Game kompetitif dikenal mampu memancing emosi pemainnya dengan intensitas yang jauh lebih tinggi dibanding game kasual atau single-player. Sebagian orang merasakan frustrasi hingga euforia hanya dalam satu sesi permainan. Masalah ini berkaitan erat dengan cara kerja psikologis manusia.
Dalam game kompetitif, pemain tidak hanya berhadapan dengan sistem, tetapi juga dengan pemain lain yang memiliki tujuan sama untuk menang. Faktor ini dapat menciptakan tekanan sosial dan mental yang lebih kompleks. Emosi menjadi lebih mudah terpancing dan sulit dikendalikan. Tak jaran kata-kata kasar keluar ketika kalah atau bahkan menyalahkan rekan setim dengan bahasa toksik. Berikut beberapa alasan kenapa game kompetitif dapat memicu emosi berlebih.
