Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Game Co-op yang Sudah Tidak Lagi Bisa Dimainkan dan Alasannya
Rumbleverse (dok. Iron Galaxy)
  • Beberapa game co-op populer seperti Anthem, Rumbleverse, dan Dauntless kini tidak bisa dimainkan lagi karena server mereka resmi dimatikan oleh pengembangnya.
  • Penutupan server membuat mode online dan fitur mabar lintas platform di game-game tersebut hilang, bahkan beberapa tanpa opsi offline sama sekali.
  • Meski ada yang masih bisa dimainkan lewat versi fisik lama seperti White Knight Chronicles, mayoritas game co-op ini kini hanya tinggal kenangan bagi para pemainnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Fitur co-op membuat game jadi lebih seru. Tak peduli game itu adalah game luar biasa bagus atau yang biasa saja, berkat internet, pemain bisa mabar dengan teman atau keluarga kapan pun dan di mana pun. Sayangnya, beberapa game co-op di luar sana harus lenyap karena server-nya dimatikan atau peredarannya ditarik dari toko digital. Tidak hanya co-op online, game dengan fitur co-op lokal secara split-screen juga jadi sulit dicari dan dibeli meski bisa digunakan mabar tanpa koneksi internet. Berikut beberapa di antaranya.

1. Anthem

Anthem dirilis pada 2019 untuk PS4, Xbox One dan PC sebagai proyek besar berikutnya dari BioWare. Game ini membawa sistem class di mana pemain mengenakan armor exo-suit bernama Javelin dan terbang bebas di area terbuka layaknya Iron Man. Sayangnya, perilisan yang berantakan dan rencana konten yang tidak jelas membuat game ini kehilangan momentum. Meski sempat berusaha dipertahankan, pengembangan untuk konten baru sepenuhnya berhenti pada 2021 dan server-nya dimatikan di awal tahun ini. Karena tidak punya mode offline sama sekali, game co-op hingga empat pemain ini jadi tidak bisa dimainkan lagi.

2. Rumbleverse

Rumbleverse merupakan game gulat free-to-play yang sempat rilis di banyak platform pada Agustus 2022, tapi umurnya pendek karena server-nya resmi mati pada Februari 2023. Pada game ini, pemain bisa bertarung secara online dalam mode solo atau duo, dengan formula battle-royale. Artinya, pemain saling bergulat dan baku hantam hingga tersisa satu pemain sebagai pemenang. Latar kota yang terbuka dan combat melee membuat game ini berbeda di tengah lautan game battle-royale lain, namun sayangnya, keunikan itu ternyata belum cukup untuk mempertahankan game ini.

3. White Knight Chronicles

White Knight Chronicles menawarkan mode campaign di mana pemain bisa berpetualang, melawan monster dengan party mereka dalam sistem combat ala MMO atau memanggil ksatria raksasa mirip mecha untuk diajak bertarung. Selain mode campaign, ada juga mode online dengan fitur co-op yang memungkinkan pemain untuk membuat karakter sendiri dan menjalani misi-misi terpisah. Lalu pada 2011, sekuelnya hadir, namun server online untuk keduanya ditutup pada 2013. Meski sulit dimainkan di konsol modern secara native, game ini setidaknya masih bisa dinikmati lewat PS3 bagi pemain yang masih memiliki versi fisiknya.

4. Dauntless

Dirilis pada 2019, Dauntless diposisikan sebagai game alternatif Monster Hunter dengan kontrol yang lebih mudah dipahami dan tingkat kesulitan yang lebih ramah untuk pemain baru. Lewat game ini, pemain bisa mabar lintas platform (cross-play), membentuk tim berisi empat pemain, lalu berburu dan mengalahkan berbagai monster raksasa. Pilihan senjatanya pun bervariasi seperti kapak, pedang hingga palu, dan masing-masing punya pola serangan serta skill yang berbeda. Di antara game “kloningan” Monster Hunter lainnya, Dauntless jadi salah satu yang paling populer, tapi perjalanannya berakhir ketika server-nya dimatikan pada 2025.

5. Magic: Legends

Magic: Legends merupakan contoh game yang secara teknis tidak pernah dirilis secara maksimal. Game ini sempat dirilis dalam versi beta di PC pada Maret 2021, sebelum akhirnya dibatalkan pada Oktober di tahun yang sama. Secara konsep, game ini mirip Diablo dengan perspektif top-down, bisa dimainkan sendiri atau co-op bersama teman dan isinya pertarungan melawan banyak musuh yang seakan tidak habis-habis. Yang menarik, pemain membangun deck untuk mengisi slot skill, lalu setiap kali sebuah kartu digunakan, sistem cooldown berjalan dan kartu lain dari tangan akan masuk untuk menggantikannya. Sayangnya, ide unik itu belum cukup kuat untuk melanjutkan pengembangan game ini.

Demikian tadi ulasan mengenai beberapa game co-op yang sudah tidak lagi bisa dimainkan. Pernah memainkan game-game di atas?

Editorial Team