Werewolf: The Apocalypse - Earthblood (dok. Cyanide/Werewolf: The Apocalypse - Earthblood)
Secara mendasar, ada tiga jenis mode atau style yang bisa kamu mainkan dalam Werewolf: The Apocalypse – Earthblood. Pertama, protagonis utama bisa memainkan dalam mode manusia biasa (homid) untuk melumpuhkan musuh dengan cara diam-diam. Kedua, mode serigala (lupus) akan membantumu untuk mendeteksi bahaya dan mencari jalan keluar. Lalu, ketiga, mode manusia serigala (crinos) yang brutal untuk gaya hantam kromo.
Gameplay macam ini cukup unik dan berbeda jika dibandingkan dengan banyak action RPG lainnya. Sayangnya, penulis tidak menemukan intensitas dan sensasi yang membekas di hati setelah mencoba game arahan Julien Desourteaux ini. Alih-alih merasa terperangah dengan gameplay-nya, kita justru akan merasa bosan dan menganggap bahwa sistem permainan macam ini ketinggalan zaman.
Salah satu hal yang penulis catat adalah amburadulnya konsep stealth yang ada. Jangan harap membunuh musuh secara diam-diam bisa dilakukan dengan mengasyikkan layaknya dalam game Batman atau Hitman. Cahal sebagai manusia pun tidak secerdas dan segarang yang dibayangkan. Daripada kita tewas terlebih dahulu, lebih baik sekalian saja berubah menjadi manusia serigala.
Sayangnya lagi, mengubah diri menjadi manusia serigala juga bukan opsi yang bagus. Pertarungan brutal yang sulit untuk dikontrol ditambah dengan sistem kamera yang buruk membuat sang manusia serigala sering dibuat menyerah secara konyol. Bayangkan saja, lagi enak-enaknya beraksi, tanpa disadari ada beberapa musuh yang keluar dari layar atau tangkapan kamera.