Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Kemiripan Nintendo dan Apple, Sama-Sama Inovatif?
GBA SP dan iPhone 4s (pexels.com/@gupta-sahil | pexels.com/@omale03)
  • Nintendo dan Apple sama-sama fokus pada pengalaman pengguna ketimbang spesifikasi tinggi, menonjolkan kenyamanan dan kemudahan dalam setiap produk mereka.
  • Keduanya menjaga ekosistem tertutup demi kontrol kualitas dan identitas brand yang kuat, meski strategi ini sering menuai kritik.
  • Kedua perusahaan dikenal inovatif, memiliki basis penggemar loyal, serta sukses mempertahankan posisi lewat produk ikonik dan keputusan berani yang mengubah tren industri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Nintendo dan Apple berasal dari industri yang berbeda, tetapi keduanya menarik untuk dibandingkan. Nintendo dikenal sebagai raksasa gaming, sementara Apple mendominasi dunia gadget dan perangkat digital premium. Kedua perusahaan ini sama-sama sangat sukses sejak era 1980-an. Pada 1984, Nintendo meluncurkan NES dan Apple merilis Macintosh. Keduanya menjadi ikon di bidangnya masing-masing. 

Kedua perusahaan ini memang memiliki cukup banyak kemiripan dalam cara berpikir dan menjalankan bisnis. Mulai dari filosofi desain hingga cara menjaga ekosistem produk, berikut adalah kemiripan Nintendo dan Apple. 

1. Lebih fokus pada pengalaman daripada spesifikasi

konsol Nintendo Switch (pexels.com/@pixabay)

Nintendo dan Apple terkenal tidak terlalu mengejar spesifikasi paling tinggi di pasaran. Mereka lebih fokus menghadirkan pengalaman pengguna yang nyaman, simpel, dan mudah digunakan dibanding hanya adu angka hardware. Contohnya terlihat pada Nintendo Switch yang secara teknis kalah kuat dibanding PlayStation 5 atau Xbox Series X/S, tetapi tetap sukses besar. Hal serupa juga terlihat pada iPhone yang sering unggul di optimasi meski spesifikasinya di atas kertas tidak selalu lebih tinggi dari Android flagship.

2. Memiliki ekosistem yang sangat tertutup

potret dua iPhone (pexels.com/@rohit-sharma)

Kedua perusahaan dikenal sangat protektif terhadap ekosistem sendiri. Nintendo ketat terhadap modding, emulator, dan distribusi game. Sementara itu, Apple membatasi akses sistem dan aplikasi di luar App Store. Cara ini sering dikritik karena dianggap terlalu tertutup. Namun, di sisi lain, strategi tersebut membuat kualitas pengalaman pengguna lebih terkontrol dan menjaga identitas brand tetap kuat.

3. Sangat mengandalkan kekuatan brand

ilustrasi karakter Mario (unsplash.com/@harlynkingm)

Mario dan Pikachu bagi Nintendo memiliki posisi yang mirip dengan iPhone atau MacBook bagi Apple. Produk mereka menjadi simbol brand yang memiliki loyalitas penggemar sangat tinggi. Dengan kata lain, Apple dan Nintendo sama-sama punya produk pilar ikonik yang menjadi mesin uang bagi perusahaan. Kedua perusahaan jarang terlibat perang harga agresif. Konsumen Apple dan Nintendo tetap rela membeli produk mereka dengan harga premium karena sudah percaya terhadap kualitas dan reputasi brand tersebut.

4. Sering mengubah tren industri dengan inovasi

potret iPhone seri Pro Max (unsplash.com/@howardbouchevereau)

Nintendo dan Apple sama-sama terkenal karena berani menghadirkan konsep baru yang awalnya dianggap aneh. Nintendo pernah dianggap nekat saat merilis Wii dengan inovasi motion control. Selain itu, Nintendo membuat inovasi hybrid console melalui Switch. Apple juga mengalami hal serupa saat menghapus headphone jack atau memperkenalkan iPhone tanpa keyboard fisik. Menariknya, tak sedikit keputusan kontroversial mereka justru diikuti perusahaan lain beberapa tahun kemudian.

5. Punya Basis Fans yang Sangat Loyal

ilustrasi Pokemon di konsol Nintendo (unsplash.com/@branden_skeli)

Penggemar Nintendo dan Apple terkenal sangat loyal terhadap produk favorit mereka. Tidak sedikit pengguna yang selalu membeli konsol Nintendo terbaru atau mengganti iPhone setiap generasi baru dirilis. Loyalitas tersebut muncul karena kedua perusahaan berhasil membangun identitas produk yang kuat selama puluhan tahun. 

Fakta menariknya, Nintendo maupun Apple sama-sama pernah diprediksi gagal menghadapi perubahan zaman, tetapi keduanya justru berhasil bangkit lewat inovasi unik mereka sendiri. Dari Wii hingga Nintendo Switch, lalu dari iPod hingga iPhone, kedua perusahaan ini terus membuktikan bahwa ide kreatif kadang lebih penting dibanding sekadar spesifikasi setinggi langit.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team