ilustrasi Google (unsplash.com/Solen Feyissa)
Beberapa karyawan Google bahkan menyebut bahwa perusahaan tampaknya lebih fokus pada bisnis daripada keamanan. Melansir Bloomberg, karyawan dan mantan karyawan Google memberi kesaksian bahwa, “Bard memberikan informasi berkualitas rendah dalam perlombaan untuk mengikuti persaingan, sambil kurang memprioritaskan komitmen etisnya.” Sebuah tamparan keras bagi Google.
Meski begitu, kritik pedas yang diterima Google juga bisa dianggap sebagai risiko dari nama besar mereka. Baik OpenAI dan Microsoft juga melakukan pengujian terbuka dan hasil dari produk AI milik mereka juga tak 100% sempurna. Masih ada kesalahan informasi dari Bing dan ChatGPT. Masih banyak yang perlu diperbaiki dari kedua produk AI tersebut. Namun masyarakat umum masih memberi mereka kepercayaan untuk merilis produk AI.
Hal yang tentu berbeda dari yang dirasakan oleh Google dan Bard. Jagat media sosial ramai ketika Bard memberikan kesalahan informasi dasar. Meski ChatGPT dan Bing juga melakukan kesalahan yang sama, yang paling dihujat ya Google dan Bard.
Terlepas dari semuanya, harus diakui juga bahwa hasil produk dari Bard memang masih kalah dari ChatGPT dan Bing AI. Beberapa media kenamaan luar seperti The Verge dan TechCrunch serta tech reviewer seperti MKBHD yang sudah berkesempatan menguji Bard mengatakan bahwa teknologi chatbot AI Google tersebut masih selevel GPT 2, dua level di bawah ChatGPT dan Bing AI yang menggunakan GPT 4.