Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Galaxy S25 Ultra
Galaxy S25 Ultra (samsung.com)

Intinya sih...

  • Samsung fokus pada Galaxy AI dan pemrosesan gambar

  • Persaingan kamera low light semakin sengit di segmen flagship

  • Menantikan pembuktian melalui agenda Galaxy Unpacked yang dijadwalkan pada 25 Februari 2026

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Menghitung hari jelang agenda Galaxy Unpacked, Samsung mulai tebar klue melalui unjuk kemampuan fotografi malam pada smartphone flagship terbarunya. Lewat teaser yang diunggah di akun X Samsung Amerika Serikat (@SamsungMobileUS) pada 13 Februari 2026, perusahaan tersebut menampilkan visual yang menekankan hasil foto malam tetap terang dan hidup meski di kondisi minim cahaya. Pesan “vibrant night even in low light” dijadikan sebagai benang merah sekaligus positioning Nightography yang selama ini melekat pada seri Galaxy S.

Walau teaser tersebut tidak secara gamblang menyebut model perangkat yang dimaksud, banyak pengamat memperkirakan sorotannya mengarah pada varian tertinggi, yakni Galaxy S26 Ultra. Dugaan ini sejalan dengan pola sebelumnya, di mana seri Ultra biasanya membawa konfigurasi kamera paling canggih dibandingkan model reguler dan Plus. Berikut rangkuman informasi penting terkait teaser yang telah dibagikan tersebut.

1. Samsung berfokus pada Galaxy AI dan pemrosesan gambar

Fitur Nightography pada Samsung Galaxy S24 (samsung.com)

Dalam teaser tersebut, Samsung juga menyematkan pesan "next level of Nightography with Galaxy AI" yang mengindikasikan peran AI dalam proses pengolahan gambar. Di bagian video juga tercantum tulisan “This Content was generated With Assistance of AI Tools” yang menandakan bahwa materi promosi dibuat menggunakan bantuan AI. Detail tersebut mengisyaratkan bahwa Samsung akan mengoptimalkan peran AI dalam ekosistem produknya.

Teknologi AI dapat membantu menghasilkan foto malam yang lebih terang, detail, dan seimbang berdasarkan komposisi warna. Pendekatan ini konsisten dengan tren industri smartphone yang semakin mengandalkan computational photography. Di sisi lain, penggunaan AI dalam fotografi malam juga berpotensi meningkatkan stabilitas hasil gambar dalam kondisi pencahayaan kompleks. Penggabungan multi-frame, pengurangan noise, dan optimasi dynamic range menjadi aspek yang kemungkinan diperkuat pada generasi terbaru ini.

2. Persaingan kamera low light semakin sengit di segmen flagship

teaser Samsung memamerkan kualitas kamera low light Galaxy S26 Ultra (x.com/@SamsungMobileUS)

Saat ini, persaingan fotografi malam di kategori smartphone flagship semakin ketat dengan hadirnya berbagai smartphone yang mengusung sensor kamera berukuran besar. Beberapa kompetitor bahkan menonjolkan kemampuan menangkap cahaya lebih banyak sebagai keunggulan utama dalam kondisi low light. Dalam konteks ini, teaser Samsung dapat dilihat sebagai respons terhadap tren pasar yang semakin menitikberatkan performa kamera malam.

Namun, klaim performa kamera yang ditampilkan dalam teaser tetap perlu dibuktikan melalui pengujian langsung setelah perangkat resmi diluncurkan. Publik biasanya akan menilai kualitas fotografi malam berdasarkan hasil nyata. Oleh karena itu, ekspektasi terhadap Galaxy S26 Ultra akan sangat bergantung pada performa riil saat digunakan dalam berbagai kondisi pencahayaan.

3. Menantikan pembuktian melalui agenda Galaxy Unpacked yang dijadwalkan pada 25 Februari 2026

Galaxy Unpacked 2026 (samsung.com)

Peluncuran seri Galaxy S26 yang dijadwalkan pada 25 Februari 2026 dalam ajang Galaxy Unpacked diperkirakan akan mengungkap detail lengkap terkait peningkatan kamera dan fitur AI terbaru. Teaser yang dirilis sebelumnya dapat dipahami sebagai bagian dari pemanasan sekaligus strategi pemasaran untuk membangun antusiasme publik. Hal ini juga memperlihatkan kamera masih menjadi fokus utama dalam pengembangan flagship sebagai arah inovasi yang telah dibangun sejak generasi sebelumnya.

Apabila kualitas fotografi malam benar-benar menghadirkan peningkatan yang signifikan, maka kampanye Nightography yang digaungkan berpotensi sejalan dengan performa produk di dunia nyata. Sebaliknya, jika peningkatan yang ditawarkan cenderung bersifat incremental atau lebih menonjol pada sisi promosi, publik kemungkinan akan menanggapinya secara lebih kritis. Situasi ini terbilang wajar mengingat persaingan di segmen smartphone flagship semakin ketat, terutama dalam hal kemampuan kamera low light. Berbagai produsen kini berlomba menghadirkan inovasi fotografi malam yang lebih optimal, baik melalui hardware maupun pemrosesan berbasis AI.

Oleh karena itu, Galaxy Unpacked akan menjadi momen penting untuk melihat sejauh mana klaim Nightography berbasis Galaxy AI benar-benar terealisasi dalam penggunaan nyata. Melalui pengenalan resmi dan demonstrasi fitur, publik dapat menilai keseimbangan antara peningkatan perangkat keras kamera dan optimalisasi pemrosesan gambar berbasis kecerdasan buatan. So, mari tunggu saja!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team