Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi smartphone realme
ilustrasi smartphone realme (instagram.com/realmeindonesia)

Intinya sih...

  • OPPO berdiri pada 2004 di bawah naungan BBK

  • realme didirikan sebagai sub-brand yang berfokus pada konsumen muda

  • realme lepas dari OPPO pada 2018, kemudian menjadi merek independen

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pada awal 2026 ini, realme dikabarkan kembali menjadi sub-brand OPPO setelah bertahun-tahun beroperasi sebagai perusahaan independen. Dilansir Reuter pada Rabu (07/01/2026), alasan realme kembali menjadi sub-brand OPPO bertujuan untuk efisiensi operasional dan sumber daya. Artinya, realme kembali menjadi bagian dari OPPO secara penuh.

Langkah strategis seperti ini jarang terjadi di antara merek teknologi besar. Integrasi keduanya menandai era baru kolaborasi sumber daya antar merek di ekosistem yang sama. Kali ini kita akan membahas bagaimana sejarah realme sempat berpisah dari OPPO, dan bagaimana perbedaan pangsa pasar keduanya. Yuk, simak selengkapnya!

1. OPPO berdiri pada 2004 di bawah naungan BBK

potrer kantor pusat OPPO (oppo.com)

OPPO berdiri pada 2004. Perusahaan ini lahir sebagai produsen teknologi dari China yang fokus pada perangkat komunikasi. Sejak awal, OPPO berhasil memasuki pasar global dengan strategi produk dengan dukungan riset yang kuat. Selama satu dekade terakhir, OPPO konsisten memperluas jangkauan produk smartphone kelas menengah hingga flagship.

Akselerasi ekspansi pasar membantu OPPO bersaing dengan nama-nama besar dunia seperti Samsung dan Apple. Jejak panjang OPPO di pasar global membuatnya tetap berada dalam daftar merek smartphone berpengaruh. OPPO memilih berfokus pada segmen premium, tetapi juga merilis produk entry-level untuk pasar menengah ke bawah.

2. realme didirikan sebagai sub-brand yang berfokus pada konsumen muda

realme 15 Pro (realme.com)

realme resmi didirikan pada Mei 2018 oleh mantan eksekutif OPPO, Sky Li. Fokus awal realme adalah menghadirkan perangkat untuk konsumen muda dengan harga kompetitif. Selama beberapa tahun pertama, realme berkembang cepat di berbagai pasar besar seperti India dan Asia Tenggara.

Nama realme sendiri muncul dari akar brand yang semula bernama OPPO Real di pasar China. Setelah resmi berdiri, perusahaan ini menjadi salah satu merek smartphone dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Kesuksesan realme dalam penjualan membuatnya dikenal sebagai pesaing utama bagi merek seperti Xiaomi dan Samsung di segmen mid-range. Selama periode independennya, realme tetap mempertahankan visi untuk mendemokratisasi teknologi bagi konsumen luas.

3. realme lepas dari OPPO pada 2018, kemudian menjadi merek independen

ilustrasi smartphone realme (instagram.com/realmeindonesia)

realme sempat menjadi sub-brand OPPO saat pertama kali muncul pada 2018. realme kemudian memutuskan untuk beroperasi secara independen. Keputusan ini diambil agar realme bisa mengejar strategi pasar berbeda yang lebih agresif tanpa terikat posisi OPPO di portofolio BBK.

Sebagai brand independen, realme memaksimalkan momentum pertumbuhan smartphone global di segmen harga menengah. Hal ini membantu realme membangun basis pelanggan di India dan Asia Tenggara. Seiring berjalannya waktu, realme mampu meraih jutaan unit penjualan dalam persaingan pasar smartphone global. Namun, tekanan kompetitif dan kebutuhan pengelolaan sumber daya membuat struktur independen ini akhirnya dipertimbangkan kembali.

4. realme kembali ke OPPO karena alasan efisiensi opersional dan sumber daya

ilustrasi smartphone realme 15 Pro (instagram.com/realmeindonesia)

Salah satu alasan utama realme kembali menjadi sub-brand OPPO adalah kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi operasional. Integrasi ini dinilai dapat mengurangi biaya di tengah tekanan pasar global yang semakin kompetitif. Selain itu, langkah ini mempermudah koordinasi antara merek yang berada di bawah naungan BBK.

Kembalinya realme sebagai sub-brand OPPO diharapkan dapat mengoptimalkan jaringan layanan purna jual. Keputusan ini juga dipandang sebagai tanggapan terhadap perubahan dinamika pasar smartphone dunia. Kolaborasi yang lebih erat antar brand bisa membantu mempertahankan daya saing.

5. OPPO dan realme punya segmentasi pasar berbeda

ilustrasi smartphone OPPO (oppo.com)

OPPO menempati posisi yang kuat di segmen pasar smartphone kelas menengah hingga flagship dengan basis pelanggan global yang luas. OPPO mendapat daya tarik pada konsumen yang menghargai desain dan fitur kamera. Pangsa pasar OPPO tetap kuat di Asia, Eropa, dan negara berkembang.

Sementara itu, realme didominasi oleh segmen harga menengah dan entry-level. realme sendiri cukup populer di kalangan anak muda, karena desain produknya yang begitu berani. Kondisi pasar berbeda membuat keduanya saling melengkapi ketimbang saling tumpang tindih. Perbedaan segmentasi kedua merek ini mirip dengan iQOO yang merupakan sub-brand vivo.

Integrasi realme dan OPPO menandai fase baru strategi korporasi di industri smartphone. Pertanyaannya, setelah kembali menjadi sub-brand, apakah harga realme akan lebih murah lagi?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team