Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Alasan Kenapa Extraction Shooter Mengungguli Game Hero Shooter di 2026
ARC Raiders (dok. Embark Studios)
  • Genre extraction shooter berkembang pesat dengan elemen baru seperti mech dan gerombolan musuh, membuatnya lebih menarik serta mudah diakses oleh pemain baru dibanding hero shooter.
  • Hero shooter mulai kehilangan daya tarik karena minim inovasi dan gameplay yang terasa monoton, sementara pemain mencari pengalaman tembak-menembak yang lebih segar dan dinamis.
  • Extraction shooter unggul berkat gameplay tak terduga, cocok untuk live streaming, serta fleksibel bagi pemain kasual maupun hardcore yang ingin bermain tanpa tekanan kompetitif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Genre extraction shooter tengah menjadi tren besar di industri game dan banyak pemain mulai membandingkannya dengan hero shooter, genre yang sempat meledak popularitasnya di pertengahan 2010-an. Kini, ada semakin banyak pemain yang beralih ke game extraction shooter, sehingga masa depan game hero shooter pun mulai dipertanyakan. Beberapa game seperti Overwatch dan Marvel Rivals memang masih berhasil bertahan dan relevan hingga sekarang, tapi pergeseran selera pemain jelas nyata adanya. Berikut sejumlah alasan mengapa game extraction shooter mengungguli game hero shooter di 2026.

1. Extraction shooter telah berevolusi

ARC Raiders (dok. Embark Studios)

Dibandingkan hero shooter yang sudah ada selama beberapa dekade, extraction shooter sebenarnya merupakan genre yang masih sangat muda. Hero shooter sendiri menawarkan konsep tim yang memiliki karakter berbeda-beda dengan peran unik masing-masing, sehingga menciptakan beragam gaya bermain dalam satu match. Extraction shooter pun tak kalah menarik perkembangannya di mana genre yang awalnya identik dengan gameplay lambat, hati-hati dan penuh perhitungan ini kini telah berevolusi. Kini, hadir elemen seperti mech raksasa dan gerombolan musuh yang harus dihabisi, yang mana itu membuat genre ini menjadi semakin beragam dan terbuka bagi pemain baru yang belum pernah meliriknya sama sekali.

2. Hero shooter mulai tampak lelah

Genre hero shooter sudah lama menghadapi tekanan berat. Buktinya, game seperti Concord dan Highguard gagal bertahan meski didukung modal besar, karena pemain mulai bosan dengan pengalaman bermain yang monoton tanpa inovasi berarti. Persepsi pemain terhadap hero shooter pun terus memburuk, hingga banyak yang menyebutnya sedang “sekarat”. Tak heran, extraction shooter kemudian muncul sebagai pelarian yang masuk akal. Meski tidak selalu punya sistem class seperti hero shooter, genre ini tetap menawarkan gameplay tembak-menembak yang fresh dan belum pernah ada sebelumnya.

3. Aksesibilitas

Hunt: Showdown 1896 (dok. Crytek)

Salah satu tantangan terbesar di dalam pasar game shooter adalah soal aksesibilitas. Game sebagus apapun bisa gagal menarik pemain jika terlalu sulit dipahami sejak awal. Hero shooter misalnya, bisa terasa cukup mengintimidasi karena pemain harus menghafal banyak karakter sekaligus memahami dinamika tim yang kompleks. Itu sangat jauh berbeda dari extraction shooter yang konsepnya jauh lebih mudah dicerna di mana pemain masuk ke map, mengumpulkan loot, lalu berjuang untuk kabur. Meski ada banyak lapisan strategi di baliknya, inti gameplay-nya tetap sederhana, sehingga lebih mudah dinikmati oleh pemain dari berbagai kalangan.

4. Gameplay sulit ditebak

Siapa pun yang pernah memainkan game hero shooter pasti tahu betapa cepatnya terasa membosankan. Extraction shooter hadir sebagai jawaban atas kejenuhan itu. Genre ini membuang hampir semua aturan baku dan membiarkan pemain menentukan sendiri bagaimana jalannya match, sehingga setiap momen terasa organik dan lahir dari keputusan pemain itu sendiri. Inilah yang membuat konsep gameplay yang sulit ditebak begitu relevan dan menjadi alasan di balik meningkatnya popularitas extraction shooter di 2026. Kini, pemain lebih mendambakan pengalaman bermain yang hidup dan penuh kejutan, bukan sekadar mengulang pola yang sama.

5. Sempurna untuk live streaming

Escape from Tarkov (dok. Battlestate Games)

Popularitas game dan budaya live streaming sudah lama berjalan beriringan. Hal tersebut terlihat jelas dari ramainya game hero shooter di pertengahan 2010-an, di mana banyak game besar lahir justru karena banyaknya penonton yang menontonnya secara bersamaan. Tren ini terus berkembang dan kini, orang-orang semakin haus akan klip gaming lucu dan momen-momen tak terduga. Di sinilah extraction shooter punya keunggulan alami di mana genre ini hampir selalu menghasilkan situasi yang seru dan kocak secara organik, entah itu obrolan acak dengan sesama pemain atau baku tembak yang kacau dan membuat para penonton ngakak.

6. Cocok untuk pemain kasual maupun hardcore

Berbeda dengan game hero shooter yang sangat bergantung pada kerja sama tim dan skill individu, game extraction shooter menawarkan pengalaman yang lebih fleksibel. Pemain bebas menentukan gaya bermain mereka sendiri, entah itu agresif memburu lawan atau santai mengumpulkan item loot sembari menghindari konflik. Bahkan, kini ada game extraction shooter dengan format single-player seperti Witchfire yang membuktikan bahwa genre ini bisa dinikmati tanpa harus berhadapan dengan pemain lain sama sekali. Game semacam itu jelas menjadi pilihan menarik bagi mereka yang sudah lelah dengan tekanan bermain kompetitif.

Demikian tadi ulasan mengenai beberapa alasan mengapa game extraction shooter mengungguli game hero shooter di 2026. Jika genre hero shooter tidak segera beradaptasi, bukan tidak mungkin jika genre tersebut akan perlahan tergusur dalam beberapa tahun ke depan.

Editorial Team