Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
kehbf.jpg
Cyberpunk 2077 (dok. CD Projekt Red)

Intinya sih...

  • Cyberpunk 2077 versi PS4 dan Xbox One memiliki performa buruk dengan tekstur buram dan frame-rate tidak stabil.

  • Bloodborne memiliki loading time lama dan frame-rate terkunci di 30fps, mengganggu pengalaman bermain.

  • Control mengalami drop frame-rate, masalah audio, dan waktu loading yang lama di versi PS4, namun performa lebih baik di PS5.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dirilis pada 2013, PS4 membawa peningkatan besar setelah era PS3 yang awalnya cukup berantakan.  Meski sudah digantikan oleh PS5 sejak 2020, konsol ini masih terus kebagian game baru lebih dari satu dekade kemudian karena basis pemainnya yang masif. Sayangnya, tidak semua game baru untuk PS4 bisa berjalan lancar. Beberapa diantaranya, yang disebabkan oleh keterbatasan performa yang dimiliki PS4, berjalan dengan tidak optimal dengan frame-rate yang tidak stabil dan waktu loading yang lama. Game apa saja itu? Berikut daftarnya.

1. Cyberpunk 2077

Cyberpunk 2077 dirilis untuk PS4, Xbox One dan PC, tapi versi konsolnya bisa dibilang merupakan bencana ketika dirilis. Bukan tanpa alasan, Cyberpunk 2077 versi PS4 dan Xbox One terlihat seperti game yang masih dalam tahap alpha dengan tekstur buram yang membuatnya tidak nyaman untuk dimainkan. Versi PC memang punya masalah tersendiri, tapi versi konsol tetap lebih parah, terutama soal frame-rate yang tidak stabil. Untungnya, versi PS5 dan Xbox Series X/S kini sudah lebih enak ketika dimainkan meski ketika pertama kali rilis sama-sama kurang begitu stabil secara performa.

2. Bloodborne

Bloodborne sering dianggap sebagai salah satu game PS4 terbaik sepanjang masa dan hingga kini masih eksklusif di konsol tersebut. Akan tetapi, di balik kualitasnya sebagai game aksi RPG bergaya gothic, ada beberapa kekurangan yang cukup mencederai pengalaman bermain. Pertama, tingkat kesulitannya tinggi sehingga pemain bakal sering mati dan harus mengulang, tapi loading-nya bisa memakan waktu sekitar dua menit. Kedua, frame-rate nya juga terkunci di 30fps yang bagi sebagian pemain cukup menganggu. Masalah frame-rate sebenarnya bisa teratasi seandainya game ini juga dirilis ulang untuk PS5.

3. Control

Control dirilis menjelang masa akhir PS4 dan Xbox One sehingga tak mengherankan jika performanya jauh dari kata optimal. Mirip kasus Cyberpunk 2077, versi PC dari game ini jadi versi paling aman karena versi PS4-nya sering mengalami drop frame-rate yang membuat combat terasa patah-patah. Efeknya bukan hanya visual yang jadi kurang mulus, tapi juga memicu masalah audio dan waktu loading yang terasa lama. Meski serangkaian update yang diberikan membantu memperbaiki kondisi tersebut, versi next-gen yang hadir pada 2021 untuk PS5 pada akhirnya jadi versi yang terbaik untuk dinikmati di konsol.

4. Monster Hunter: World

Monster Hunter: World menjadi peningkatan besar untuk serinya karena membawa banyak peningkatan quality-of-life, mulai dari handling senjata yang lebih enak hingga area berburu yang terasa lebih luas dan terbuka. Meski mengusung kata “World” pada judulnya, game ini sebenarnya belum benar-benar open-world karena pemain tetap harus melewati halaman loading terlebih dahulu setiap kali masuk bioma untuk berburu. Dan di konsol last-gen seperti PS4, waktu loading tersebut bisa terasa lama. Hal serupa sempat berlanjut di Monster Hunter Rise dan untungnya, Monster Hunter Wilds sudah tidak seperti itu lagi.

5. Destiny 2

Destiny yang rilis pada 2014 sempat meledak sebagai game live-service dan terus didukung Bungie sampai Destiny 2 meluncur pada 2017. Sejak saat itu, tidak ada game Destiny baru lagi, sementara Destiny 2 semakin “berat” karena bertahun-tahun dijejali konten tambahan, sampai-sampai waktu loading di PS4 terasa menyiksa. Baru lah ketika versi PS5 tiba di sekitar 2020, performanya terasa jauh lebih mulus. Banyak yang menilai jika Destiny 2 akan terasa lebih maksimal jika perilisannya menunggu konsol next-gen, sementara Destiny pertama cukup dipanjangkan usianya di konsol last-gen lewat DLC ekspansi.

6. No Man’s Sky

Ketika rilis pada 2016, No Man’s Sky sebenarnya tidak bermasalah di sisi performa, namun banyak pemain kecewa karena kontennya terasa minim untuk ukuran game eksplorasi luar angkasa yang begitu luas. Seiring berjalannya waktu, Hello Games merombak semuanya lewat deretan update besar, termasuk update Next pada 2018. Lalu pada 2020, hadirlah versi konsol next-gen yang membuat game ini akhirnya terasa seperti game yang benar-benar utuh. Ada anggapan bahwa ambisi awal Hello Games mungkin terlalu besar ketika game ini dirilis, terutama untuk PS4 yang secara performa cukup terbatas.

7. Dreams

Media Molecule mulai dikenal luas sejak LittleBigPlanet, game platformer 2D yang memberi kebebasan pemain untuk membuat level sendiri dan setiap game baru memperluas konsep kreatif itu. Nah pada 2020, mereka merilis game paling ambisius mereka yaitu Dreams secara eksklusif untuk PS4. Game ini memungkinkan pemain untuk membuat game dengan genre apapun mulai dari shooter hingga RPG. Meski performanya sudah cukup memuaskan di PS4, akan sangat menarik jika Dreams juga dirilis di PC karena kontrol via mouse tentunya akan membuat proses menggarap game jadi lebih nyaman dan intuitif.

Demikian tadi ulasan mengenai beberapa game PS4 yang tidak berjalan optimal karena keterbatasan performa. Pernah memainkan game-game di atas?

Editorial Team