Namun, tidak semua orang menyukai sindiran jenaka kamus tersebut terhadap perusahaan AI dan industri kecil yang mereka kembangkan. Dalam ringkasan akhir tahun yang dibagikan melalui LinkedIn, misalnya, CEO Microsoft Satya Nadella dengan jelas menyatakan bahwa ia lebih memilih agar istilah tersebut ditinggalkan pada tahun 2025.
“Kita perlu keluar dari argumen antara ‘slop’ dan ‘sophistication’," tulisnya.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa umat manusia perlu belajar menerima AI sebagai “keseimbangan baru” dari sifat manusia.
Nadella mengatakan bahwa kita kini cukup memahami tentang “mengikuti kemampuan model yang berkembang pesat” serta mengelola “tepi yang tidak rata” dari AI untuk memungkinkan kita “mendapatkan manfaat AI di dunia nyata”.
"Pada akhirnya, ukuran kemajuan yang paling berarti adalah hasil bagi masing-masing dari kita. Ini akan menjadi proses penemuan yang rumit, seperti halnya pengembangan teknologi dan produk selalu terjadi," ujarnya.