Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
game ikonis buatan Vince Zampella
game ikonis buatan Vince Zampella (dok. EA/Call of Duty 4: Modern Warfare | dok. Respawn Entertainment/Apex Legends)

Intinya sih...

  • Vince Zampella adalah desainer legendaris yang membentuk ulang genre FPS lewat Medal of Honor, Call of Duty, dan Titanfall.

  • Ia konsisten menghadirkan inovasi besar, dari custom loadout, action-shooter cepat, hingga battle royale berbasis tim.

  • Warisannya membuktikan pengaruhnya sangat besar dan tak tergantikan dalam industri game modern.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pada akhir 2025, industri game berduka. Sebab, salah satu desainer game legendaris Vince Zampella tewas dalam kecelakaan mobil di Angeles Crest Highway, Los Angeles, tepatnya pada 21 Desember 2025. Kematiannya gak hanya menjadi kabar duka untuk gamer, tetapi juga pukulan keras untuk industri game.

Selama hidupnya, Vince selalu membawa gebrakan baru dalam industri game. Kiprahnya, terutama dalam menggarap first-person shooter (FPS), sudah sangat dikenal. Bahkan, beberapa game garapannya kerap menjadi trendsetter yang menginspirasi developer lain. Untuk mengenang sang maestro, berikut enam game ikonis garapan vince Zampella yang harus kamu tahu!

1. Medal of Honor: Allied Assault (2002), game pertama Vince yang membuat namanya dikenal luas

cuplikan gameplay Medal of Honor: Allied Assault (dok. EA/Medal of Honor: Allied Assault)

Medal of Honor: Allied Assault merupakan game pertama Vince Zampella sebagai desainer utama. Game ini dianggap salah satu FPS terbaik yang mempopulerkan tema Perang Dunia II. Karya Stephen Spielberg ini juga terinspirasi dari film populer Saving Private Ryan (1998). Game ini dianggap salah satu FPS klasik terbaik karena berhasil menghidupkan suasana perang dengan storytelling yang solid dan gameplay yang imersif. Kesuksesan game ini membuat nama Vince dikenal baik dalam industri game.

2. Call of Duty 4: Modern Warfare (2007) menjadi salah satu FPS terpenting dalam sejarah

cuplikan gameplay Call of Duty 4: Modern Warfare (dok. Infinity Ward/Call of Duty 4: Modern Warfare)

Setelah sukses dengan Medal of Honor, Vince kembali dengan gebrakan baru: Call of Duty. Adapun, Call of Duty 4: Modern Warfare menjadi salah satu judul terbaiknya. Sebagai CEO dari Infinity Ward, ia menjadi tenaga kreatif di balik game tersebut.

Game tersebut kerap disebut sebagai FPS paling penting dalam sejarah. Pasalnya, ia mengenalkan fitur yang populer dipakai FPS saat ini, seperti sistem XP dan progression serta custom loadout. Call of Duty 4: Modern Warfare sendiri lepas dari latar Perang Dunia II dan berlatar era modern. Ia mengisahkan petualangan regu pimpinan Captain Price untuk mencegah perang nuklir di Timur Tengah. Vince juga berperan besar dalam menelurkan sekuel Call of Duty: Modern Warfare 2 (2009) yang sering dianggap sebagai Call of Duty terbaik.

3. Titanfall (2014) membuka arah pada pada genre FPS

cuplikan gameplay Titanfall (dok. Respawn Entertainment/Titanfall)

Pada 2010, Vince bersama rekannya, Jason West, mendirikan perusahaan game baru bernama Respawn Entertainment setelah dipecat dari Activision. Game pertama mereka, Titanfall, terbilang sukses besar. Berbeda dengan FPS pada umumnya, ia lebih bertempo cepat dan dinamis. Mengambil tema futuristik, kamu juga bakal bertempur dalam sebuah robot bernama Titan. Ini menjadi salah satu pionir action-shooter dengan multiplayer gameplay yang kompetitif.

