Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Game Sempurna Buatan SEGA yang Kini Sudah Terlupakan
Binary Domain (dok. SEGA)
  • SEGA dikenal sebagai pionir industri game sejak 1960, dengan perjalanan panjang dari mesin arcade hingga fokus pada pengembangan dan penerbitan game.
  • Artikel menyoroti enam game SEGA yang terlupakan namun berkualitas tinggi, seperti Astro Boy: Omega Factor, Binary Domain, Ryu Ga Gotoku Kenzan!, Sonic Rush, The Typing of the Dead, dan Valkyria Chronicles 2.
  • Masing-masing game menawarkan konsep unik mulai dari aksi robotik, tembak-menembak futuristik, samurai era Edo, hingga kombinasi strategi dan ketangkasan mengetik yang menunjukkan inovasi khas SEGA.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

SEGA sudah berdiri sejak 1960, jauh sebelum industri gaming berkembang seperti sekarang. Perjalanan mereka sangat panjang, mulai dari mesin arcade, konsol rumahan hingga akhirnya fokus ke pengembangan dan penerbitan game saja. Dengan portofolio yang begitu besar, wajar saja jika banyak game bagus buatan SEGA yang luput dari perhatian publik. Padahal, game-game tersebut sangat menarik dan layak dijajal oleh pemain yang menyukai game buatan SEGA. Berikut beberapa di antaranya.

1. Astro Boy: Omega Factor

Sebelum Mega Man populer, Jepang sudah lebih dulu tergila-gila dengan Astro Boy, robot super ikonik dari manga dan anime yang turut membentuk budaya pop Jepang hingga melahirkan berbagai adaptasi game. Dari sekian banyak game yang terinspirasi karakter ini, Astro Boy: Omega Factor menjadi salah satu yang paling terkenal. Game ini menawarkan gameplay seru dengan variasi level darat dan udara, disamping visual yang memukau untuk ukuran game GBA. Bagian terbaiknya, pemain tidak perlu mengenal cerita aslinya sama sekali untuk langsung menikmati gameplay aksi yang ditawarkan game ini.

2. Binary Domain

Binary Domain merupakan game cover shooter yang dikembangkan oleh Ryu Ga Gotoku Studio, studio di balik seri Yakuza. Pada game ini, pemain dikirim ke sebuah distrik di Jepang yang dikuasai oleh android-android yang sudah hilang kendali. Momen ketika menembaki kaki musuh hingga putus lalu melihat mereka merangkak menghampiri karakter pemain, mengerikan sekaligus keren di saat yang bersamaan. Selain itu, game ini juga punya mekanisme unik di mana pemain bisa membangun kedekatan dengan rekan satu tim selama misi untuk mendorong kerja sama yang lebih organik. Sayangnya, game ini tidak pernah mendapat sekuel sampai saat ini.

3. Ryu Ga Gotoku Kenzan!

Ryu ga Gotoku Kenzan! menjadi game spin-off pertama dari seri Yakuza yang mengambil latar era samurai di Jepang pada abad ke-17. Game ini menghadirkan karakter-karakter familiar seperti Kazuma Kiryu, namun kali ini mereka memerankan tokoh-tokoh sejarah nyata. Sistem combat yang diusung masih sama dengan game utamanya, hanya saja lebih kental pertarungan pedang khas zaman edo. Sayangnya, game PS3 ini tidak pernah dirilis secara resmi di luar Jepang meski sekuelnya yaitu Like a Dragon: Ishin!, jauh lebih beruntung dan bisa dinikmati oleh pemain luar Jepang.

4. Sonic Rush

Sonic the Hedgehog era konsol handheld sering kali luput dari perhatian, padahal era ini menyimpan banyak hidden gem yang sayang untuk dilewatkan. Di GBA, seri Sonic Advance tampil apik, sementara Sonic Rush di Nintendo DS berhasil memanfaatkan fitur layar ganda secara kreatif. Misalnya, sebuah loop yang dimulai di layar bawah akan menyambung ke layar atas untuk menciptakan pengalaman visual yang mulus. Dengan beragam karakter yang bisa dimainkan dan desain level yang fresh, Sonic Rush layak disebut sebagai game Sonic terbaik dengan visual 2D sejak era Sega Genesis.

5. The Typing of the Dead

The Typing of the Dead merupakan game unik dari SEGA yang lahir sebagai game spin-off dari seri game shooter horor, House of the Dead. Alih-alih menggunakan light gun seperti House of the Dead, pada game ini, pemain harus mengetik kata-kata dengan cepat untuk menghabisi gerombolan zombie. Konsepnya memang terdengar aneh, tapi ternyata seru dan penuh aksi. Game ini awalnya hadir di mesin arcade, lalu merambah ke Dreamcast dan PC. Bagi pemain yang penasaran dengan versi modernnya, ada The Typing of the Dead: Overkill yang tak kalah seru untuk dicoba.

6. Valkyria Chronicles 2

Jika berbicara game RPG dengan latar sekolah atau akademi militer, kebanyakan pemain langsung kepikiran Persona atau Fire Emblem: Three Houses. Tapi ternyata, Valkyria Chronicles 2 juga mengusung latar serupa yaitu akademi militer. Game ini lebih santai dibanding entri sebelumnya, dengan map yang lebih kecil karena memang dirancang untuk PSP. Kendati demikian, gameplay-nya tetap seru dan menantang, memadukan strategi real-time dengan combat taktis. Sayangnya, game ini hanya tersedia secara eksklusif di PSP yang menjadi hambatan terbesar bagi banyak pemain yang ingin menikmatinya.

Demikian tadi ulasan mengenai beberapa game sempurna buatan SEGA yang kini sudah terlupakan. Pernah memainkan game-game di atas?

Editorial Team