ilustrasi minum air (pexels.com/cottonbro studio)
Perusahaan teknologi membutuhkan standar kualitas air tertentu untuk mengoperasikan sistem pendinginan fasilitas komputasi. Kandungan garam dalam air asin berpotensi mengkorosi komponen internal mesin pemroses data di fasilitas itu. Selain itu, sifat korosif air payau juga cepat merusak struktur logam perangkat keras.
Operator pusat data menghindari penggunaan cairan berkualitas rendah untuk menjaga stabilitas infrastruktur. Perusahaan teknologi besar memilih pasokan air bersih berkualitas tinggi demi menjalankan fungsi penyerapan panas mesin. Oleh karena itu, mereka langsung menyedot pasokan air layak minum dari fasilitas jaringan penyedia air di kota.
Beberapa raksasa teknologi mulai mencari sumber air pendingin alternatif. Amazon, Meta, dan Apple memanfaatkan pasokan air limbah kota sebagai cairan penyerap suhu panas mesin. Fasilitas pengolahan air kota memproses limbah cair itu sebelum disalurkan ke komputasi.
Kesimpulannya, penggunaan AI memang menguras ketersediaan sumber daya air. Fasilitas pusat data sangat membebani pasokan air warga di lokasi rawan kekeringan. Akan tetapi, perusahaan teknologi mulai memanfaatkan cairan pendingin khusus untuk mewujudkan operasional ramah lingkungan.