Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
'Godfather of AI' Resign dari Google, Ingatkan Bahaya AI bagi Manusia
ilustrasi machine learning (pixabay.com/geralt)

Setelah berkecimpung di dunia artificial intelligence selama beberapa dekade, Dr. Geoffrey Hinton akhirnya memutuskan untuk undur diri. Pakar AI yang dijuluki sebagai 'Godfather of AI' tersebut memutuskan untuk resign dari Google tempatnya meneliti kecerdasan buatan sejak tahun 2013 ketika perusahaannya diakuisisi oleh Google.

Dr. Geoffrey yang juga terkenal berkat hasil penelitiannya di bidang artificial neural networks tersebut juga memberikan sebuah peringatan. Ia mengatakan bahwa AI punya potensi yang bisa membahayakan manusia di masa depan.

Sebut potensi bahaya AI

Tak ada yang bisa menyangkal bahwa AI juga potensi membantu manusia jika digunakan dengan baik. Namun, perkembangan AI saat ini justru membuat Dr. Geoffrey khawatir. Ia menyebut bahwa saat ini AI memang masih tak lebih cerdas dari manusia, namun di masa depan bisa berbeda cerita.

"Saat ini, mereka tidak lebih pintar dari kita, sejauh yang saya tahu. Tapi saya pikir mereka mungkin akan segera," ucap Dr. Geoffrey Hinton seperti dikutip tim IDN Times dari The New York Times.

Dr. Geoffrey menyebut bahwa dalam sebuah skenario terburuk, akan ada oknum yang memanfaatkan kemajuan AI untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Hal tersebut seakan sudah tak bisa terhindarkan lagi mengingat potensi penyalahgunaan AI juga tergantung dari orang yang menggunakan.

“Susah untuk mencegah aktor jahat menggunakannya (produk AI) untuk hal-hal buruk,” imbuhnya.

Perlu lebih bijak dalam pengembangan AI

ilustrasi ChatGPT (unsplash.com/Jonathan Kemper)

Tak bisa dimungkiri bahwa pengembangan AI saat ini memang sudah terlampau cepat. Penelitian Dr. Geoffrey Hinton pada bidang neural networks and deep learning membuka jalan bagi pengembangan AI yang lebih jauh lagi seperti yang dilakukan OpenAI dengan ChatGPT.

Kehadiran ChatGPT membuat beberapa perusahaan AI lain turut "ngebut" untuk mengejar ketertinggalan mereka di bidang produk AI yang mudah diterima dan digunakan masyarakat luas. Penelitian yang tak berhati-hati terhadap pengembangan AI bisa jadi justru akan membahayakan manusia. Oleh karena itu Dr. Geoffrey  mengingatkan tentang bahayanya.

Dalam hal tersebut Dr. Geoffrey tak sendiri. Sudah banyak tokoh-tokoh publik yang mengutarakan pendapatnya mengenai bahaya penelitian AI. Salah satunya adalah Elon Musk. Ia dan beberapa tokoh lain bahkan sudah menandatangani sebuah petisi yang meminta penelitian tentang AI direm sejenak.

Resign bukan untuk kritik Google

Banyak pihak yang mengira bahwa keputusan Dr. Geoffrey untuk resign dari Google adalah agar ia bisa bebas mengkritik raksasa teknologi tersebut. Namun, Dr. Geoffrey membantahnya. Dalam sebuah twit, ia mengatakan bahwa alasannya resign dari Google adalah agar ia bisa membicarakan mengenai bahaya AI tanpa memengaruhi kinerja dari Google.

Ia menyebut bahwa selama ini telah bertindak dengan cukup bijak dan bertanggung jawab dalam hal pengembangan AI. Namun kompetisi di dunia teknologi dan AI membuat Google juga harus tancap gas dalam penelitian AI mereka agar tak tertinggal dari kompetitor seperti Microsoft.

Selain itu, Dr. Geoffrey juga tak menampik bahwa alasan lain pengunduran dirinya adalah karena usia. Melansir BBC, Dr. Geoffrey mengatakan sekarang usianya sudah 75 tahun. "Sudah saatnya untuk undur diri," imbuhnya.

Editorial Team