Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
logo Spotify dan YouTube Music
logo Spotify dan YouTube Music (unsplash.com/@alexbemore)

Intinya sih...

  • Spotify Connect memungkinkan pemutaran musik di berbagai perangkat secara seamless

  • Fitur Jam kolaboratif real time memungkinkan beberapa pengguna Premium mendengarkan lagu secara sinkron dalam satu sesi

  • Playlist kolaboratif lebih fleksibel dan praktis dibandingkan dengan YouTube Music

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Spotify dan YouTube Music sama-sama menjadi layanan streaming favorit bagi pecinta musik di seluruh dunia. Keduanya menawarkan jutaan lagu, playlist kurasi, hingga fitur personalisasi berbasis algoritma. Namun, ada sejumlah fitur khas yang membuat Spotify Premium terasa berbeda dan lebih unggul dalam beberapa aspek.

Sebagai pengguna aktif platform streaming, beberapa orang mempertimbangkan detail kecil sebelum berlangganan. Pengalaman mendengarkan musik bergantung pada kenyamanan, fleksibilitas, dan fitur eksklusif. Berikut tujuh fitur Spotify Premium yang tidak dimiliki YouTube Music.

1. Spotify Connect yang terintegrasi ke berbagai perangkat

ilustrasi Spotify (unsplash.com/@thibaultpenin)

Spotify Premium menghadirkan fitur Spotify Connect yang memungkinkan pengguna memutar musik di berbagai perangkat secara seamless. Perpindahan lagu dari HP ke smart TV, speaker pintar, atau laptop bisa dilakukan tanpa memutus pemutaran. Kontrol penuh tetap berada di satu perangkat utama meskipun audio keluar dari perangkat lain. Fitur ini sangat berguna bagi pelanggan yang punya banyak perangkat dalam satu waktu.

2. Fitur Jam kolaboratif real time

Spotify di smartphone (unsplash.com/@cezarsmpio)

Fitur Jam memungkinkan beberapa pengguna Premium mendengarkan lagu secara sinkron dalam satu sesi. Setiap peserta dapat menambahkan lagu ke antrean secara langsung tanpa perlu berbagi akun. Pengalaman ini terasa seperti nongkrong virtual sambil mendengarkan playlist yang sama. Fitur ini hanya dapat dilakukan oleh pengguna Premium yang menjadi host, kemudian dapat mengundang pengguna versi paket gratis.

3. Playlist kolaboratif lebih fleksibel

dua orang mendengarkan musik (unsplash.com/@wesleyphotography)

Spotify Premium sudah lama dikenal lewat playlist kolaboratif yang mudah digunakan. Pengguna dapat mengundang teman untuk menambah atau menghapus lagu dalam satu daftar putar. Sistem ini lebih praktis dan responsif dibandingkan dengan pendekatan serupa di YouTube Music. Selain itu, pelanggan Spotify Premium juga dapat memanfaatkan fitur Blend untuk menggabungkan lagu-lagu favorit dari 10 pengguna sekaligus. Kemudian, sistem akan memberikan rekomendasi lagu berdasarkan selera musik secara kolektif.

4. Spotify Wrapped, pesta tahunan yang selalu viral

ilustrasi Spotify di HP (unsplash.com/@itsomidarmin)

Setiap akhir tahun, Spotify menghadirkan Spotify Wrapped yang menampilkan statistik musik personal secara visual dan interaktif. Data lagu, artis, hingga genre favorit disajikan dalam format cerita yang menarik untuk dibagikan ke media sosial. YouTube Music memang memiliki fitur Recap, tetapi tingkat interaktivitas dan dampak viralnya masih belum sebanding. Di sisi lain, tren Spotify Wrapped sudah menjadi fenomena global yang diikuti oleh para tokoh terkenal.

5. Canvas atau visual looping artist

ilustrasi mendengarkan musik (unsplash.com/@viralyft)

Fitur Canvas menampilkan visual pendek looping saat lagu diputar di aplikasi. Artis dapat mengunggah animasi singkat yang menggantikan tampilan album statis. Pengalaman audio terasa lebih hidup dan artistik berkat sentuhan visual ini. Sekadar informasi, fitur serupa sudah ada di Apple Music, tetapi belum tersedia di YouTube Music.

6. Crossfade dan pengaturan transisi yang detail

ilustrasi mendengarkan Spotify (pexels.com/@cottonbro)

Spotify Premium menyediakan pengaturan crossfade yang bisa disesuaikan hingga hitungan detik tertentu. Transisi antarlagu terasa halus tanpa jeda hening yang mengganggu. Kontrol detail seperti ini memberi pengalaman mendengarkan yang lebih profesional layaknya siaran radio, terutama untuk playlist pesta atau olahraga.

7. Algoritma AI yang dikenal akurat melalui Discover Weekly

ilustrasi mendengarkan musik (unsplash.com/@ilias_cgb)

Fitur Discover Weekly di Spotify terkenal karena akurasi rekomendasinya. Setiap hari Senin, pengguna mendapatkan playlist baru yang dirancang berdasarkan kebiasaan mendengarkan. Algoritma ini konsisten menghadirkan lagu-lagu yang relevan dengan selera. Pencocokan playlist ini dibuat oleh sistem kecerdasan buatan Spotify yang terus ditingkatkan.

Selain itu, pengguna Spotify versi gratis di smartphone dapat memutar lagu di latar belakang. Ini berbeda, di mana pengguna YouTube Music harus berlangganan premium agar musik bisa diputar di latar belakang. Walau ada fitur Spotify Premium yang tidak dimiliki YouTube Music, meski begitu YouTube Music punya keunggulan tersendiri. Salah satunya adalah katalog musik yang lebih luas dan harga yang lebih murah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team