Gameplay ini akhirnya mengilhami FPS baru dari Respawn Entrtainment maupun kompetitor. Titanfall kemudian menelurkan sekuel bertajuk Titanfall 2 (2016). Sekuel tersebut menawarkan cerita yang lebih panjang, misi yang lebih variatif, dan optimalisasi pada mekanisme action-shooter-nya.

4.. Apex Legends (2019) menjadi salah satu battle royale terpopuler saat ini

cuplikan gameplay Apex Legends (dok. Respawn Entertainment/Apex Legends)

Pada tengah era kejayaan battle royale pada 2019, Vince dan Respawn Entertainment meluncurkan salah satu battle royale unik pada kala itu: Apex Legends. Ia menghadirkan mekanisme shooter berbasis tim yang unik. Kamu akan memilih serangkaian karakter dengan kekuatan spesial masing-masing. Kalian harus berkolaborasi membentuk tim yang solid. Game ini berfokus pada action-shooter dengan berbagai skill dan senjata futuristik, ketimbang tembak-tembakan realistis seperti PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG) (2017).

Game ini merupan hasil inovasi Vince untuk genre game yang sedang populer. Ini menjadi bukti keberaniannya untuk keluar pakem dengan desain dan mekanisme gameplay baru. Saat ini, Apex Legends termasuk salah satu game battle royale terpopuler dengan ratusan ribu pemain aktif tiap harinya. Ia mampu bersaing dengan battle royale ikonis, seperti Fortnite dan PUBG.

5. Star Wars Jedi: Fallen Order (2019) membuktikan Vince tak hanya menguasai genre FPS

cuplikan gameplay Star Wars Jedi: Fallen Order (dok. EA/Star Wars Jedi: Fallen Order)

Nama Vince Zampella memang sudah melekat sebagai desainer FPS kondang. Namun, itu gak membuatnya puas. Sebagai salah satu kepala Respawn Entertainment, ia mulai merambah genre lain. Ia melebarkan sayap dengan menggarap action-adventure game. Bukan sembarang judul, ia mengadaptasi waralaba besar Star Wars. Pada 2019, Respawn Entertainment akhirnya merilis game Star Wars Jedi: Fallen Order.

Tidak butuh waktu lama, game tersebut langsung mendapat pujian berkat alur cerita yang solid dan sesuai lore filmnya, desain dan mekanisme platformer yang menantang, serta mekanisme kombat yang dinamis ala Soulslike. Ia menjadi tambahan luar biasa dalam portofolio Vince Zampella. Sekuelnya, Star Wars Jedi: Survivor, rilis pada 2023. Sementara, game ketiga, yang akan menjadi penutup untuk trilogi Star Wars Jedi, saat ini masih dalam tahap pengembangan.

6. Battlefield 6 (2025)

cuplikan gameplay Battlefield 6 (dok. EA/Battlefield 6)

Selain Medal of Honor dan Call of Duty, Vince juga ikut andil dalam waralaba game FPS Battlefield, yang merupakan saingan untuk kedua waralaba tersebut. Vince ditunjuk untuk memprakarsai kebangkitan game yang sempat redup. Adapun, game terbarunya, Battlefield 6 (2025), juga baru dirilis Oktober lalu. Ia menuai pujian berkat suasana dan mekanisme gameplay yang realistis.

Battlefield 6 menawarkan mekanisme FPS berbasis tim dengan adanya pemilihan peran, seperti Assault, Medic, Engineer, Recon. Game ini juga berhasil menghadirkan kengerian medan tempur dengan suara tembakan dan ledakan yang realistis serta infrastruktur yang bisa dihancurkan. Ngomong-ngomong, Battlefield 6 juga baru saja mengantongi penghargaan Best Audio Design dalam ajang penghargaan bergengsi The Game Awards 2025.

Dilihat dari rekam jejaknya, Vince Zampella memang seorang genius dalam merancang video game. Ia selalu menghadirkan gebrakan baru yang mengubah tren industri game. Meski sudah tiada, karya dan inovasinya bakal tak lekang oleh waktu, sih.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