Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi Heartopia
ilustrasi Heartopia (dok. XD/Heartopia)

Intinya sih...

  • Cerita hangat dan menenangkan tanpa tekanan misi atau teka-teki yang rumit

  • Grafis 3D stylized penuh warna pastel menciptakan suasana damai dan mengundang

  • Gameplay simulasi kehidupan bebas tekanan dengan nuansa kebebasan nyata tiap kali login

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Heartopia muncul sebagai salah satu cozy game menarik pada awal 2026. Ia membawa pemainnya ke dunia simulasi kehidupan yang damai dengan sentuhan sosial dan kreatif yang kuat. Dalam dunia yang penuh palet warna pastel ini, kita diberi kebebasan untuk membangun rumah impian, mengembangkan hobi seperti berkebun atau memancing, dan berinteraksi dengan non-player character (NPC) maupun pemain lain dari seluruh dunia.

Konsepnya sendiri seperti gabungan dua serial game familier, The Sims dan Animal Crossing, dengan fokus kepada relaksasi. Sebab, ia hadir tanpa tekanan misi atau teka-teki yang terlalu rumit. Heartopia ibarat sebuah undangan untuk sekadar duduk santai dan menikmati hidup digital sambil sesekali main bareng teman.

Setelah 10-an jam bermain di PC, begini kiranya review Heartopia, cozy game yang asyik dipakai mabar.

1. Cerita yang hangat dan menenangkan untuk melipir sejenak dari hiruk pikuk

ilustrasi Heartopia (dok. XD/Heartopia)

Heartopia tidak hadir dengan narasi epik yang penuh konflik atau trek cerita dramatis yang memaksa pemain terus maju. Ia lebih seperti novel harian yang kita tulis sendiri saat bangun pagi dan minum kopi di teras rumah. Tiap interaksi dengan NPC terasa penuh pribadi yang lembut, mendorong rasa persahabatan dan ikatan yang tumbuh seiring waktu, sambil membantu mereka melalui misi harian sederhana yang terasa berarti.

Ceritanya sendiri bermula dari percakapan dengan seekor bintang, yang memanggil dan membawa kamu ke sebuah kota. Para penduduk memanggilnya Astralis. Sementara, kamu akan menjadi orang terpilih, yang tugasnya tinggal sebagai penduduk yang baik di kota dengan peta yang cukup luas untuk membangun hubungan yang intim. Kamu juga perlu menjadi anggota guild yang berguna bagi sekitar.

Sensasi membangun hubungan dengan karakter lain, bahkan dengan pemain lain, di kota ini membuat tiap sesi bermain terasa seperti cerita kecil yang layak dibagikan dalam screenshot atau obrolan sambil mabar. Kekurangan narasi linear justru menjadi nilai tambah bagi mereka yang ingin menciptakan kisah sendiri. Keputusan untuk memancing, berkebun, atau sekadar menjelajah hutan akan menjadi alur cerita.

Format yang terbuka ini membuat tiap pemain hampir punya cerita berbeda yang tidak ada duanya. Layaknya jurnal harian tentang hidup pemain di Heartopia itu sendiri. Dengan pendekatan ini, game terasa seperti sebuah tempat pelarian yang manis dari hiruk pikuk dunia nyata.

Meski tidak ada cerita besar yang meledak pada tiap babak, Heartopia punya kekuatan pada momen-momen kecil. Suara burung pagi, senyum NPC yang kamu bantu, atau hasil panen pertama bisa jadi capaian penting. Aktivitas yang sederhana ini adalah inti dari game itu. Mereka yang membuatnya begitu cocok untuk sesi mabar santai bersama teman tanpa paksaan.

2. Grafis yang nyaman di pandangan mata dengan desain imut

ilustrasi Heartopia (dok. XD/Heartopia)

Dari segi visual, Heartopia memikat dengan gaya grafis 3D stylized penuh warna pastel yang lembut, menciptakan suasana dunia yang damai dan mengundang kita untuk terus menjelajah. Dunia game ini dipenuhi area menawan, seperti kota kecil, hutan hijau, air terjun yang tenang, dan jalan berliku yang terasa seperti ilustrasi hidup. Ada pula kolam-kolam air panas yang natural, yang sesekali menyemburkan dirinya ke udara. Detail seperti cahaya matahari yang menembus dedaunan atau gemericik air yang lembut kemudian membantu mereka memberikan rasa relaksasi visual.

Palet warna pastel dengan nada lembut membuat tiap lokasi di Heartopia juga terasa seperti lukisan kehidupan yang membuat betah saat hanya berjalan-jalan tanpa tujuan. Premis visualnya berhasil memadukan estetika cozy dengan perasaan eksplorasi yang ringan, sehingga rasanya seperti menonton slideshow pemandangan sambil membawa karakter di dalamnya. Kecantikan visual ini bukan background belaka, melainkan juga sesuatu yang menciptakan mood santai dan ramah bagi semua pemain.

Meskipun sederhana, grafis pada pengaturan rendah sampai medium setidaknya tetap terasa modern dan ramah bagi perangkat mid-range, baik di HP maupun PC, yang memungkinkan kita menikmati dunia Heartopia tanpa stres performa tinggi. Jika sering terpesona oleh keindahan estetika, permainannya bisa menjadi semacam cozy-walkthrough dalam galeri seni interaktif yang hidup. Namun, beda halnya dengan pengaturan yang lebih tinggi. Mungkin malah bisa memberatkan dan membuat device cepat panas.

