Call of Duty mungkin mengisahkan soal perang yang tidak ada habisnya, namun di kalangan pemain, ada “perang” lain yang sudah berlangsung selama puluhan tahun yaitu perdebatan mana yang lebih unggul antara seri Modern Warfare buatan Infinity Ward atau Black Ops garapan Treyarch. Ada banyak faktor yang perlu dilibatkan ketika berbicara mana yang lebih baik antara Modern Warfare atau Black Ops, mulai dari kualitas campaign, kelanjutan atau sekuel, desain map di multiplayer hingga mode zombies. Lantas diantara keduanya, mana yang benar-benar terbaik?
Modern Warfare vs Black Ops, Mana Seri Call of Duty Terbaik?

Intinya sih...
Mode campaign: Modern Warfare unggul dalam realisme dan intensitas perang, sementara Black Ops unggul di misteri dan plot berlapis.
Sekuel: Modern Warfare memiliki narasi komplit sebagai trilogi, sementara Black Ops terasa seperti "label" untuk game-game yang keterkaitannya samar-samar.
Mode Zombies: Black Ops lebih identik dengan mode Zombies, terus mengembangkan mode lewat map luar biasa dan cerita yang memicu rasa penasaran.
1. Mode campaign
Meski mode multiplayer sering lebih ramai, mode campaign tetap jadi bagian penting dari Call of Duty. Seri Modern Warfare biasanya menonjolkan aksi dan momen spektakuler perang lewat konflik global yang dipandu benang merah cerita yang rapi. Selain itu, ada juga deretan karakter yang mudah dicintai (hingga di titik bisa merasa sedih ketika kehilangan mereka) terutama di versi reboot yang lebih menekankan realisme dan drama militer yang membumi.
Sementara itu, seri Black Ops bermain di wilayah yang lebih gelap dan kompleks, mengulik intrik program pemerintah seperti MK-Ultra, manipulasi pikiran dan dampak psikologis perang. Alur ceritanya cenderung lebih kompleks dan penuh twist tidak terduga. Keduanya apik di arah yang berbeda di mana Modern Warfare unggul di realisme dan intensitas perang, sementara Black Ops unggul di misteri dan plot berlapis.
2. Sekuel
Salah satu pembeda penting di antara seri Modern Warfare dan Black Ops adalah seberapa rapi game-game di dalamnya menyusun cerita yang utuh. Di seri Modern Warfare, pemain memiliki tiga game yang rasanya seperti satu perjalanan lengkap. Kisah Task Force 141 mengalir dari awal sampai akhir, ditopang karakter ikonik seperti Price dan Soap, penuh momen epik dan tragis, hingga kemenangan yang memuaskan. Bahkan, trilogi versi reboot yang dimulai pada 2019 pun juga punya benang merah yang jelas menuju ancaman perang skala global.
Sebaliknya, Black Ops cenderung rumit karena urutan dan keterkaitan ceritanya tidak konsisten. Cold War (atau yang sering disebut Black Ops 5) dan Black Ops 6 meneruskan langsung Black Ops 1, sementara Black Ops 7 malah nyambung dengan Black Ops 2, Black Ops 4 tidak memiliki mode campaign dan Black Ops 3 nyaris tidak nyambung dengan yang lain. Hasilnya, jika Modern Warfare enak diikuti sebagai trilogi dengan narasi komplit, Black Ops lebih terasa seperti “label” untuk game-game yang keterkaitannya samar-samar.
3. Mode Zombies
Ketika berbicara soal seri apa yang paling identik dengan mode Zombies di Call of Duty, jawabannya jelas mengarah ke Black Ops. Sejak awal, mode ini memang jadi mode andalan Treyarch, sementara seri Modern Warfare baru sebatas coba-coba. Bahkan, mode Zombies di Modern Warfare 3 versi reboot lebih terasa seperti mode PvE dengan misi dan loot, alih-alih membawa format klasik berbasis ronde yang disukai banyak pemain.
Di tiap game-nya, seri Black Ops juga terus mengembangkan mode Zombies lewat deretan map yang luar biasa, karakter yang menarik dan cerita yang memicu rasa penasaran, sehingga tetap adiktif untuk dimainkan berulang-ulang. Karenanya, tidak mengherankan juga apabila ada beberapa pemain yang membeli game Call of Duty baru, entah itu dari seri Modern Warfare, Black Ops atau lainnya hanya untuk bermain mode Zombies saja.
4. Map multiplayer
Salah satu penentu serunya mode multiplayer di Call of Duty itu adalah pilihan map dan baik Modern Warfare maupun Black Ops sama-sama memiliki deretan map yang menarik, tapi dengan karakteristik yang berbeda. Seri Modern Warfare unggul dalam hal nostalgia di mana map kecil seperti Rust mampu menciptakan kekacauan yang adiktif, sementara map seperti Scrapyard, Wasteland, Terminal dan Highrise memberi ruang untuk berbagai gaya bermain.
Di sisi lain, map di seri Black Ops umumnya lebih kecil, lebih “arcade” dan sering mengandalkan pola tiga lane yang membuat jarak tembak dekat, tempo cepat dan banyak tikungan sempit, sehingga pemain yang ingin bermain menggunakan sniper atau shotgun sama-sama dapat panggung. Selain itu, ada map yang lebih all-out seperti Hijacked, Raid dan Nuketown, dan ada pula yang lebih taktis seperti Firing Range, Evac dan Summit.
5. Siapa yang lebih baik?
Pada akhirnya persaingan diantara keduanya sangat ketat, tapi jika berbicara mana yang lebih menyenangkan, seri Black Ops unggul sebagai seri terbaik di Call of Duty. Alasannya, mode campaign-nya memiliki cerita yang lebih menarik dengan tema spionase dan intrik politik Amerika Serikat, mode Zombies berbasis ronde-nya sangat adiktif untuk dimainkan berjam-jam sementara mode multiplayer-nya seru untuk dinikmati secara santai maupun kompetitif.
Meski seri Modern Warfare tetap punya daya tarik besar lewat pendekatan yang lebih realistis dan latar perang modern, karakter, gaya, dan pesona Black Ops tetap lebih kuat dan bisa memuaskan berbagai tipe pemain. Entah untuk yang suka mode Zombies, tertarik menyelami mode campaign yang mendalam atau gemar adu skill di mode multiplayer, seri Black Ops memiliki semuanya.
Demikian tadi ulasan mengenai mana seri Call of Duty terbaik antara Modern Warfare dan Black Ops. Setuju dengan ulasan di atas?