Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Death Stranding 2: On the Beach
Death Stranding 2: On the Beach (dok. Kojima Productions/Death Stranding 2: On the Beach)

Intinya sih...

  • Clair Obscur: Expedition 33 menjadi faktor mengapa Death Stranding 2: On the Beach tersisih

  • Battlefield 6 lebih layak dapatkan Best Audio Design

  • Hollow Knight: Silksong merebut gelar Action Adventure dari Death Stranding: On the Beach

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Death Stranding 2: On the Beach (2025) merupakan game kedua dari waralaba Death Stranding garapan Hideo Kojima. Seperti game pertama, ia merupakan hasil imajinasi dan kreativitas dari sang sutradara game nyetrik tersebut. Game menjadi salah satu game terbaik yang dirilis 2025 ini.

Dalam ajang penghargaan, The Game Awards 2025, Death Stranding 2: On the Beach berhasil mengantongi tujuh nominasi penhargaan, termasuk Game of the Year. Sayangnya, Hideo Kojima pulang dengan tangan hampa. Death Stranding 2: On the Beach gagal memenangkan satu pun penghargaan. Lantas, apa penyebabnya? Simak penjelasannya di bawah ini!

1. Dominasi Clair Obscur: Expedition 33 menjadi faktor mengapa Death Stranding 2: On the Beach tersisih

Clair Obscur: Expedition 33 (dok. Sandfall Interactive/Clair Obscur: Expedition 33

Death Stranding 2: On the Beach adalah satu dari tiga game yang masuk dalam lima kategori penghargaan utama (Best Game Direction, Best Narrative, Best Art Direction, Best Score and Music, dan Best Audio Design) dan juga masuk kategori Game of the Year. Sebenarnya, Death Stranding 2: On the Beach menjadi kandidat yang kuat untuk semua kategori di atas. Sayangnya, saigannya adalah Clair Obscur: Expedition 33 yang dianggap nyaris sempurna oleh gamer.

Clair Obscur: Expedition 33 adalah role-playing game (RPG) yang menuai pujian karena cerita, karakter, dan soundtrack yang luar biasa. Ia digarap penuh cinta dan passion dari developer indie, Sandfall Studios, demi membangkitkan kecintaan gamer pada turn-based RPG yang mulai tersisih. Alhasil, Clair Obscur: Expedition 33 berhasil menborong penghargaan untuk empat dari lima kategori utama, serta penghargaan Game of the Year.

Tidak hanya Death Stranding 2: On the Beach saja, Ghost of Yōtei juga tidak dapat penghargaan akibat diborong Clair Obscur: Expedition 33. Oleh sebab itu, ini bukan tentang game yang buruk, tetapi memang ada yang lebih layak. Hideo Kojima sendiri memuji game buatan Sandfall Studios dalam event tur gamenya di Sydney, Australia pada Juni 2025 lalu.

2. Battlefield 6 lebih layak dapatkan Best Audio Design

cuplikan Battlefield 6 (dok. EA/Battlefield 6)

Setelah diungguli Clair Obscur: Expedition 33 pada lima kategori penghargaan, Death Stranding 2: On the Beach juga gagal membawa pulang penhargaan untuk sisanya, Best Audio Design dan Best Action Adventure. Sayang sekali kedua kategori tersebut juga memiliki kandidat kuat yang akhirnya memenangkannya.

Best Audio Design dimenangkan oleh Battlefield 6 (2025) berkat desain audio yang berhasil menangkap suasana medan perang yang kacau dan mencekam. Game tersebut berhasil menciptakan suasana yang imersif, seolah memasukkan gamer langsung dalam perang yang penuh ledakan menggelegar dan desingan peluru. Dibandingkan Death Stranding 2: On the Beach, Battlefield 6 harus diakui lebih unggul dari segi tata suara.

3. Hollow Knight: Silksong merebut gelar Action Adventure dari Death Stranding: On the Beach

cuplikan gameplay Hollow Knight: Silksong (dok. Team Cherry/Hollow Knight: Silksong)

Sementara, untuk gelar Best Action Adventure, memang layak dipegang oleh Hollow Knight: Silksong (2025). Game tersebut menghadirkan mekanisme platforming dan kombat yang mendalam. Tiap lawan memiliki trik tersendiri untuk dihadapi. Bahkan, ia terasa seperti sebuah game soulslike dengan kombat yang dinamis. Ia menjadi game yang sangat adiktif.

Untuk mekanisme eksplorasi, Hollow Knight: Silksong juga menghadirkan dunia yang luas dan estetik untuk dijelajahi. Death Stranding 2: On the Beach unggul dari segi eksplorasi, tetapi mekanisme kombatnya kalah jauh dari Hollow Knight: Silksong. Berkat kombat dan eksplorasinya, Hollow Knight: Silksong juga masuk nominasi Game of the Year.

Death Stranding 2: On the Beach bukanlah game yang buruk. Namun, kategori yang diunggulkan game ini, seperti Best Narrative dan Best Game Direction sudah diborong oleh Clair Obscur: Expedition 33. Alhasil, mereka tidak dapat penghargaan apa pun. Kalau tidak ada Clair Obscur: Expedition 33, mungkin saja Death Stranding 2: On the Beach berpotensi memperoleh banyak penghargaan di The Game Awards 2025.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team