Game merupakan bentuk karya seni yang unik karena pemain tidak hanya menonton, tapi juga ikut “hidup” di dalamnya. Pemain mengendalikan karakter dan merasakan langsung luka, tantangan, serta beban emosional yang muncul di sepanjang perjalanan. Biasanya, game yang kuat secara cerita butuh waktu lama untuk sampai ke titik emosional, tapi ada juga beberapa game yang mampu memadatkan pengalaman tersebut menjadi petualangan singkat berdurasi beberapa jam saja. Game apa saja itu? Berikut daftarnya.
Deretan Game Singkat dengan Cerita Paling Emosional yang Wajib Dicoba

Intinya sih...
Before Your Eyes: Game unik dengan konsep "hidup sekelebat di depan mata" sebagai mekanisme gameplay utama, mengulik tema kehilangan, penyesalan, dan memori secara puitis.
What Remains of Edith Finch: Mengajak pemain menyusuri riwayat keluarga Finch lewat kisah pendek dengan visual kreatif dan imajinatif.
Old Man’s Journey: Cerita tanpa dialog dengan visual lanskap seperti lukisan, merangkum perjalanan hidup karakter utama dalam waktu singkat.
1. Before Your Eyes
Before Your Eyes merupakan game yang sangat unik karena menjadikan konsep “hidup sekelebat di depan mata” sebagai mekanisme gameplay utama. Ketika webcam tersambung, pemain cukup mengedipkan mata untuk mengubah adegan, memunculkan objek dan perlahan mendorong cerita agar maju seolah semuanya terjadi hanya karena pemain menutup mata. Sejak awal, sudah terasa bahwa kisah yang diusung akan menguras emosi. Game ini mengulik tema soal kehilangan, penyesalan dan memori dengan cara yang puitis sekaligus indah, sampai-sampai rasanya hampir mustahil tidak berkaca-kaca ketika semuanya selesai.
2. What Remains of Edith Finch
What Remains of Edith Finch mengajak pemain menyusuri riwayat keluarga Finch yang seolah dikutuk, lewat rangkaian kisah pendek yang masing-masing memiliki gameplay dan nuansa emosi berbeda tergantung tokoh yang sedang diceritakan. Keistimewaannya ada pada cara game ini memadukan visual yang kreatif dan imajinatif dengan tema duka, jadi meski banyak adegan terasa seperti fantasi, dampak emosinya tetap terasa. Suasananya pun bisa berganti cepat dari sedih ke takjub sehingga emosi pemain seakan dicampur aduk sampai akhirnya ditutup dengan ending yang lebih tenang.
3. Old Man’s Journey
Old Man’s Journey menyampaikan cerita tanpa satu pun dialog. Game ini mengandalkan visual lanskap yang terlihat seperti lukisan dan interaksi sederhana untuk merangkum perjalanan hidup karakter utama dalam waktu bermain yang singkat. Pada game ini, pemain mengarahkan seorang pria lanjut usia yang melintasi perbukitan dan pemandangan yang bisa “dibentuk ulang”, seolah menggambarkan kenangan dan sudut pandang yang berubah-ubah. Karena minim kata-kata, perhatian pemain otomatis akan tertuju pada detail lingkungan dan soundtrack yang terdengar sempurna dalam mengangkat beban emosi dari ceritanya.
4. Florence
Florence merupakan game yang hangat sekaligus personal tentang seperti apa rasanya menjalani hubungan yang tidak hanya diisi momen manis, tapi juga momen pahit. Mekanisme gameplay-nya dibuat sangat sederhana karena fokus utamanya ada pada interaksi antar karakter dan ikatan emosional yang dibangun sedikit demi sedikit, lalu diuji di sepanjang cerita. Visualnya yang minimalis membuat semuanya terasa dekat dan menyentuh. Dengan memilih cerita yang lebih realistis, game ini berhasil menggambarkan cinta dan patah hati dengan jujur, sesuatu yang mudah dipahami terutama bagi pemain yang pernah mengalaminya sendiri.
5. Gone Home
Gone Home berlatar di sebuah rumah besar yang kosong, tapi menyimpan kisah pribadi sebuah keluarga yang pelan-pelan terkuak setiap kali pemain melangkah lebih jauh. Lewat catatan, benda-benda, sampai detail di tiap ruangan, pemain merangkai sendiri potongan hidup keluar tersebut, entah pahit-manisnya perjuangan dan momen bahagia, tanpa perlu melihat satu pun karakternya secara langsung. Rasa sepi yang terus menyelimuti pemain membuat ceritanya terasa makin dekat dan intim, sampai akhirnya kejutan di akhir terasa seperti proses penerimaan kenyataan.
6. Last Day of June
Last Day of June berfokus pada kisah sepasang kekasih yang hubungannya hancur karena tragedi, lalu mengajak pemain berusaha mencegah luka yang lebih dalam terjadi. Lewat puzzle yang sederhana, pemain pelan-pelan sadar bahwa setiap keputusan memiliki konsekuensi dan bisa memicu rangkaian kejadian tak terduga di sepanjang cerita. Meski durasi gameplay-nya singkat, game ini tetap menutup ceritanya dengan pesan tentang menerima kenyataan, di mana game ini lebih memilih beberapa momen kunci yang benar-benar berkesan alih-alih menjejalkan terlalu banyak kejadian.
7. To the Moon
Dirilis pada 2011 silam, To the Moon bercerita tentang dua dokter yang menyelami ingatan seorang pria yang sedang sekarat demi mewujudkan permintaan terakhirnya. Temponya memang pelan, tapi ritmenya rapi. Humor kecil dan momen kehangatan disisipkan sedikit demi sedikit, sementara rasa sedihnya makin terasa seiring berjalannya cerita. Visualnya memang sederhana dengan mekanisme gameplay yang jauh dari kata kompleks, tapi kekuatan utama game ini terletak pada penulisan cerita yang mampu menggambarkan pedihnya rasa penyesalan dengan sangat natural.
Demikian tadi ulasan sekaligus rekomendasi beberapa game singkat dengan cerita paling emosional yang wajib dicoba. Dari 7 game di atas, mana yang paling menarik perhatianmu?