Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Trik yang Biasanya Developer Gunakan untuk Menakuti Pemain di Game
Outlast 2 (dok. Red Barrels)
  • Developer game horor menggunakan berbagai trik psikologis seperti menyembunyikan monster dan memainkan imajinasi pemain untuk menciptakan rasa takut yang lebih mendalam.
  • Desain audio, fenomena pareidolia, serta pengelolaan sumber daya terbatas menjadi elemen penting dalam membangun atmosfer mencekam di berbagai judul game horor populer.
  • Rasa tersesat dan kehilangan kendali juga dimanfaatkan untuk menambah ketegangan, menunjukkan bahwa teror dalam game tidak selalu bergantung pada jumpscare semata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Developer game punya banyak cara untuk membuat pemain merasa takut dan di tangan para pengembang yang berbakat, berbagai teknik atau trik bisa dihadirkan dengan cara yang fresh dan tak terduga. Menariknya, trik-trik tersebut tidak hanya diaplikasikan ke dalam game horor, di mana ada banyak game dari genre lain juga menggunakannya untuk menciptakan momen menegangkan dan berbahaya. Merujuk pada buku The World of Scary Video Games karya Bernard Perron, berikut beberapa trik yang biasanya developer gunakan untuk menakuti pemain di game horor.

1. Menyembunyikan monster

Amnesia Rebirth (dok. Frictional Games)

Salah satu trik paling umum yang dipakai developer game horor adalah dengan menyembunyikan monster karena imajinasi pemain jauh lebih efektif dalam menciptakan rasa takut dibanding visual yang ditampilkan langsung. Ketidakpastian dan kesamaran justru bisa lebih mencekam daripada ancaman yang terlihat jelas. Seri Amnesia menerapkan prinsip ini dengan sangat baik. Monster-monsternya sengaja disamarkan di dalam kegelapan atau di bawah air dan ada mekanisme sanity yang akan menimbulkan konsekuensi jika pemain terlalu lama menatap monster tersebut. Dengan cara ini, pemain didorong untuk tidak melihat, yang mana itu semakin mempertebal rasa takut itu sendiri.

2. Suara diegetic dan non-diegetic

Pada desain audio di dalam game, ada dua jenis suara yaitu diegetic (suara yang memang wajar ada di lingkungan di dalam game) dan non-diegetic (seperti efek suara naik level atau backsound). Keduanya, bahkan dalam volume yang sangat pelan sekalipun, bisa membangun atmosfer mencekam tanpa disadari pemain. Seri Silent Hill memanfaatkan trik ini dengan sangat cerdas di mana dengungan dan gemuruh latar yang nyaris tak terdengar terus mengalun di sepanjang permainan dan menciptakan rasa tidak nyaman. Banyak pemain akan merasa gelisah tanpa tahu persis kenapa dan itulah intinya. Dipadukan dengan latar tempat yang berkabut dan suram, trik ini sukses menjadikan Silent Hill sebagai salah satu seri game horor paling menyeramkan.

3. Pareidolia

Slender: The Eight Pages (dok. Parsec Productions)

Otak manusia memiliki kebiasaan unik yaitu sering "melihat" wajah atau sosok manusia di benda-benda yang sebenarnya sama sekali bukan manusia. Fenomena ini disebut pareidolia. Nah, developer game sudah lama memanfaatkan hal ini untuk menciptakan momen menakutkan, salah satunya lewat karakter Slender Man. Yang membuat Slender Man begitu menyeramkan adalah cara ia berbaur dengan pohon-pohon tinggi dan hutan lebat di sekelilingnya, sehingga sulit untuk membedakan mana pohon biasa dan mana monster mengerikan itu. Slender: The Eight Pages mendorong ini ke level yang lebih ekstrem di mana pemain memang dilarang menatap langsung Slender Man.

4. Membuat sumber daya menjadi terbatas

Salah satu kunci utama dalam menciptakan rasa takut di game horor adalah dengan merampas "power fantasy" yang biasa pemain nikmati di dalam game. Artinya, tidak ada lagi senjata overpowered atau plot armor yang membuat karakter utama kebal. Sebaliknya, pemain dipaksa untuk mencari sumber daya yang terbatas dan mengelola perlengkapan dengan cermat, dan justru di situlah letak ketegangan yang sesungguhnya. Resident Evil menjadi contoh paling sempurna dari seri game horor yang mengaplikasikan formula ini. Meski di penghujung permainan pemain biasanya mendapat akses ke senjata yang lebih kuat untuk menghadapi musuh bos terakhir, di sepanjang perjalanannya, pemain tetap dibuat rentan.

5. Membuat pemain merasa tersesat

Outlast 2 (dok. Red Barrels)

Labirin sudah lama menjadi elemen khas di dalam game horor karena mampu menimbulkan rasa bingung, terjebak dan tidak berdaya. Jika digunakan dengan tepat, efeknya bisa membuat pemain benar-benar merasa cemas dan tertekan. Salah satu seri game yang berhasil memanfaatkan trik ini adalah Outlast, di mana perasaan tersesat menjadi bagian penting dari teror yang pemain rasakan karena jika pemain tahu jalan keluar, situasinya tidak akan semenegangkan itu. Kendati demikian, trik semacam ini tidak semudah itu untuk dieksekusi. Jika tantangannya berlebihan, rasa takut bisa hilang dan berganti menjadi rasa frustrasi.

Demikian tadi ulasan mengenai beberapa trik yang biasanya digunakan developer untuk menakuti pemain di game horor. Trik-trik di atas menunjukkan bahwa game horor tidak hanya selalu mengandalkan jumpscare untuk membuat pemain merasa ketakutan.  

Editorial Team