Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenalan dengan Peserta Apple Developer Institute di Indonesia
DariData, peserta angkatan pertama Apple Development Institute (IDN Times/Fatkhur Rozi)
  • Apple resmi membuka Apple Developer Institute di Jakarta sebagai lanjutan dari Apple Developer Academy, fokus pada spesialisasi seperti AI, game development, dan DevOps untuk mendukung talenta digital Indonesia.
  • Program ini menargetkan mendukung hampir 1.000 pelajar per tahun mulai 2026, dengan lokasi di Batam, Surabaya, dan Tangerang yang masing-masing memiliki bidang keahlian sesuai kebutuhan industri.
  • Angkatan pertama melahirkan inovasi seperti aplikasi AI DariData untuk UKM, startup energi Leastric, dan game TypeCaster; menunjukkan potensi developer Indonesia menembus pasar global lewat App Store.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Perjalanan menjadi developer kini tidak lagi berhenti di belajar coding dasar. Seiring berkembangnya industri teknologi, kebutuhan akan talenta digital juga semakin spesifik. Mlai dari AI, game development, hingga sistem backend yang kompleks.

Pada Hari Selasa (21/4/20260, Apple secara resmi meresmikan Apple Developer Institut di Jakarta. Melalui Apple Developer Institute, Apple secara resmi menyambut angkatan pertama peserta didik yang akan menjalani program lanjutan setelah Apple Developer Academy.

"Bersama Apple Developer Academy, yang terus membangun fondasi bagi talenta-talenta digital baru, Apple Developer Institute akan mendukung para developer dalam negeri di jenjang perjalanan karier mereka berikutnya. Kami berkomitmen untuk mendukung ekosistem teknologi Indonesia yang dinamis, dan menantikan bagaimana program-program ini membantu peserta membentuk masa depan,” kata Susan Prescott, Vice President of Worldwide Developer Relations Apple.

Indonesia jadi pusat pengembangan talenta digital

Apple Developer Institute di Jakarta (IDN Times/Fatkhur Rozi)

Indonesia bukan tanpa alasan dipilih sebagai lokasi pengembangan program ini. Apple menilai ekosistem developer di Tanah Air berkembang pesat, dengan komunitas inovator dan wirausahawan yang terus tumbuh. Melalui Academy dan Institute, Apple menargetkan dapat mendukung hampir 1.000 pelajar setiap tahun mulai 2026. Pendekatan ini menunjukkan bahwa Indonesia kini tidak hanya menjadi pasar teknologi, tetapi juga pusat pengembangan talenta digital di kawasan.

Apple Developer Institute hadir sebagai tahap lanjutan dari Apple Developer Academy. Jika Academy berfokus pada dasar coding, desain, dan bisnis selama sekitar 10 bulan, Institute membawa peserta ke level spesialisasi yang lebih dalam. Bidang yang ditawarkan mencakup game development, artificial intelligence, hingga development operations. Dengan model ini, perjalanan belajar menjadi lebih terstruktur, dari fondasi hingga keahlian yang siap digunakan di industri.

Program Apple Developer Institute sudah mulai berjalan di beberapa kota di Indonesia. Game Development Institute lebih dulu hadir di Batam sejak 2025, sementara program AI di Surabaya dan DevOps di Tangerang mulai berjalan pada 2026. Setiap lokasi dirancang untuk fokus pada bidang tertentu sesuai kebutuhan industri.

Pendekatan ini membuat pembelajaran lebih mendalam, karena setiap institusi memiliki spesialisasi yang jelas.

Lahirkan aplikasi dan startup dari Indonesia

Dampak dari program ini sebenarnya sudah mulai terlihat dari Apple Developer Academy. Lebih dari 350 aplikasi telah diluncurkan oleh alumni di App Store, dan hampir 100 startup teknologi lahir dari program ini. Bahkan, banyak lulusan yang berhasil masuk ke berbagai sektor industri, dari kesehatan hingga edukasi.

Salah satu contoh adalah aplikasi edukasi aksara Jawa hingga solusi kesehatan berbasis teknologi, yang menunjukkan bahwa inovasi lokal bisa memiliki dampak global.

Angkatan pertama yang istimewa

Leastrik, peserta angkatan pertama Apple Development Institute (IDN Times/Fatkhur Rozi)

Apple Development Institute telah resmi hadir dan memiliki beberapa peserta di angkatan pertama. Di antara banyaknya peserta, ada beberapa yang berhasil membuat produk menarik bagi pengguna.

Salah satu peserta angkatan pertama Apple Developer Institute adalah DariData. Ia adalah aplikasi mobile berbasis AI yang dikembangkan oleh tim berisi lima orang lulusan Apple Developer Academy, dan peserta aktif Apple Developer Institute for Entrepreneurship. Aplikasi ini dirancang untuk membantu usaha kecil di Indonesia mengubah data penjualan dan inventaris mereka menjadi insights bisnis yang dapat ditindaklanjuti.

