Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Beberapa Hal yang Perlu Pemain Ketahui Sebelum Membeli Crimson Desert
Crimson Desert (dok. Pearl Abyss)
  • Crimson Desert menawarkan dunia luas bernama Pywel dengan kisah Kliff yang mencari keluarganya, lalu terseret dalam konflik besar melawan kekuatan gelap yang mengancam seluruh benua.
  • Dikembangkan oleh Pearl Abyss, studio di balik Black Desert Online, game ini berfokus pada pengalaman single-player dengan mekanisme familiar bagi penggemar MMO namun tanpa elemen multiplayer.
  • Game ini menuntut spesifikasi tinggi hingga 150 GB ruang SSD, memakai proteksi Denuvo, serta menghadirkan mode visual berbeda di tiap platform untuk menyesuaikan performa dan kualitas grafis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

2026 tampaknya bakal menjadi tahun yang sangat menarik untuk industri game dan salah satu game yang paling dinanti adalah Crimson Desert. Setelah berbulan-bulan dipromosikan lewat trailer, wawancara dan berbagai cuplikan, antusiasme pemain pun makin tinggi. Sebelum langsung memutuskan untuk membeli game ini, ada beberapa hal penting yang patut diperhatikan, mulai dari cerita dan dunia yang ditawarkan hingga urusan teknis seperti performa dan spesifikasi PC yang dibutuhkan. Berikut ulasan lengkapnya.

1. Cerita

Crimson Desert (dok. Pearl Abyss)

Crimson Desert menghadirkan dunia baru yang luas dan penuh hal menarik untuk dijelajahi. Benua Pywel menjadi tempat untuk berbagai faksi, misteri dan ancaman gelap. Pada game ini, pemain akan mengikuti perjalanan Kliff, seorang pejuang yang berusaha mencari jejak keluarganya yang hilang. Namun, perjalanan yang awalnya terasa sangat pribadi itu perlahan berkembang menjadi petualangan yang jauh lebih besar, ketika ia mulai mengungkap kekuatan gelap yang memengaruhi seluruh benua. Menariknya, dunia di dalam game ini tidak dibangun sebagai satu daratan utuh, melainkan terbagi ke dalam beberapa wilayah berbeda, masing-masing dengan kelompok, rahasia, dan harta karunnya sendiri.

2. Studionya

Nama Pearl Abyss mungkin belum terlalu familiar bagi sebagian pemain, padahal studio ini sudah terbukti sukses di industri game selama lebih dari sepuluh tahun, terutama lewat game MMO andalannya, Black Desert Online. Crimson Desert sendiri awalnya dirancang sebagai prekuel Black Desert Online, tetapi kemudian diarahkan menjadi game single-player tanpa sepenuhnya meninggalkan fondasi desain yang sudah lebih dulu dibangun. Karena itu, banyak sistem dan mekanismenya kemungkinan akan terasa familiar bagi pemain game MMO, hanya saja kali ini tanpa keramaian pemain lain di sekeliling.

3. Spesifikasi PC

Crimson Desert (dok. Pearl Abyss)

Dari berbagai cuplikan gameplay yang sudah beredar, Crimson Desert memang terlihat seperti game yang sangat berat. Untungnya, Pearl Abyss telah mengumumkan spesifikasi PC yang cukup lengkap, mulai dari Minimum, Low, Recommended, High dan Ultra, lengkap dengan target FPS di tiap tingkatnya. Apa pun spesifikasi yang dipakai, pemain tetap harus menyiapkan ruang kosong sebesar 150 GB di SSD. Sementara itu, versi konsol juga menyediakan beberapa pilihan mode visual. Di PS5 dan Xbox Series X ada mode Performance, Balanced, dan Quality, dengan mode Performance menargetkan 60 FPS, sedangkan Xbox Series S hanya kebagian mode Performance dan Quality, dengan mode Performance menyasar 40 FPS pada resolusi 720p.

4. Diproteksi Denuvo

Denuvo sudah lama menjadi momok bagi banyak pemain di PC karena software anti-pembajakan ini sering dianggap membuat performa game menurun. Jadi, ketika diumumkan bahwa Crimson Desert juga akan memakainya, wajar jika banyak pemain langsung khawatir game ini akan mengalami masalah serupa. Menanggapi reaksi tersebut, Pearl Abyss menjelaskan bahwa semua benchmark dan spesifikasi PC yang mereka rilis diambil dari build yang sudah menggunakan Denuvo, bukan dari build lain. Penjelasan tersebut memang sedikit meredakan kekhawatiran pemain, tetapi keputusan untuk baru mengumumkan penggunaan Denuvo menjelang perilisannya tetap mendapat kritik dari para pemain.

5. Genre

Crimson Desert (dok. Pearl Abyss)

Dari trailer yang sudah dirilis, Crimson Desert memang terlihat seperti game RPG yang menonjolkan aksi dan eksplorasi, tetapi sebenarnya identitas game ini sedikit berbeda. Pearl Abyss sendiri lebih menyebutnya sebagai game aksi petualangan, karena elemen RPG-nya tidak terlalu dominan meski tetap ada. Daya tarik utama game ini justru ada pada elemen sandbox yang membuat dunianya terasa seperti “ruang bermain” besar untuk berpetualang dan bereksperimen. Dunia game ini juga terlihat sangat luas untuk dijelajahi, di mana pemain bisa bergerak dari satu ujung ke ujung lain dengan terbang, meluncur atau berkendara tanpa gangguan loading screen maupun cutscene.

6. Karakter playable

Di Crimson Desert, pemain memang akan lebih sering mengikuti perjalanan Kliff Macduff sebagai karakter utama, tapi di beberapa bagian cerita, pemain juga berkesempatan untuk mengendalikan karakter lain, yaitu Damiane dan Oongka. Kliff tetap menjadi karakter paling fleksibel karena bisa menggunakan beragam senjata, kemampuan, dan gaya bertarung, sementara Damiane merupakan karakter yang lebih lincah dan cepat bersejentakan rapier serta pistol, dan Oongka hadir sebagai orc yang mengandalkan serangan berat. Kombinasi ketiganya memberi nuansa seperti berpetualang bersama sebuah party, meski tanpa unsur co-op ala game MMO.

Demikian tadi ulasan mengenai beberapa hal yang perlu diketahui sebelum membeli Crimson Desert. Tertarik meminang Crimson Desert?

Editorial Team