Salah satu daya tarik utama Roblox adalah kontennya yang terus berkembang dan berubah, diciptakan oleh para kreator. Setiap saat, kreator dapat merilis pembaruan gim, menambahkan badge atau hewan peliharaan baru, sementara pengguna mengganti outfit avatar, menggambar, atau membangun sesuatu secara real-time.
Semua konten ini ditinjau terlebih dahulu sebelum dipublikasikan ke platform, dan akan dihapus jika melanggar peraturan yang berlaku. Berbagai lapisan sistem moderasi digunakan untuk menangkap sebagian besar konten bermasalah di Roblox, dan setiap konten yang tidak sesuai dengan Community Standards akan ditolak.
Namun, sistem ini tidak sepenuhnya sempurna. Oleh karena itu, Roblox juga mengandalkan laporan dari pengguna untuk menemukan pelanggaran yang mungkin terlewat dan mengambil tindakan yang diperlukan.
Sifat Roblox yang dinamis membuat konten dapat terus berubah berdasarkan kombinasi avatar, pakaian dan gerakan yang sebelumnya telah disetujui. Misalnya, dalam gim yang memungkinkan pengguna menggambar bebas, seseorang dapat membuat simbol atau gambar yang tidak pantas.
Untuk mengatasi hal ini, perusahaan menghadirkan sistem AI baru untuk moderasi multimodal secara real-time yang mampu memindai kombinasi elemen tersebut secara bersamaan.
Sistem moderasi multimodal real-time yang baru dari Roblox mampu mengevaluasi satu adegan secara menyeluruh—mulai dari avatar, teks, hingga objek 3D. Sistem ini menangkap semua elemen tersebut dalam satu momen tertentu, lalu menilai apakah keseluruhan adegan melanggar aturan.
Jika perilaku bermasalah seperti ini terjadi berulang dalam satu sesi gim, sistem hanya akan menutup sesi tersebut (server), bukan seluruh gim. Sejak diluncurkan, sistem ini telah menutup sekitar 5.000 sesi gim per hari yang melanggar Community Standards.
Seiring pengembangan dan skalanya yang terus ditingkatkan, Roblox juga terus menyempurnakan akurasi sistem serta bekerja sama dengan komunitas untuk meminimalkan kesalahan deteksi (false positives).
Untuk kedepannya, Roblox menargetkan sistem ini dapat memantau hingga 100 persen waktu bermain. Namun, karena selalu ada pihak yang berupaya mengakali sistem, mereka juga tengah mengembangkan teknologi lanjutan untuk tidak hanya menutup server, tetapi juga mengidentifikasi pelaku pelanggaran secara spesifik agar dapat ditindak tanpa mengganggu pengalaman pemain lain yang bermain dengan baik.