Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Perbandingan Drone Tempur Shahed-136 Iran vs LUCAS Amerika
ilustrasi drone tempur (freepik.com/wirestock)
  • Ketegangan di Timur Tengah memunculkan duel teknologi antara drone kamikaze Shahed-136 buatan Iran dan LUCAS dari Amerika.

  • Shahed-136 unggul dalam jangkauan hingga 2.500 km dan daya ledak besar, tapi mengandalkan sistem navigasi sederhana berbasis GPS komersial.

  • LUCAS menonjol lewat desain modular, kemampuan jaringan satelit, dan potensi integrasi AI, menawarkan fleksibilitas misi tinggi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ketegangan di Timur Tengah kembali menyoroti peran teknologi tanpa awak dalam medan tempur modern. Di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat, penggunaan drone serangan satu arah menjadi salah satu elemen paling menentukan dalam strategi militer kedua pihak.

Sorotan pun mengarah pada duel teknologi drone tempur Shahed-136 Iran vs LUCAS buatan Amerika. Jika Shahed-136 dikenal sebagai drone kamikaze sederhana dengan jangkauan jauh, LUCAS hadir sebagai respons Amerika dengan sistem yang lebih modular dan terhubung jaringan.

Lantas, bagaimana perbandingan spesifikasi dan keunggulan keduanya? Berikut ulasan perbandingan lengkapnya.

1. Perbandingan Shahed-136 Iran vs LUCAS Amerika

Shahed-136 dan LUCAS sama-sama masuk kategori loitering munition atau drone bunuh diri yang dirancang untuk menyerang target dengan biaya relatif rendah. Keduanya memiliki bentuk delta-wing yang mirip dan dirancang untuk diproduksi massal. Meski tampak mirip secara fisik, keduanya dibangun dengan spesifikasi teknis dan sistem operasional berbeda.

Shahed-136 unggul dalam jangkauan terbang yang lebih jauh serta kapasitas hulu ledak yang lebih besar. Drone ini dirancang untuk menyerang target statis berdasarkan koordinat yang telah diprogram sebelum peluncuran. Dengan biaya relatif murah, Shahed-136 menjadi simbol strategi “perang murah” berbasis saturasi target.

Sementara itu, LUCAS (Low-cost Unmanned Combat Attack System) menonjol pada fleksibilitas, modularitas, dan kemampuan jaringan. Meski jangkauannya lebih pendek dibanding Shahed-136, LUCAS dirancang untuk mendukung komunikasi satelit, koordinasi swarm, hingga potensi integrasi AI.

2. Spesifikasi drone Shahed-136 Iran

Drone Iran, Shahed-136 (dok. Wikimedia Commons)

Shahed-136, yang sering dijuluki "drone kamikaze", memiliki panjang sekitar 3,5 meter dengan bentang sayap 2,5 meter dan bobot total sekitar 200 kilogram. Drone ini mengusung desain sayap delta dengan rudder di ujung sayap serta badan pesawat yang menyatu dengan sayap. Untuk daya hancur, bagian hidungnya mampu membawa hulu ledak fragmentasi berdaya ledak tinggi seberat 30–50 kilogram.

Dari sisi performa, Shahed-136 mampu melaju hingga sekitar 185 km/jam dengan jangkauan yang diklaim mencapai 2.500 km. Sistem navigasinya relatif sederhana, mengandalkan inertial navigation system yang dipadukan dengan GPS komersial. Drone ini bekerja dengan cara menghantam target sesuai koordinat yang sudah ditentukan sebelum peluncuran.

Peluncurannya menggunakan roket pendorong di bawah badan pesawat yang akan terlepas setelah drone mengudara. Mesin piston dua langkah di bagian belakang menggerakkan baling-baling pendorong. Estimasi biaya per unit Shahed-136 adalah sekitar USD 30.000–80.000.

3. Spesifikasi drone LUCAS Amerika

LUCAS dikembangkan oleh SpektreWorks di Arizona dengan merujuk pada desain drone target FLM-136. Drone ini memiliki panjang sekitar 3 meter, bentang sayap lebih dari 2 meter, serta berat lepas landas maksimum sekitar 200 kilogram. Jangkauan operasionalnya disebut mencapai sekitar 715 kilometer dengan durasi terbang hingga enam jam, serta kapasitas muatan sekitar 18 kilogram.

Keunggulan utama LUCAS terletak pada arsitektur modular dan open-system yang memungkinkan perubahan payload sesuai kebutuhan misi, mulai dari serangan, pengintaian, hingga dukungan komunikasi. Sistem ini juga dirancang agar dapat dioperasikan oleh personel non-spesialis sehingga memberi keuntungan logistik di medan konflik yang dinamis.

Berbeda dari Shahed-136 yang lebih fokus pada serangan terprogram, LUCAS mendukung koordinasi otonom dan taktik swarm melalui jaringan satelit, termasuk integrasi terminal Starlink pada beberapa unit. Dengan harga sekitar USD 35.000 per unit, LUCAS merepresentasikan strategi “affordable mass” versi Amerika, yaitu menggabungkan biaya rendah dengan kecanggihan sistem jaringan dan potensi integrasi AI di masa depan.

Itulah perbandingan drone tempur Shahed-136 Iran vs LUCAS buatan Amerika dari sisi jangkauan, daya hancur, hingga kecanggihan sistemnya. Keduanya punya keunggulan masing-masing yang bisa menentukan arah pertempuran.

FAQ seputar drone tempur Shahed-136 Iran vs LUCAS buatan Amerika

Apa perbedaan utama antara Shahed-136 dan LUCAS?

Shahed-136 unggul dalam jarak tempuh dan daya ledak, sedangkan LUCAS lebih menonjol pada sistem modular serta dukungan jaringan satelit.

Apakah LUCAS benar-benar dikembangkan dari desain Shahed-136?

LUCAS disebut memiliki kemiripan desain dan dikembangkan dengan merujuk pada platform drone target FLM-136. Secara bentuk memang serupa, tetapi sistem internal dan arsitekturnya berbeda.

Apa fungsi utama drone jenis loitering munition seperti ini?

Fungsinya adalah terbang menuju area target, “berkeliaran” (loiter) untuk mencari atau menunggu sasaran, lalu menghantamnya secara langsung sebagai senjata presisi berbiaya relatif rendah.

Referensi

"U.S. Unveils LUCAS Drone: Reverse-Engineered Shahed-136 Weapon Designed to Flip the Script on Iran". Defence Security Asia. Diakses Maret 2026.
"Shahed-136". Army Recognition. Diakses Maret 2026.
"Shahed-136 Kamikaze UAV, Iran". Army Technology. Diakses Maret 2026.
"LUCAS: Scaling the Drone War". Defense & Security Monitor by Forecast International. Diakses Maret 2026.

Editorial Team