Meski berbeda, baik Windows maupun Linux sama-sama sistem operasi yang gesit, fleksibel dan sanggup memenuhi berbagai kebutuhan pengguna. Linux memang unggul dalam hal kebebasan, transparansi dan kontrol penuh atas sistem, tapi Windows masih punya sejumlah kelebihan yang membuat pengalaman penggunaan sehari-hari terasa lebih praktis dan minim masalah jika dibandingkan mayoritas distro Linux. Berikut beberapa fitur terbaik yang Linux sulit untuk kalahkan.
Daftar Fitur Terbaik Windows yang Sulit Dikalahkan Linux

Intinya sih...
Windows Hello memberikan kemudahan login tanpa password melalui kamera atau sensor sidik jari, tidak tersedia di Linux.
DirectStorage meningkatkan performa gaming dengan mengurangi beban prosesor, fitur sepadan belum ada di Linux.
Windows Sandbox memberikan tempat aman untuk uji coba aplikasi tanpa risiko malware, tidak tersedia alternatif yang ramah pengguna di Linux.
1. Windows Hello
Ada kepuasan tersendiri ketika Windows bisa langsung mengenali pengguna lewat kamera atau sensor sidik jari dan membuat proses login tanpa password jadi lebih praktis. Kemampuan semacam itu dihadirkan lewat fitur bernama Windows Hello yang diimplementasikan oleh banyak brand seperti Dell, Lenovo, HP dan ASUS kedalam perangkat mereka. Selain untuk login ke perangkat, fitur ini juga bisa digunakan untuk autentikasi di situs tertentu dan melakukan pembelian di dalam aplikasi, dengan perlindungan tambahan dari TPM. Sementara di Linux, fitur serupa tidak tersedia dan jika menginginkannya, pengguna harus membuatnya sendiri sehingga terbatas untuk pengguna yang paham teknologi saja.
2. DirectStorage
Salah satu fitur paling penting di Windows untuk gaming saat ini adalah DirectStorage, fitur yang mengubah cara game mengalirkan data dari penyimpanan ke GPU dengan melewati jalur I/O lama yang membebani prosesor. Fitur ini sangat terasa efeknya jika laptop atau PC pengguna menggunakan SSD NVMe. Berkat DirectStorage, proses streaming aset game jadi lebih lancar, beban prosesor turun drastis dan waktu loading jadi makin cepat. Sementara itu, Linux belum memiliki fitur sepadan yang bisa ditambahkan di berbagai distro-nya. Sebenarnya di Linux ada cara untuk meningkatkan performa I/O melalui Vulkan atau optimalisasi engine khusus, tapi karena tidak terstandarisasi, implementasinya jadi lebih rumit.
3. Windows Sandbox
Bagi pengguna yang sering menemukan file atau aplikasi yang mencurigakan, Windows Sandbox bisa menjadi tempat paling aman untuk uji coba tanpa mempertaruhkan sistem utama. Lewat fitur ini, pengguna bisa mendapat desktop virtual sementara yang terisolasi total dari OS utama dan akan otomatis hilang setelah ditutup, sehingga tidak ada risiko terkena malware jika membuka file atau aplikasi berbeda. Di Linux memang ada alternatif semacam Distrobox atau Flatpak, tetapi pendekatannya lebih condong ke kebutuhan packaging dan development daripada sandboxing. Artinya, fitur serupa di Linux lebih tersembunyi, kurang ramah pengguna awam dan tidak native.
4. Dukungan aplikasi produktivitas
Windows menjadi rumah untuk banyak aplikasi produktivitas, terutama Microsoft Office. Linux memang memiliki alternatif aplikasi open-source seperti LibreOffice, tapi pengalaman penggunaannya jelas belum bisa menyamai kenyamanan menggunakan Office. LibreOffice bahkan kerap dijadikan bahan keluhan di kalangan pengguna Linux. Alternatif lainnya adalah menggunakan Office versi web yang memang bisa berjalan dengan baik, tapi sayangnya fiturnya terbatas. Selain itu, sejumlah aplikasi kreativitas seperti Adobe Photoshop, Premiere Pro dan After Effects juga tidak tersedia di Linux dan sampai saat ini belum ada alternatif yang sama bagusnya.
Demikian tadi ulasan mengenai beberapa fitur terbaik Windows yang Linux sulit kalahkan. Windows sendiri memang masih jauh dari kata sempurna tapi setidaknya, sistem operasi buatan Microsoft ini lebih baik dari yang lain.