Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
cuplikan Ithya: Magic Studies
cuplikan Ithya: Magic Studies (dok. Ithya: Magic Studies)

Intinya sih...

  • Ithya: Magic Studies (2025) menampilkan dunia akademi sihir yang berjalan pelan

  • Maltese’s Fluffy Onsen (2025) mengajakmu mengelola pemandian air panas yang dihuni makhluk-makhluk berbulu

  • Ropuka’s Idle Island (2025) membangun sebuah pulau kecil yang terus bergerak di desktop

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di sela-sela pekerjaan yang menuntut fokus, kadang otak butuh ruang kecil untuk bernapas. Idle game hadir seperti tanaman di sudut meja kerja. Ia tidak menuntut, tetapi menenangkan. Sebab, game-game macam ini bisa berjalan sendiri, tumbuh perlahan, dan menemani keseharian tanpa mencuri banyak perhatian. Dari dunia sihir yang sunyi sampai kota lofi yang berdetak pelan, lima idle game berikut juga boleh jadi pas sebagai teman kerja. Coba dulu, deh!

1. Ithya: Magic Studies (2025) menampilkan dunia akademi sihir yang berjalan pelan

cuplikan Ithya: Magic Studies (dok. Ithya: Magic Studies)

BlueTurtle merilis Ithya: Magic Studies pada 2025. Game ini menampilkan dunia akademi sihir yang berjalan pelan dan penuh kesabaran. Kamu tidak berperan sebagai penyihir petualang, tetapi peneliti yang tenggelam dalam buku, mantra, dan eksperimen magis. Semua proses belajar itu berlangsung secara idle, seolah dunia Ithya memahami perhatianmu yang sedang terbagi.

Ithya: Magic Studies dilengkapi dengan productivity tools. Kamu bisa mengatur sendiri targetnya sesuai dengan pekerjaan yang dikerjakan. Setelah bekerja, akan ada rasa damai saat melihat riset selesai satu per satu. Tiap kemajuan kecil terasa seperti tanda waktu tidak terbuang sia-sia. Game ini bekerja seperti latar perpustakaan sunyi, menemani tanpa pernah menyela. Malah terasa seperti menunjukkan milestone yang akhirnya tercapai sedikit demi sedikit.

2. Maltese’s Fluffy Onsen (2025) mengajakmu mengelola pemandian air panas yang dihuni makhluk-makhluk berbulu

cuplikan Maltese’s Fluffy Onsen (dok. Sinkhole Studio/Maltese’s Fluffy Onsen)

Pada tahun yang sama, Sinkhole Studio merilis Maltese’s Fluffy Onsen dengan ide sesederhana sekaligus sehangat namanya. Kamu akan diajak mengelola pemandian air panas yang dihuni makhluk-makhluk berbulu. Hampir semua hal berjalan sendiri di sana. Tugasmu lebih mirip menjaga suasana daripada mengatur sistem yang rumit.

Saat bekerja, melirik layar dan melihat makhluk-makhluk itu berendam sudah cukup untuk menurunkan ketegangan. Apalagi, gamenya tidak mengejar progres agresif atau target besar. Maltese’s Fluffy Onsen hadir sebagai pengingat lembut tentang kehangatan yang juga bisa menjadi bentuk produktivitas emosional.

3. Ropuka’s Idle Island (2025) membangun sebuah pulau kecil yang terus bergerak di desktop

cuplikan Ropuka’s Idle Island (dok. Moczan/Ropuka’s Idle Island)

Ropuka’s Idle Island (2025), karya Moczan bersama Little Chmura, Begona, dan Pereda, terasa seperti pulau yang terlepas dari konsep waktu modern. Kamu mesti membangun dan mengembangkan sebuah pulau kecil yang terus bergerak di desktop meski tidak aktif bermain. Segalanya berlangsung dengan ritme yang sabar dan konsisten.

Tiap kali kembali setelah fokus bekerja, pulau itu selalu sedikit berbeda. Ada bangunan baru, sumber daya yang bertambah, atau detail kecil yang muncul diam-diam. Ropuka’s Idle Island memberi rasa pulang, seolah ada dunia yang menunggumu tanpa menuntut apa pun.

4. Spirit City: Lofi Sessions (2024) seperti rekan yang duduk diam di sudut ruangan

cuplikan Spirit City: Lofi Sessions (dok. Mooncube Games/Spirit City: Lofi Sessions)

Spirit City: Lofi Sessions dirilis pada 2024 oleh Mooncube Games dengan pendekatan yang nyaris hibrida. Ia bukan hanya idle game, melainkan juga alat pencipta suasana kerja. Kamu tinggal mengatur ruang virtual, memilih musik lofi, dan membiarkan roh-roh kecil menemani jam fokusmu.

Alih-alih menjadi distraksi, Spirit City menyatu dengan pekerjaan itu sendiri. Visualnya bergerak pelan, musiknya stabil, dan progresnya mengikuti waktu yang kamu habiskan untuk bekerja. Ia terasa seperti rekan yang duduk diam di sudut ruangan, menjaga ritme tetap tenang.

5. Tiny Pasture (2025) memelihara hewan-hewan kecil di padang rumput sederhana

cuplikan Tiny Pasture (dok. CaveLiquid/Tiny Pasture)

Tiny Pasture, yang dirilis CaveLiquid pada 2025, memilih jalan minimalis yang nyaris meditatif. Kamu akan memelihara hewan-hewan kecil di padang rumput sederhana yang terus hidup di latar belakang. Tidak ada sistem kompleks atau target besar yang harus dicapai.

Melihat hewan-hewan itu tumbuh perlahan sambil menyelesaikan pekerjaan bisa memberi rasa stabil yang sulit dijelaskan. Tiny Pasture ibarat catatan pinggir kehidupan digital. Ia kecil, tetapi konsisten hadir.

Idle game sendiri bukan tentang melarikan diri dari kerja. Ia justru tentang menciptakan ruang bernapas di tengah tuntutan fokus yang panjang. Kelima game di atas membantu menunjukkan kalau menemani tidak selalu berarti mengganggu. Sedikit kehidupan di latar belakang ternyata bisa membuat hari kerja terasa jauh lebih ringan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team