3. Gameplay yang santai, tetapi kurang dilengkapi mekanisme gerak yang mulus

ilustrasi Heartopia (dok. XD/Heartopia)

Heartopia dibangun di atas fondasi gameplay simulasi kehidupan yang bebas tekanan, tanpa tenggat waktu, dan tanpa checklist harian yang memaksa. Kita bebas memilih apa yang ingin dilakukan, mulai dari berkebun, memancing, memasak, mengumpulkan barang, atau membantu NPC sesuai mood dan stamina hari itu. Semua ini memberi nuansa kebebasan nyata tiap kali login. Struktur progresinya dibuat lambat dan fleksibel, jadi kita bisa bermain 10 menit sambil ngopi atau berjam-jam tanpa merasa lelah.

Respons dari komunitas pemain menegaskan, aktivitas sehari-hari yang sederhana ini tidak membosankan, tetapi justru memunculkan rasa senang yang mendalam saat menyelesaikan tugas kecil. Interaksi multiplayer ringan juga memungkinkan kita menjelajah bersama teman, saling mengunjungi rumah, atau sekadar bertegur sapa di pasar kota. Ini yang membuat tiap sesi mabar berkesan lebih kaya. Apalagi, saat dipakai oleh streamer lewat live streaming yang biasanya menuntut interaksi.

Kebebasan yang ditawarkan game asuhan XD ini adalah esensi utama dari daya tariknya. Komunitas pun merasa ini lebih seperti ruang bermain sosial daripada kompetisi yang menegangkan. Ia bisa jadi teman mabar yang bukan untuk menang atau kalah, tetapi berbagi pengalaman santai bersama teman.

Sayangnya, mekanisme gerak Heartopia terasa belum maksimal. Ia bahkan tidak mendukung penggunaan joystick atau gamepad. Dalam beberapa kesempatan saat memainkannya dengan keyboard dan mouse, gerakannya belum terlalu mulus. Pada awal permainan, kita mungkin bisa bingung dengan cara menggerakan karakter.

4. Musik yang menenangkan dan atmosferik

ilustrasi Heartopia

Soundtrack Heartopia sejauh ini dirancang untuk menyatu sempurna dengan suasana dunia yang damai dan visual yang hangat. Musik latar yang lembut dipadu dengan suara alam seperti kicauan burung dan gemericik air menciptakan audio-scape yang menenangkan sejak memulai permainan. Perpaduan ini mengundang kita untuk bersantai. Entah dengan menikmati hasil panen atau sekadar beristirahat di bangku taman sambil memandangi bunga.

Meski tidak penuh dengan musik tema sinematik yang dramatis, komposisi audio Heartopia justru sangat cocok dengan genre slow-life. Mereka menyatu dengan tiap aktivitas tanpa berlebihan, membuat momen-momen jadi lebih cozy. Area yang ada di sana memiliki ambience uniknya sendiri, membantu memisahkan satu tempat dari yang lain dan memberikan rasa kedekatan emosional saat menjelajahinya.

Kombinasi musik dan suara ini membuat kita betah berada di dunia Heartopia lebih lama. Pemain bisa menyebutnya sebagai musik untuk rileks setelah hari yang panjang. Ketika kita mabar dengan teman sambil ditemani audio yang menenangkan, Heartopia terasa seperti ruang sosial virtual yang hangat dan bersahabat.

5. Penyutradaraan dan eksekusi visual-naratif yang asyik, tetapi kadang repetitif

Meskipun tidak mengusung plot naratif berat, penyutradaraan Heartopia terasa sangat fokus kepada pengalaman pemain sebagai pusat cerita, bukan sekadar mengikuti skrip. Tiap elemen dalam game ini, dari interaksi karakter dengan lingkungan, NPC yang ramah, sampai reaksi visual sederhana saat kita menuai hasil panen, memberi nuansa hangat dalam dunia yang hidup. Kombinasi desain karakter yang imut dengan reaksi dunia terhadap tindakan kita memperkuat kesan kalau tiap keputusan punya bobot kecil untuk dinikmati dalam ekosistem Heartopia.

Eksekusi visual-naratifnya memanfaatkan ruang dan warna untuk mengomunikasikan mood tanpa dialog panjang atau cutscene dramatis, sehingga kita merasa lebih berada dalam perjalanan hidup karakter sendiri daripada sekadar mengikuti cerita orang lain. Dengan cara ini, Heartopia menyutradarai momen‐momen kecil menjadi sesuatu yang bermakna, seperti saat tanaman tumbuh atau saat NPC tersenyum setelah kita membantu mereka. Namun, pada sisi lain, ia juga bisa terkesan repetitif. Entah karena percakapan atau pergerakannya yang berulang.

Hanya saja, pendekatan ini bekerja cukup baik untuk genre cozy game. Ia tidak mengekang, tidak memaksa, tetapi terus memberi rasa puas. Heartopia terasa hangat tiap kali kita kembali ke dunianya.

Heartopia adalah undangan untuk bermain tanpa tekanan, bergaul tanpa hiruk pikuk kompetitif, dan menciptakan kisah kita sendiri dalam dunia penuh warna. Dengan grafis pastel yang menenangkan, gameplay bebas stres, musik yang rileks, dan peluang mabar bersama teman dengan cara santai, ia bisa jadi pengalaman slow-life yang layak dicoba di HP maupun PC. Jika mencari game yang bisa dinikmati sehabis kerja atau pulang sekolah, Heartopia yang layak mendapatkan nilai 3,5/5 ini menawarkan halaman kehidupan digital yang ramah, baik untuk sendiri maupun bersama teman mabar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team