Selama tiga dekade terakhir, industri gaming terus dibanjiri berbagai inovasi. Sebagian berkembang menjadi fitur standar yang masih digunakan sampai sekarang, sementara yang lain perlahan ditinggalkan karena sudah tidak relevan lagi. Di era gaming modern, fitur-fitur lama itu ternyata masih sering muncul dan fitur yang dulu terasa keren serta revolusioner kini malah terlihat ketinggalan jaman dan harus segera dipensiunkan. Fitur apa saja itu? Berikut daftarnya.
7 Fitur Game yang Dulu Brilian Tapi Kini Harus Segera Dipensiunkan

Intinya sih...
Pertempuran acak sudah tidak relevan di era gaming modern, merusak tempo permainan.
Batas dunia yang tidak masuk akal dalam game open-world membuat pengalaman bermain terganggu.
Tutorial yang dipaksakan dan fitur save point sudah ketinggalan zaman, perlu digantikan dengan fitur yang lebih fleksibel.
1. Pertempuran acak
Fitur random encounter atau pertempuran acak yang dulu menjadi tulang punggung banyak game JRPG di tahun 90-an sudah tidak relevan lagi di era gaming modern, mengingat visual game saat ini sudah cukup canggih untuk menampilkan musuh di medan secara jelas tanpa harus muncul secara tiba-tiba. Game seperti Octopath Traveler yang masih menggunakan fitur ini malah merusak tempo permainan, karena pemain yang hanya ingin berpindah area lain seakan dipaksa untuk terus-menerus melawan musuh yang sama hanya demi mengulur durasi gameplay.
2. Batas dunia
Salah satu masalah di game open-world saat ini adalah batas dunia yang terasa tidak masuk akal. Jika ingin membatasi dunia di dalam game, seharusnya ada alasan yang jelas kenapa pemain tidak bisa melewati batas yang telah ditentukan, seperti Dragon’s Dogma 2 yang punya lautan berisi Brine yang akan langsung menelan pemain jika berenang terlalu jauh atau The Witcher 3 yang memperingatkan bahwa area di depan terlalu berbahaya. Sayangnya, kebanyakan game terkini tidak ingin repot-repot melakukan itu. Sering kali batas dunia hanya berupa kayu kecil atau tembok rendah yang jelas-jelas bisa dilompati.
3. Tutorial yang dipaksakan
Tutorial di game modern sudah terlalu membosankan dan seakan merendahkan kecerdasan pemain, apalagi di 2025 ketika anak kecil sekalipun sudah sangat terbiasa dengan bermain game dan memahami kontrol dasar. Ada banyak game terkini yang masih memaksa pemain melewati tutorial super dasar seperti cara menggerakkan karakter, membidik senjata atau menyerang musuh. Alhasil, bagian awal game jadi terasa membosankan. Solusi paling ideal adalah memberikan arena atau mode latihan yang bebas diakses untuk bereksperimen dan menyediakan opsi untuk melewati tutorial.
4. Batas beban yang bisa dibawa
Batas berat yang bisa dibawa karakter di dalam game awalnya dibuat agar karakter pemain jauh lebih realistis. Sekarang ada semakin banyak game yang menggunakan fitur ini dan malah terasa mengganggu sekaligus membuat pengalaman bermain jadi semakin ribet. Masalah semacam itu sering terjadi di game Soulslike yang memaksa karakter pemain bergerak lambat karena membawa item dalam jumlah banyak demi alasan “realistis”, padahal di saat yang sama pemain bisa melakukan hal tidak masuk akal lainnya. Karenanya, selama bukan game simulasi kehidupan nyata, fitur seperti batas berat hanya jadi penghalang yang tidak perlu.
5. Save point
Fitur save point di game saat ini sudah ketinggalan zaman, karena fitur ini dulu muncul sebagai solusi di era tahun 90-an setelah selama bertahun-tahun, pemain dipaksa mengulang dari awal ketika mati. Kini meski banyak game modern sudah memiliki fitur auto-save dan dukungan menyimpan progress permainan kapan saja, masih ada banyak game terutama game horor survival dan RPG yang menggunakan save point atau area tertentu untuk menyimpan progress permainan. Fitur save point harusnya jadi warisan masa lalu yang tidak perlu dipertahankan lagi dan sebaiknya digantikan fitur save yang lebih fleksibel.
6. QTE alias Quick Time Event
Fitur Quick Time Event atau QTE yang muncul di awal tahun 2000-an sempat dianggap sebagai terobosan besar dalam industri gaming. Sekarang, QTE tidak lagi menarik karena alih-alih membuat adegan menjadi lebih seru, fitur ini malah merusak pengalaman bermain. Contoh terbaru adalah Final Fantasy 16 yang memiliki pertarungan melawan bos yang spektakuler, tapi ketika pertempuran monster raksasa malah dibuat membosankan karena hanya memencet tombol tertentu di waktu yang tepat. Dengan teknologi yang sudah semakin mau, developer harusnya bisa membuat pemain benar-benar memainkan momen epik semacam itu.
7. Open-world
Sejak akhir tahun 2000-an, industri gaming seperti terjangkit tren open world. Memang ada yang berhasil seperti Elden Ring atau Kingdom Come Deliverance 2, tapi banyak juga yang malah jadi membosankan dengan misi-misi standar yang dibuat hanya untuk menghabiskan waktu, contohnya seri Assassin's Creed dan Far Cry. Alhasil, open-world yang awalnya konsep fresh makin lama makin terasa usang. Game-game open-world saat ini mulai kehilangan identitasnya karena semuanya terasa mirip dan semoga kedepannya, para developer lebih berani eksplorasi berbagai format gameplay, alih-alih hanya terpaku pada satu formula yang sudah jenuh.
Itulah tadi ulasan mengenai beberapa fitur game yang dulu brilian tapi kini harus segera dipensiunkan. Dari 7 fitur di atas, mana yang menurutmu sudah paling tidak relevan dengan industri gaming saat ini?