosesor. Jadi sebaiknya kamu menghindari prosesor ini pada tahun 2026.

2. Harus dipadukan dengan RAM besar dan SSD

ilustrasi laptop (unsplash.com/Anete Lūsiņa)

Di balik daya dan performanya yang rendah, Intel Celeron bisa sedikit dipaksa untuk berjalan dengan lebih lancar. Pemaksaan tersebut bisa didapatkan berkat penggunaan RAM besar dan penyimpanan SSD. Dilansir Sandisk, kecepatan SSD bisa mencapai 7300MB/s. Selain itu RAM besar seperti 8 atau 16GB juga mampu meningkatkan kemampuan multitasking dengan signifikan.

Alhasil kedua hal tersebut dapat mendongkrak kinerja laptop dan secara tak langsung memberikan boost terhadap prosesor Inter Celeron untuk bekerja lebih optimal. Jika menggunakan Intel Celeron sebisa mungkin hindari RAM 4GB serta penyimpanan HDD atau eMMC. Sebab kecepatan eMMC dan HDD hanya sekitar 90-150 MB/s. Dengan kecepatan serendah itu, membuka aplikasi sekalipun akan terasa lama.

3. Jangan digunakan untuk bermain game

ilustrasi prosesor laptop (unsplash.com/Thufeil M)

Seperti yang sudah dijelaskan Intel Celeron hanya cocok untuk pekerjaan ringan dan sederhana. Jika masuk ke ranah gaming Intel Celeron sudah menyerah. Menurut laman Digital World839 hal tersebut merupakan batasan dari Intel Celeron itu sendiri. Karena berfokus ke harga terjangkau dan kemampuan komputasi kelas rendah, Intel Celeron bukan prosesor yang bisa digunakan untuk pekerjaan berat. Hal tersebut kembali menegaskan kasta Intel Celeron sebagai prosesor entry level yang tak mampu berbuat banyak untuk kegiatan kompleks yang membutuhkan tenaga besar.

4. Hanya cocok di laptop atau komputer murah

ilustrasi laptop (unsplash.com/Alex Knight)

Di balik berbagai kekurangannya, Intel Celeron tetap menjadi incaran berbagai produsen untuk disematkan di laptop dan komputer murah. Beberapa tablet Windows kelas bawah juga masih ada yang menggunakan Intel Celeron. Di Indonesia sendiri, laptop Rp2 juta–Rp3 jutaan menjadi pangsa pasar utama bagi Intel Celeron. Salah satunya adalah Axioo Hype 10 dengan Intel Celeron N4020 yang dibanderol dengan harga Rp2,8 juta–Rp3,4 jutaan. Ada juga Advan Soulmate dengan Intel Celeron N4020 yang dijual dengan harga Rp2,3 jutaan.

5. Alternatif selain Intel Celeron

ilustrasi prosesor laptop (unsplash.com/Pauli Nie)

Agar tidak terjebak tipu daya sales saat beli laptop dengan Intel Celeron, kamu harus cermat dan memahami berbagai jenis prosesor. Di laptop murah, ada banyak alternatif yang jauh lebih layak dari Intel Celeron. Tak cuma mampu menjalankan pekerjaan ringan, mereka juga kuat diajak bermain game kasual atau melakukan editing video sederhana. Beberapa di antaranya adalah AMD Ryzen 5 3500U, Intel Core i3 Generasi ke 10, atau Core i3 Generasi 11. Spesifikasinya sedikit lebih tinggi dari Intel Celeron dengan clock speed mencapai 4,5 GHz, 4 Core 8 Threads, TDP maksimal 65 watt, dan arsitektur lebih baru.

Apakah prosesor Intel Celeron masih layak digunakan pada tahun 2026? Jawabannya tidak. Ia memang bisa digunakan untuk pekerjaan ringan, tetapi fungsinya hanya sebatas itu dan tak mampu menjalankan hal lain. Jika sudah begitu maka laptop atau komputer tidak bisa digunakan untuk melakukan apapun. Lagipula Intel Celeron memang prosesor kuno. Akan lebih bijak jika Intel mengistirahatkan Celeron untuk membuka jalan bagi prosesor baru yang lebih modern dan powerful.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team