MADiSON menugaskan kita untuk memecahkan berbagai macam teka-teki sulit. (dok. BLOODIOUS GAMES/MADiSON)
Sebagian besar mekanisme gameplay yang ditampilkan dalam MADiSON memang terkesan berat dan berbobot. Ya, kita akan dihadapkan dengan segudang teka-teki menantang yang ternyata juga berkaitan dengan plot utama dalam game ini. Bahkan, setiap objek di ruangan yang kita gunakan bisa menjadi jawaban dari puzzle yang ada.
Dengan mekanisme pandangan orang pertama, objek dan kondisi lingkungan di sekitar kita bisa terlihat dengan jelas. Namun, dalam beberapa kesempatan, rumitnya puzzle yang wajib kita selesaikan malah akan membuat kita jengkel. Pasalnya, di tengah usaha menyelesaikan teka-teki, beberapa adegan mengagetkan justru selalu mengganggu dan mengusik konsentrasi kita.
Kamu juga harus menjelajahi seluruh ruangan yang ada di rumah tersebut. Bukan perkara gampang karena kita akan menemukan berbagai hal mencekam di dalamnya. Delusi, perasaan waswas, dan gangguan supernatural akan membuntuti Luca sepanjang permainan. Elemen survival dalam game ini jelas sangat kental. Namun, ia hadir bukan sekadar menakuti gamer, melainkan juga mengaduk sisi psikologis kita.
Jelas, gamer akan dibuat tidak nyaman dengan kondisi rumah keluarga Luca yang seperti itu. Apalagi, lorong-lorong rumah yang cukup sempit juga akan mengganggu pandangan kita dalam berinteraksi dengan puzzle rumit. Sebetulnya, premis horor dalam MADiSON mungkin akan terlihat sebagai pelengkap jika kita sandingkan dengan begitu banyaknya teka-teki yang wajib diselesaikan.
Itu sebabnya, kalau kamu tidak menyukai game bertema horor yang menggabungkan banyak teka-teki rumit, MADiSON jelas gak akan menjadi pilihan utama. Nah, apa, sih, yang membuat kita jengkel dalam menyelesaikan puzzle tersebut? Sebetulnya, bukan kesulitannya, melainkan hambatannya. Yup, konsentrasimu akan terbelah karena ada begitu banyak gangguan saat kamu berusaha memecahkan puzzle satu per satu.
Dalam takaran tertentu, gangguan ini malah sifatnya cenderung berlebihan dan bukan lagi rasa seram yang didapat. Alih-alih merasa takut dan merinding akibat gangguan tersebut, penulis lebih mudah merasa dongkol karena hal itu betul-betul mengganggu. Untungnya, sebuah puzzle yang diselesaikan hingga tuntas akan menjawab rasa lega dan penasaran kita.
Oh, ya, kalau memang siap memainkannya, mungkin ada baiknya kamu menyediakan kertas dan alat tulis. Hal ini sepertinya dibutuhkan jika kita menghadapi teka-teki yang bersifat jamak. Terlepas dari itu semua, tidak seluruh teka-teki di game ini dibuat sulit. Banyak hal yang bisa diselesaikan dengan mudah meskipun tetap dalam takaran yang menantang.