Dirilis awal 2021, It Takes Two langsung meledak karena berhasil membuat co-op terasa benar-benar fresh. Game ini tidak hanya seru dimainkan bersama, tapi juga terus memberi kejutan lewat gameplay yang selalu berubah dan berkembang. Premis tentang pasangan suami istri yang hubungannya di ambang perceraian lalu “terjebak” menjadi boneka memang unik, namun bagi banyak pemain, kekuatan utama game tersebut tetap ada pada desain level-nya. Karenanya, tak heran jika ada banyak game co-op dengan cerita yang kualitasnya sepadan atau bahkan lebih baik dari It Takes Two. Berikut daftarnya.
7 Game Co-op dengan Cerita Lebih Baik dari It Takes Two

Intinya sih...
A Way Out: Cerita gelap dan dewasa membuat game ini jauh lebih berkesan.
Brothers: A Tale of Two Sons: Cerita yang sangat menyentuh dengan gameplay unik.
Children of Morta: Narator piawai membangun momen emosional di sela kegiatan membantai monster.
1. A Way Out
A Way Out merupakan game co-op pertama dari Hazelight Studios sebelum mereka membuat It Takes Two. Cerita game ini langsung dibuka di dalam penjara ketika Leo dan Vincent berusaha kabur bersama. Setelah berhasil meloloskan diri, temponya berubah menjadi kejar-kejaran pemicu adrenalin karena mereka terus diburu pihak berwajib, hingga akhirnya masuk ke babak akhir dengan plot twist yang benar-benar di luar dugaan. Meski mekanisme co-op-nya tidak sekreatif game-game Hazelight yang lebih baru, cerita yang lebih gelap dan dewasa membuat game ini jauh lebih berkesan.
2. Brothers: A Tale of Two Sons
Brothers: A Tale of Two Sons merupakan game buatan Starbreeze Studios yang rilis pada 2013. Game ini disutradarai oleh Josef Fares, pendiri Hazelight Studios sekaligus sutradara It Takes Two. Ceritanya berlatar di dunia fantasi mengenai dua kakak-beradik yang berpetualang mencari obat, dengan gameplay unik karena pemain mengendalikan dua karakter sekaligus menggunakan satu gamepad. Di versi remake-nya yang rilis pada 2024, gameplay-nya diarahkan menjadi game co-op, meski tetap bisa dimainkan seorang diri. Kekuatan versi remake-nya masih sama seperti versi original-nya yaitu cerita yang sangat menyentuh.
3. Children of Morta
Children of Morta merupakan game roguelike tentang keluarga Bergson yang ditakdirkan mencegah kekuatan jahat untuk bangkit kembali dari bawah rumah mereka. Ceritanya disampaikan melalui narator dan keluarga tersebut dihadapkan berbagai cobaan ketika menyelami dungeon demi dungeon. Sebagian besar karakter yang bisa pemain mainkan adalah anggota keluarga dan meski mereka tidak banyak saling berdialog, narator cukup piawai dalam membangun momen-momen emosional di sela kegiatan membantai monster, terutama jika dimainkan secara co-op.
4. Donkey Kong Bananza
Di Donkey Kong Bananza, Donkey Kong ditemani Pauline versi lebih muda yang menumpang di punggungnya. Ketika dimainkan sendiri, Pauline lebih berperan sebagai narator yang mengomentari aksi DK dan menjadi suara DK di cutscene. Tapi jika dimainkan secara co-op, pemain kedua bisa mengendalikan Pauline untuk bernyanyi dan meledakkan berbagai hal menggunakan suaranya. Meski mode co-op di game ini kurang leluasa karena Pauline “terkunci” di punggung DK, ceritanya memiliki kejutan di bagian akhir yang dianggap sebagai salah satu momen paling berkesan dari game rilisan 2025.
5. Ratchet & Clank: All 4 One
Ratchet & Clank: All 4 One menjadi salah satu pilihan terbaik untuk pemain yang menyukai game platformer dengan cita rasa mirip It Takes Two, terutama lewat dinamika antar karakternya. Pada game ini, pemain bisa bermain secara co-op dengan tiga pemain lain dan memilih karakter seperti Ratchet, Clank, Captain Qwark atau Doctor Nefarious yang “terpaksa” bekerja sama untuk menghadapi ancaman yang lebih besar. Komedi antar karakternya membuat kombinasi antar karakter tertentu terasa menyenangkan, sementara gameplay aksinya masih seru seperti game Ratchet & Clank lainnya. Sayangnya, sampai sekarang game ini masih eksklusif di PS3.
6. The Lord of the Rings: War in the North
The Lord of the Rings: War in the North merupakan cerita sampingan yang berjalan bersamaan dengan cerita utama di buku. Jadi, fokus utama ceritanya bukan soal mengejar Sauron dan One Ring, melainkan mengikuti tim petualang yang bekerja sama untuk menggagalkan salah satu Witch King. Tim tersebut terdiri dari Eradan (ranger manusia yang ahli dalam serangan jarak jauh), Farin (dwarf petarung) dan Andrie (elf dengan kekuatan sihir). Alur ceritanya memang cukup linear, tapi tetap seru ketika dimainkan bertiga karena game ini pintar dalam mengisi celah lore dari dalam bukunya.
7. Unravel Two
Unravel merupakan game indie tentang karakter yang terbuat dari benang merah bernama Yarny yang menjalani sebuah petualangan, sementara sekuelnya yang berjudul Unravel Two, menambahkan Yarny warna biru dan menghadirkan mode co-op. Pada game ini, dua pemain akan menjelajahi pedesaan sembari memecahkan tantangan platforming dengan kerja sama, lalu memanfaatkan benang yang jadi bagian dari diri mereka untuk memanjat, berayun dan saling menarik agar bisa melewati rintangan. Pengalaman bermain yang dibawa game ini bukan hanya soal puzzle, tapi juga soal emosi yang pelan-pelan dibangun di sepanjang permainan.
Demikian tadi ulasan sekaligus rekomendasi beberapa game co-op dengan cerita lebih baik dari It Takes Two. Tertarik memainkan game-game di atas?