Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Game Imersif yang Dunianya Kaya akan Budaya, Sejarah, dan Mitologi
Kingdom Come Deliverance 2 (dok. Warhorse Studios)
  • Artikel membahas enam game yang menonjolkan kekayaan budaya, sejarah, dan mitologi dalam dunia imersifnya, menghadirkan pengalaman bermain yang autentik dan mendalam.
  • Setiap game seperti Kingdom Come: Deliverance 2, Assassin’s Creed Origins, hingga Ghost of Tsushima menampilkan detail sejarah akurat serta elemen mitologi yang menyatu dengan narasi dan gameplay.
  • Game lain seperti Pentiment, Indiana Jones and the Great Circle, dan A Plague Tale: Innocence memperlihatkan bagaimana budaya serta kepercayaan masa lalu menjadi fondasi kuat bagi cerita dan karakter.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sejarah itu ibarat “taman bermain” untuk game. Ada yang menjadikannya panggung utama secara terang-terangan seperti seri Assassin’s Creed di mana pemain diajak menjelajahi kota bersejarah dan bermain-main di dalamnya, tapi ada juga yang hanya meminjam sejarah sebagai pijakan untuk cerita yang lebih personal atau lebih megah. Agar penggambaran sejarah semakin meyakinkan, sejumlah game juga berusaha mengimplementasikan aspek budaya dan mitologi pada zaman itu, mulai dari bentuk bangunan, cara orang-orangnya hidup, legenda yang mereka yakini hingga masalah apa yang mereka hadapi. Berikut 6 game imersif yang dunianya kaya akan budaya, sejarah dan mitologi.

1. Kingdom Come: Deliverance 2

Jika berbicara soal akurasi sejarah, hanya ada sedikit game yang bisa menandingi detailnya Kingdom Come: Deliverance 2. Budaya Bohemia abad pertengahan hadir di mana-mana, mulai dari lanskap pedesaan seperti area pertanian hingga detail arsitektur kota Kutná Hora. Rasa autentik ini juga terhubung ke mekanisme RPG-nya yang mendalam di mana duel pedang menuntut arah serangan dan tangkisan yang presisi. Unsur mitologi pun tidak dibuat asal fantastis, melainkan melekat pada gambaran budaya dan religius di dunianya. Ikon-ikon keagamaan terlihat jelas dari salib di perisai hingga gereja di berbagai tempat, dan warga setempat kerap menafsirkan kejadian aneh sebagai ulah hantu atau iblis.

2. Assassin’s Creed Origins

Dibanding seri Assassin’s Creed lain yang sama-sama sangat berkaitan dengan sejarah, Assassin’s Creed Origins terasa paling melekat dengan era yang dipilihnya. Mesir Kuno digarap sangat hidup, detail budaya di kota-kota seperti Thebes dan Krokodilopolis dibuat semeyakinkan mungkin dan soundtrack-nya ikut menguatkan kesan bahwa pemain sedang benar-benar berada di Mesir Kuno. Di sisi mitologi, unsur ini juga ditonjolkan secara terang-terangan di mana Bayek bahkan bisa berjalan ke tengah gurun lalu dewa seperti Anubis atau Sobek muncul untuk dilawan. Bahkan, ada DLC ekspansi berjudul Curse of the Pharaohs yang mengajak pemain melawan berbagai makhluk mitologi dan Firaun yang telah mati.

3. Pentiment

Bavaria merupakan latar tempat dan sejarah yang diusung Pentiment. Pada game RPG ini, pemain berperan sebagai Andreas, seorang pelukis pengembara yang baru tiba di kota kecil bernama Tassing, lalu terseret ke rangkaian kasus pembunuhan yang melibatkan para elit setempat. Andreas pun dipaksa menjadi penyelidik dan harus mengumpulkan petunjuk, menilai motif, lalu memilih siapa yang pantas dituduh. Keputusan pemain, entah tepat atau meleset, akan meninggalkan dampak nyata bagi seluruh kota. Menariknya, kemampuan memecahkan misteri di game ini sangat dipengaruhi seberapa paham pemain dengan budaya dan cara berpikir masyarakat pada zaman itu. Jadi kunci utamanya adalah rajin berbincang dengan warga untuk memetakan relasi sosial dan rahasia kecil di balik keseharian mereka.

4. Ghost of Tsushima

Invasi Mongol ke pulau Tsushima dan Iki pada tahun 1274 memang benar terjadi dalam sejarah, dan itu baru percobaan pertama dari dua upaya Mongol untuk menaklukkan Jepang. Meski upaya pertama itu tidak benar-benar dipukul mundur oleh seorang samurai dengan grappling hook, latar dan detail budayanya tetap cukup berakar pada sejarah dan kultur Jepang. Sosok Jin Sakai di game ini bukan hanya legenda yang menakutkan bagi para penjajah, tapi juga simbol perlawanan yang lebih besar. Selain itu, kisah mistis juga akan Jin temui di sepanjang perjalanannya, mulai dari pejuang yang seakan tidak bisa dibunuh hingga roh pembunuh yang mematikan namun harus ia hadapi.

5. Indiana Jones and the Great Circle

Indiana Jones sebagai arkeolog seharusnya memahami di tiga hal yaitu sejarah, budaya dan mitologi. Selain tampil sebagai petualang karismatik, Indiana Jones and the Great Circle benar-benar menghidupkan pemahaman Indy terhadap tiga hal tersebut. Di dalam game ini, Indy berkelana ke Vatikan hingga Mesir dan Irak, menyusuri reruntuhan kuno sekaligus menyusup ke kamp Nazi, sembari terus menunjukkan pengetahuannya lewat komentar tajam tentang karya seni maupun relik yang hilang. Perjalanannya pun membawanya ke makam-makam terlupakan milik sosok legendaris yang dijuluki “Warrior Giants”, sosok kuno dengan kerangka yang ukurannya sangat besar jika dibandingkan manusia biasa.

6. A Plague Tale: Innocence

A Plague Tale: Innocence benar-benar totalitas dengan latar tempat dan sejarahnya yaitu Prancis abad pertengahan ketika Wabah Hitam melanda. Dari sisi budaya, sorotan utamanya ada pada Amicia dan Hugo de Rune, kakak-adik dari keluarga bangsawan yang dididik baik, lalu dipaksa beradaptasi dengan hidup layaknya buron. Perubahan drastis ini menggambarkan bagaimana wabah mengacak-acak hidup semua orang tanpa pandang status. Yang membuat game ini makin unik, Hugo memiliki kemampuan misterius untuk mengendalikan gerombolan tikus pembawa penyakit. Meski di Prancis tidak mitologi atau leganda semacam itu, kemampuan yang dimiliki Hugo tampaknya terinspirasi mitologi Pied Piper yang berasal dari Jerman.

Demikian tadi ulasan mengenai beberapa game imersif yang dunianya kaya akan sejarah, budaya dan mitologi. Tertarik memainkan game-game di atas?

Editorial Team