Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WhatsApp Strict Account Settings
WhatsApp Rilis Fitur Strict Account Settings (dok. Meta)

Intinya sih...

  • WhatsApp merilis fitur Strict Account Settings untuk memberikan perlindungan ekstra terhadap ancaman siber yang semakin canggih.

  • Fitur ini adalah gaya lockdown yang mengunci pengaturan akun ke mode paling ketat, membatasi beberapa fungsi aplikasi, dan awalnya ditujukan kepada pengguna yang berisiko menjadi sasaran serangan siber canggih.

  • WhatsApp menggunakan bahasa pemrograman Rust dalam infrastruktur mereka untuk meningkatkan keamanan data, termasuk foto, video, dan pesan dari potensi serangan seperti spyware.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Privasi dalam komunikasi digital makin jadi perhatian utama pengguna di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Menyadari hal itu, WhatsApp baru-baru ini memperkenalkan fitur baru bernama Strict Account Settings yang dirancang untuk memberi perlindungan ekstra terhadap ancaman siber yang semakin canggih. Fitur ini diumumkan lewat blog resmi WhatsApp dan akan diluncurkan secara bertahap dalam beberapa minggu ke depan.

WhatsApp menegaskan bahwa hak untuk memiliki percakapan yang privat, seperti berbicara secara langsung di kehidupan nyata, adalah prinsip yang tak boleh dikompromikan. Selama ini, platform ini sudah melindungi pesan, foto, video, dan panggilan dengan enkripsi end-to-end, sehingga hanya pengirim dan penerima yang bisa melihat isi percakapan. Namun, ada situasi di mana beberapa pengguna, seperti jurnalis atau tokoh publik, membutuhkan lapisan keamanan ekstra di luar proteksi standar tersebut.

Apa Itu “Strict Account Settings”?

ilustrasi aplikasi WhatsApp (unsplash.com/appshunter.io)

Strict Account Settings adalah fitur gaya lockdown yang ketika diaktifkan akan mengunci berbagai pengaturan akun ke mode paling ketat demi mengurangi kemungkinan serangan siber tingkat tinggi. Dalam mode ini, WhatsApp akan membatasi beberapa fungsi aplikasi, seperti memblokir lampiran dan media dari nomor yang tidak ada di kontak, serta membatasi cara kerja tertentu yang dianggap berisiko.

Pendekatan ini sejalan dengan strategi perlindungan yang semakin populer di kalangan platform teknologi besar lainnya. Misalnya, perusahaan seperti Apple dan Google juga telah lebih dulu menyediakan mode keamanan tambahan untuk pengguna yang mungkin menjadi target serangan siber canggih.

Beri Keamanan Lebih ke Pengguna

WhatsApp menjelaskan bahwa Strict Account Settings awalnya ditujukan kepada pengguna yang berisiko menjadi sasaran serangan siber canggih, seperti wartawan, aktivis, tokoh publik, atau siapa pun yang merasa profilnya bisa menarik perhatian pihak yang tidak bertanggung jawab. Fitur ini bisa menjadi lapisan perlindungan tambahan di luar enkripsi end-to-end yang sudah ada.

Namun, menariknya, fitur ini bukan eksklusif untuk kelompok tertentu saja. Siapa pun pengguna WhatsApp dapat mengaktifkannya melalui jalur:

Settings > Privacy > Advanced di aplikasi mereka ketika fitur ini tersedia.

Saat fitur Strict Account Settings aktif, beberapa fungsi WhatsApp akan bekerja lebih terbatas dibandingkan biasanya. Lampiran media seperti foto atau video dari nomor yang tidak dikenal akan otomatis diblokir, panggilan masuk dari nomor asing bisa dibisukan atau dibatasi, dan pratinjau tautan dan detail profil mungkin disembunyikan dari pengguna yang tidak dikenal.

Perubahan ini tentu bisa terasa lebih restriktif dibanding pengaturan default karena memang tujuan utamanya untuk mengurangi vektor serangan digital dan melindungi informasi pribadi dari eksploitasi yang kompleks.

Teknologi di Balik Perlindungan Lebih Kuat

ilustrasi chat di grup Whatsapp (pexels.com/cottonbro studio)

WhatsApp juga menyebut penggunaan bahasa pemrograman Rust dalam bagian tertentu dari infrastruktur mereka sebagai salah satu cara untuk meningkatkan keamanan data, termasuk foto, video, dan pesan dari potensi serangan seperti spyware.

Rust dikenal di kalangan pengembang karena keamanan memori yang kuat, yang dapat membantu mencegah eksploitasi umum yang sering dimanfaatkan oleh perangkat lunak berbahaya.

Dengan peluncuran Strict Account Settings pengguna punya opsi untuk memilih tingkat proteksi yang lebih tinggi jika mereka merasa berada dalam posisi yang rentan terhadap ancaman siber. Bagi pengguna yang memiliki kekhawatiran soal potensi serangan siber atau yang aktif dalam percakapan sensitif, fitur ini menjadi opsi nyata untuk meningkatkan ketenangan saat chatting di WhatsApp.

Editorial Team