Meski kapasitas penyimpanan internal di HP dan laptop terus membesar, dan layanan penyimpanan cloud semakin populer karena kemudahannya, flashdisk dan kartu SD tetap punya tempat tersendiri. Bukan tanpa alasan, keduanya tetap diandalkan sampai sekrang terutama untuk transfer file cepat antar perangkat atau sekadar tempat menyimpan cadangan file-file penting. Selain itu, keduanya juga menggunakan flash memory, sehingga lebih tahan banting. Namun bukan berarti flashdisk dan kartu SD bebas dari kerusakan sepenuhnya, karena sama seperti perangkat penyimpanan lainnya, keduanya juga memiliki batas pemakaian. Berikut ulasan lengkapnya.
Seberapa Lama Usia Pakai Flashdisk dan Kartu SD?

1. Bagaimana cara menghitung usia pakai flashdisk dan kartu SD
Berbeda dengan HDD yang menyimpan data menggunakan piringan magnetik yang berputar, penyimpanan berbasis flash memory seperti flashdisk dan kartu SD bekerja dengan cara menjebak muatan listrik di dalam transistor khusus. Inilah mengapa keduanya lebih tahan terhadap benturan dan medan magnet. Namun kekurangannya, sel memori di dalam flash memory memiliki "usia pakai" terbatas yang diukur dalam satuan siklus program dan hapus (P/E cycles).
2. Daya tahan flashdisk dan kartu SD tergantung pada jenis NAND yang dipakai
Daya tahan flashdisk dan kartu SD sangat bergantung pada jenis NAND flash yang digunakan. SLC menjadi yang paling awet dengan sekitar 100,000 siklus, tapi kapasitasnya kecil dan harganya mahal. Sementara itu, MLC dan TLC yang lebih umum dijumpai hanya mampu bertahan sekitar 10,000 dan 3,000 siklus. SD Association menyebut bahwa kartu SD generasi terkini bisa bertahan setidaknya 10 tahun dalam kondisi pemakaian normal dan flashdisk pun memiliki usia pakai yang kurang lebih serupa.
3. Sejumlah brand flashdisk dan kartu SD “menutupi” jenis NAND yang digunakan
Sayangnya, mayoritas brand flashdisk dan kartu SD lebih suka menggunakan label marketing seperti "Ultra" atau "Extreme" yang tidak benar-benar menjelaskan kemampuan produknya. Hanya sebagian kecil brand seperti SanDisk dengan lini High Endurance-nya yang secara jujur menjelaskan bahwa produknya dirancang untuk kebutuhan spesifik seperti perekaman video terus-menerus pada kamera CCTV atau dashcam.
4. Jika jarang digunakan, data bisa hilang secara perlahan
Flashdisk dan kartu SD merupakan penyimpanan non-volatile yang artinya, data tetap tersimpan meski tidak ada aliran listrik. Namun, bukan berarti keduanya bisa menyimpan data selamanya. Penyimpanan berbasis flash memory memiliki batas retensi data tersendiri, sehingga tak heran jika flashdisk dan kartu SD bisa kehilangan data secara perlahan jika tidak pernah dicolok. Agar lebih aman, colokkan keduanya sesekali di port masing-masing.
5. Jangan sepelekan eject
Selain itu, hindari menyimpan flashdisk atau kartu SD di tempat yang terlalu panas, dingin, atau lembap karena kondisi ekstrem bisa memperpendek usianya. Satu hal lagi yang sering disepelekan adalah mencabut keduanya tanpa melakukan eject terlebih dahulu. Meski tidak selalu langsung merusak, kebiasaan ini bisa merusak indeks file sehingga sebagian data jadi tidak bisa terbaca. Jadi, meskipun flashdisk dan kartu SD terkesan awet, ada beberapa hal sederhana yang perlu diperhatikan agar data kamu tetap aman.
Itulah tadi ulasan mengenai seberapa lama usia pakai flashdisk dan kartu SD. Semoga ulasan di atas bisa membantumu lebih memahami usia pakai flashdisk dan kartu SD, sekaligus mengetahui cara agar keduanya lebih awet.