Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sebelum Titip Anak, Cek 5 Fitur Keamanan yang Wajib Ada di Daycare
ilustrasi anak yang dititipkan di daycare (freepik.com/krakenimages.com)
  • Kasus dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta memunculkan 13 tersangka dan 53 anak terindikasi korban, menyoroti pentingnya keamanan dalam layanan penitipan anak.
  • Artikel menekankan lima fitur wajib di daycare: CCTV aktif, sistem akses ketat, laporan harian ke orangtua, rasio pengasuh ideal, serta SOP darurat dan kanal aduan terbuka.
  • Orangtua diimbau lebih teliti memilih daycare dengan survei menyeluruh agar keamanan dan kesejahteraan anak tetap terjamin tanpa tergoda faktor harga atau lokasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kasus dugaan kekerasan dan penelantaran anak di Daycare Little Aresha, Umbulharjo, Yogyakarta, menjadi pengingat bahwa memilih tempat penitipan anak tidak bisa dilakukan secara asal. Perkembangan kasus ini menyita perhatian publik karena menyangkut keamanan anak usia dini. Mengutip situs Pemda DIY (27/4/2026), Kapolresta Yogyakarta telah menetapkan 13 tersangka yang terdiri dari satu kepala yayasan, satu kepala sekolah, dan 11 orang pengasuh. Penetapan tersebut dilakukan setelah gelar perkara yang melibatkan Polresta Yogyakarta dan Polda DIY.

Dari total 103 anak yang terdaftar, sedikitnya 53 anak disebut terindikasi menjadi korban kekerasan. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya tersangka tambahan seiring proses pemeriksaan yang terus berjalan. Situasi ini menunjukkan bahwa ancaman di daycare tidak selalu terlihat dari luar. Karena itu, orangtua perlu lebih teliti melihat sistem keamanan sebelum memutuskan menitipkan anak. Sebelum menitipkan, ayo, cek lima fitur keamanan yang wajib ada di daycare!

1. CCTV aktif di area utama

ilustrasi CCTV yang terpasang di daycare (freepik.com/vecstock)

Fitur keamanan paling dasar yang sebaiknya dimiliki daycare adalah CCTV aktif di area penting. CCTV idealnya terpasang di ruang bermain, ruang tidur, lorong, pintu masuk, dan area bersama lainnya. Kehadiran CCTV dapat membantu pengawasan serta menjadi dokumentasi bila terjadi insiden. Sistem ini juga mendorong staf untuk bekerja lebih disiplin karena aktivitas terekam.

Namun, orangtua juga perlu memastikan CCTV benar-benar berfungsi. Tanyakan apakah rekaman disimpan dalam periode tertentu dan siapa yang berwenang mengaksesnya. Daycare yang profesional biasanya memiliki prosedur jelas terkait penyimpanan data. Meski begitu, CCTV tetap harus dipadukan dengan pengawasan langsung dari tenaga pengasuh yang memadai.

2. Sistem akses masuk yang ketat

ilustrasi area daycare (unsplash.com/Gautam Arora)

Keamanan daycare tidak hanya soal apa yang terjadi di dalam ruangan, tetapi juga siapa yang bisa keluar dan masuk area penitipan. Tempat penitipan yang baik biasanya memiliki pintu akses terbatas, resepsionis, atau petugas penerima tamu. Pengunjung umumnya diminta mencatat identitas sebelum masuk. Langkah sederhana seperti ini penting untuk mengurangi risiko pihak asing berada di area anak.

Selain itu, proses penjemputan anak seharusnya memiliki verifikasi yang jelas. Anak idealnya hanya boleh dijemput orangtua atau nama yang sudah didaftarkan sebelumnya. Jika terjadi perubahan penjemput, manajemen perlu melakukan konfirmasi terlebih dahulu. Sistem akses yang rapi menunjukkan daycare memahami pentingnya perlindungan anak dari berbagai potensi risiko.

3. Aplikasi laporan harian ke orangtua

ilustrasi pendampingan orang tua (freepik.com/freepik)

Di era digital, banyak daycare mulai menyediakan aplikasi atau kanal komunikasi resmi untuk orangtua. Fitur ini biasanya memuat informasi mengenai jadwal makan, tidur, aktivitas bermain, hingga kondisi anak selama berada di daycare. Orangtua pun bisa memantau perkembangan harian tanpa harus menunggu jam penjemputan.

Komunikasi yang rutin juga membantu mendeteksi perubahan perilaku anak lebih cepat. Jika anak tampak murung, terluka, atau menunjukkan ketidaknyamanan, orangtua dapat segera menanyakan penyebabnya. Sebaliknya, daycare yang sulit dihubungi atau jarang memberi laporan patut dievaluasi lebih jauh. Keterbukaan informasi sering kali menjadi cerminan kualitas pengelolaan.

4. Rasio pengasuh dan anak yang masuk akal

ilustrasi pengasuh menemani anak bermain dan belajar (freepik.com/rawpixel.com)

Jumlah pengasuh yang cukup merupakan bagian penting dari sistem keamanan. Semakin banyak anak ditangani oleh sedikit orang, semakin besar kemungkinan pengawasan tidak optimal. Anak usia balita membutuhkan perhatian lebih intens karena masih rentan cedera dan belum mampu menyampaikan keluhan dengan jelas. Karena itu, rasio pengasuh dan anak perlu diperhatikan sejak awal.

Orangtua berhak menanyakan berapa jumlah staf aktif di setiap ruangan dan bagaimana pembagian tugasnya. Daycare yang baik umumnya bisa menjelaskan struktur kerja mereka secara terbuka. Jika satu pengasuh harus menangani terlalu banyak anak, risiko kelalaian tentu meningkat

5. SOP darurat dan kanal aduan orangtua

ilustrasi simulasi keselamatan anak (freepik.com/prostooleh)

Daycare profesional seharusnya memiliki prosedur tertulis untuk kondisi darurat. Misalnya, ketika anak demam, terjatuh, tersedak, terjadi konflik antaranak, atau keadaan darurat lain seperti kebakaran. Prosedur yang jelas membuat staf tahu langkah yang harus diambil tanpa panik. Orangtua pun mendapat kepastian bahwa anak berada dalam lingkungan yang siap menghadapi situasi tak terduga.

Selain SOP, daycare juga perlu menyediakan kanal aduan resmi bagi orangtua. Bentuknya bisa berupa nomor manajer operasional, email, atau formulir keluhan. Tempat penitipan yang sehat tidak menutup diri dari masukan dan kritik. Justru keterbukaan terhadap evaluasi menunjukkan keseriusan dalam menjaga kualitas layanan.

Kasus di Yogyakarta menjadi alarm bahwa daycare bukan sekadar tempat menitipkan anak saat orangtua bekerja. Tempat tersebut seharusnya menjadi ruang aman yang mendukung tumbuh kembang anak secara fisik maupun emosional. Karena itu, keputusan memilih daycare sebaiknya dilakukan dengan survei dan pertanyaan yang matang. Orangtua berhak mengetahui bagaimana sistem perlindungan anak dijalankan.

Pada akhirnya, fitur keamanan yang wajib ada di daycare tidak boleh kalah oleh pertimbangan harga maupun lokasi yang dekat dengan rumah. Fasilitas menarik dan promosi di media sosial juga tidak selalu menggambarkan kualitas pengasuhan sebenarnya. Memeriksa lima fitur keamanan di atas dapat menjadi langkah awal yang penting. Rasa tenang orangtua biasanya lahir dari kehati-hatian sebelum menitipkan buah hati.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team