Narasi dalam game Baldur's Gate 3 terasa lebih epik dan mendalam. (dok. Larian Studios/Baldur's Gate 3)
Baldur's Gate 3 berkutat pada kembalinya kekuatan kegelapan yang menginvasi wilayah Faerûn, sebuah benua di dunia Abeir-Toril yang menjadi pusat peradaban dalam serial Baldur's Gate. Penulis sarankan kamu untuk mendalami dan memahami alur cerita dalam Baldur's Gate 3. Kamu harus memainkan terlebih dahulu Baldur's Gate II: Shadows of Amn dan Baldur's Gate: Descent into Avernus.
Pasalnya, Baldur's Gate 3 terjadi pada 120 tahun setelah game kedua dan beberapa bulan setelah serial rilisan 2019. Oh, ya, kali ini game yang lekat dengan sihir dan monster ini juga digarap langsung oleh Larian Studios. Sebagai catatan, pada seri-seri sebelumnya, game Baldur's Gate selalu dibuat oleh BioWare dan Black Isle Studios.
Seperti diketahui bahwa Larian Studios merupakan developer terkenal yang sudah sukses membuat dan mengembangkan serial Divinity, mulai dari Divine Divinity (2002) hingga Divinity: Original Sin II Definitive Edition (2018). Tentunya gamer dan penggemar juga berharap bahwa Baldur's Gate 3 mampu hadir dengan narasi dan konsep permainan yang tak kalah populer dari serial Divinity. Nah, kali ini ada kekuatan jahat yang kembali menyerang. Karakter yang kamu jalankan sudah dalam kondisi ditawan oleh mind flayers, sosok misterius yang mampu menyebarkan kegelapan dan parasit yang sanggup memengaruhi pikiran banyak makhluk hidup. Oke, perlu diketahui bahwa Baldur's Gate 3 masih mengadopsi konsep yang rumit dan kompleks ketika bicara soal narasi.
Dalam beberapa cerita, gamer tidak bisa sepenuhnya paham karena memang di sini ada begitu banyak lore dan simpangan yang semuanya tidak dijelaskan secara gamblang. Itu sebabnya, kamu masih harus mengorek dan menemukan beberapa jawaban yang mungkin ada di seri-seri lainnya. Bayangkan saja, jarak dari Baldur's Gate II: Shadows of Amn (versi orisinal) ke Baldur's Gate 3 adalah 23 tahun. Penulis pun tidak yakin bahwa gamer RPG veteran masih ingat jelas dengan jalan cerita atau plot yang menghubungkan keduanya. Namun, uniknya, Larian Studios mampu membuat game terbarunya ini menjadi karya yang masih ramah di otak kita meskipun sebagiannya masih saja membingungkan.
Jadi, apakah karakter protagonis yang kamu mainkan bisa menjadi hero? Apa sebetulnya yang menyebabkan kekuatan jahat kembali ke tanah Faerûn? Jika suka dengan RPG kelas berat yang cukup menguras waktumu di dunia nyata, game ini sepertinya bakal cocok untuk kamu mainkan setiap harinya.