Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
2 Pemenang dari Indonesia Diboyong Apple ke Cupertino untuk WWDC
WWDC 2023 (apple.com)
  • Apple mengundang dua pemenang asal Indonesia, Ghazali Ahlam Jazali dan Francesco Emmanuel Setiawan, ke Cupertino untuk menghadiri WWDC 2026 melalui program SWIFT Student Challenge.
  • Program SWIFT Student Challenge memberi kesempatan bagi siswa global untuk menunjukkan kreativitas mereka dalam menciptakan aplikasi inovatif menggunakan teknologi Apple tanpa memerlukan pengalaman pengembangan sebelumnya.
  • Xcode 26 kini terintegrasi dengan Anthropic dan OpenAI, memungkinkan pengembang memakai bahasa alami untuk memahami, mengedit, serta menguji kode langsung di dalam aplikasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Worldwide Developers Conference (WWDC) 2026 yang digelar Apple akan menghadirkan peserta dari Asia Tenggara, termasuk perwakilan yang berbasis di Indonesia. Program ini mereka sebut sebagai SWIFT Student Challenge, ialah program untuk mendukung dan memberdayakan desainer, developer maupun entrepreneur.

"SWIFT Student Challengen memberdayakan para siswa di seluruh dunia untuk benar-benar menunjukkan kreativitas mereka dan membangun keterampilan yang relevan dengan dunia nyata," ujar Enwei Xie, Senior Director, Worldwide Developer Relations.

Program ini memberi siswa kesempatan untuk bergabung dengan komunitas pengembang global yang menggunakan alat dan teknologi Apple untuk menciptakan gelombang baru aplikasi inovatif. Terdapat 350 pemenang terpilih dari 37 negara dan wilayah dan terdapat 50 yang dihadirkan ke Cupertino.

Kreativitas dalam karya

Adapun karya yang dirilis tahun ini menunjukkan kreativitas mereka yang tanpa batas dalam menyediakan alat untuk menyelamatkan diri dari zona banjir hingga seni yang lebih mudah diakses oleh individu yang kerap mengalami kecemasan sosial.

Apple percaya bahwa setiap orang punya kesempatan yang sama dengan pengembang profesional manapun dengan sumber daya yang memadai untuk membantu mengidentifikasi, merancang, membuat prototipe dan membangun aplikasi guna memecahkan masalah.

"Anda tidak memerlukan pengalaman sebelumnya untuk langsung terjun ke dalam pembuatan aplikasi untuk platform Apple. Dengan alat dan sumber daya pengembang Apple, tidak ada batasan terhadap apa yang dapat diciptakan seseorang," tambah Xie.

Dia juga mengatakan bahwa Xcode 26 menghadirkan integrasi pengembangan bersama Anthropic dan OpenAI, yang memungkinkan pengembang menggunakan natural languange untuk memahami, mengedit, mendokumentasikan, dan menguji kode secara langsung di dalam aplikasi, di samping peningkatan signifikan pada pengujian alur kerja dan analisis kinerja.

Pemenang yang bersinar

poster WWDC 2023 dari Apple (dok. Apple)

Para siswa dari Asia Tenggara dikatakan oleh Xie bahwa mereka bersinar dalam SWIFT Student Challenge. Dari 350 pemenang di 37 negara dan wilayah, Apple memilih 50 pemenang terkemuka. Adapun lima dari pemenang terkemuka tersebut berasal dari Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

"Para siswa ini membawa kreativitas luar biasa mereka dan memanfaatkan kekuatan platform Apple, SWIFT, serta alat AI. Semuanya sangat mengesankan dan bermakna," imbuhnya.

Adapun pemenang terpilih dari Indonesia adalah Ghazali Ahlam Jazali (23 tahun) dengan karya 'They Have Your Fingerprint!' dan Francesco Emmanuel Setiawan (23 tahun) 'Against the Silence'.

Mereka telah diundang untuk menghadiri WWDC di Apple Park pada bulan Juni, di mana pemenang akan mengikuti pengalaman tiga hari yang dirancang khusus. Selama seminggu, para siswa akan memiliki kesempatan untuk menonton keynote secara langsung, belajar dari para ahli dan insinyur Apple, serta berpartisipasi dalam sesi praktik langsung.

Editorial Team