Ada satu momen yang cukup sering saya alami saat menggunakan tablet, layar terasa kurang lega untuk kerja serius, tapi bodinya justru terlalu besar untuk dibawa santai. Redmi Pad 2 Pro mencoba mengisi celah itu. Saat pertama kali saya gunakan, tablet ini langsung memberi kesan bahwa ia tidak hanya ingin jadi perangkat hiburan, tetapi juga alat produktivitas yang benar-benar dipikirkan matang.
Xiaomi seolah ingin menjadikan Redmi Pad 2 Pro sebagai “middle device” untuk banyak peran. Ia bisa jadi layar kedua untuk bekerja, kanvas digital untuk berkarya, sekaligus perangkat hiburan saat waktu senggang. Pendekatan ini terasa relevan dengan gaya hidup digital yang makin fleksibel.
Selama beberapa waktu penggunaan, saya mencoba melihat sejauh mana Redmi Pad 2 Pro mampu memenuhi janji tersebut, tidak hanya lewat spesifikasi, tetapi juga lewat pengalaman nyata sehari-hari.