Sejak diluncurkan, DariData telah memberikan dampak yang luar biasa, kini melayani lebih dari 13.000 usaha kecil dan menengah, dengan lebih dari 20.000 pengguna aktif mingguan. Aplikasi ini telah memperoleh kemitraan dengan platform point-of-sale terkemuka di Indonesia, yang semakin memperluas jangkauannya di ekosistem UKM Indonesia yang berkembang pesat. Dengan keamanan data yang ditangani melalui Apple Keychain dan CryptoKit, serta pengalaman pengguna yang mulus melalui SwiftUI, DariData menjadi contoh nyata bagaimana pengembangan aplikasi dapat mendorong pemberdayaan ekonomi yang sesungguhnya. Aplikasi ini telah tersedia di App Store, dan terus berkembang sebagai alat kecerdasan bisnis yang terpercaya bagi para wirausahawan Indonesia.

Lalu ada Leastric yang merupakan salah satu startup asal Indonesia yang berdedikasi untuk memantau dan mengelola penggunaan listrik di mana saja dan kapan saja. Lahir dari masalah sehari-hari yang sangat relevan, yaitu seorang pemilik rumah menghadapi tagihan listrik yang berlipat ganda tanpa tahu alasan di baliknya, Leastric hadir untuk membantu pengguna mengungkap pemborosan energi dan mengambil tindakan yang berarti.

Platform ini mengotomatiskan pengumpulan data listrik di gedung, memungkinkan pengguna untuk melihat dan menganalisis konsumsi mereka secara real time dengan mudah. Sebagai lulusan Apple Developer Academy Tangerang tahun 2019, Leastric telah berkembang menjadi solusi manajemen energi komprehensif yang melayani berbagai klien, termasuk gedung pemerintahan, kantor, properti residensial, sekolah, pabrik, dan ruang komersial seperti ruko dengan penyewa di seluruh Jakarta.

Type Caster, peserta angkatan pertama Apple Development Institute (IDN Times/Fatkhur Rozi)

Dari sektor gaming ada TypeCaster yang jadi andalan. Ia adalah game Action RPG berbasis mengetik, di mana kemampuan mengetik dengan cepat dan presisi jadi senjata andalan pemain. Pemain mengambil peran sebagai pencuri kelas teri yang berubah menjadi penyihir agung, bertarung melawan musuh dan melemparkan mantra dengan cara mengetiknya secara real time; dengan sebuah twist: salah ketik akan membuat pemain terkena stun, dan pemain tidak bisa menghapus apa yang sudah mereka ketik.

Game ini dibagi menjadi tiga babak, mengikuti perjalanan karakter dari seorang pencuri biasa menjadi penyihir agung. Dengan 14 bos dan 4 hingga 6 jam gameplay, TypeCaster dijadwalkan untuk diluncurkan di App Store tahun ini (2026). Apple Developer Institute for Games memainkan peran yang sangat penting dalam membentuk TypeCaster menjadi seperti sekarang. Tim yang terdiri dari delapan orang, yakni tiga programmer, tiga seniman, satu animator, dan satu product manager, pertama kali bertemu selama tahun pertama mereka di Apple Developer Academy di BINUS Tangerang, di mana mereka membangun prototipe awal.

Apple Development Institute juga membawa mereka ke acara-acara besar seperti Jakarta Game Festival, Indonesia Game Developer Exchange, G2G, dan Tokyo Indie Games Summit 2026, memperkenalkan game ini kepada ribuan pemain baru dan mendapat julukan "The Most Evil Typing Game Ever."

Akses global lewat App Store

Salah satu keunggulan dari ekosistem Apple adalah akses ke pasar global. Melalui App Store, aplikasi yang dikembangkan oleh peserta bisa menjangkau lebih dari 800 juta pengguna setiap minggu di lebih dari 175 negara. Hal ini membuka peluang besar bagi developer Indonesia untuk bersaing di tingkat internasional. Dengan akses ini, ide lokal tidak lagi terbatas pada pasar domestik.

Kehadiran Apple Developer Institute menandai babak baru dalam pengembangan talenta digital di Indonesia. Bukan hanya belajar membuat aplikasi, tetapi juga membangun solusi nyata, menciptakan bisnis, dan berkontribusi pada ekosistem teknologi global. Dengan dimulainya cohort pertama ini, Apple tidak hanya membawa program pendidikan, tetapi juga membuka jalan bagi generasi developer Indonesia untuk melangkah lebih jauh, dari lokal ke global.

Editorial Team