Jika Google Chrome terasa berat, sering nge-lag atau RAM tiba-tiba terkuras habis, itu bukan perasaan semata karena Chrome memang dikenal cukup rakus resource, terutama memori atau RAM. Yang sering tidak pengguna sadar adalah Chrome sebenarnya memiliki Task Manager bawaan yang bisa menunjukkan dengan jelas tab mana, extension apa atau proses latar belakang mana yang paling banyak memakan RAM. Dengan mengetahui cara mengaksesnya dan menggunakannya, pengguna bisa melacak penyebab performa menurun dengan lebih cepat dan mengatasinya tanpa harus menutup semua tab atau berkali-kali restart Chrome. Berikut ulasan lengkapnya.
Google Chrome Ternyata Punya Task Manager, Begini Cara Menggunakannya

Intinya sih...
Task Manager Chrome memantau proses di dalam browser, termasuk tab, extension, dan proses latar belakang yang memakan resource.
Cara mengakses Task Manager: klik ikon tiga titik di pojok kanan atas, masuk ke More tools, lalu pilih Task Manager atau gunakan shortcut.
Kolom "Memory Footprint", "CPU", dan "Network" membantu pengguna melacak sumber masalah dan menghentikan proses yang membuat Chrome terasa berat.
1. Apa yang dilakukan Task Manager bawaan Chrome
Jika Windows punya Task Manager dan macOS punya Activity Monitor untuk memantau proses yang berjalan di PC, Chrome juga menyediakan Task Manager versinya sendiri yang khusus menampilkan proses di dalam browser saja. Karena Chrome menjalankan tiap tab, extension dan proses latar belakang sebagai proses terpisah demi keamanan dan stabilitas, kadang sulit untuk menebak yang mana yang membuat browser berat. Nah lewat Task Manager bawaan Chrome, pengguna bisa langsung melihat tab mana yang paling boros RAM, extension apa yang menguras CPU atau proses latar belakang apa yang paling banyak memakan resource.
2. Cara mengakses Task Manager di Chrome
Membuka Task Manager di Chrome sebenarnya sangat mudah. Pengguna tinggal klik ikon tiga titik di pojok kanan atas, masuk ke More tools, lalu pilih Task Manager. Jika ingin lebih cepat, ada shortcut-nya juga dengan menekan Shift + Esc di Windows atau Linux, Search + Esc di Chrome OS, sementara di macOS pengguna bisa buka menu Window di bar atas lalu pilih Task Manager. Setelah terbuka, Task Manager milik Chrome akan muncul sebagai jendela terpisah yang memperbarui data secara real-time, sehingga pengguna bisa memantau aktivitas tab dan proses ketika browsing dengan lebih mudah.
3. Memahami kolom-kolom di dalam Task Manager Chrome
Ketika pertama kali membuka Task Manager di Chrome, tampilannya memang bisa membuat bingung, tapi pengguna cukup fokus ke tiga kolom utama. Kolom “Memory Footprint” menunjukkan seberapa besar RAM yang dipakai tiap tab, extension atau proses latar belakang. Chrome memang terkenal boros memori, tapi jika ada satu tab atau extension yang angkanya jauh lebih besar dari yang lain, itu tandanya ada sumber masalah yang menguras resource.
Selanjutnya adalah kolom “CPU” yang memperlihatkan seberapa berat tab, extension dan proses latar belakang membebani prosesor secara real-time. Berbeda dengan Task Manager di Windows yang menggabungkan semua aktivitas di Chrome menjadi satu, pada Task Manager bawaan Chrome pengguna bisa melihat rincian per tab atau extension, lalu mengurutkan berdasarkan CPU untuk menutup proses yang membuat browser terasa berat.
Terakhir ada kolom “Network” untuk membantu pengguna memantau tab atau extension mana yang terus mengirim serta menerima data dan menyedot bandwidth, termasuk aktivitas berat seperti streaming atau sinkronisasi di latar belakang. Sementara itu, kolom lain seperti “Process ID (PID)” dan “Task Type” biasanya lebih berguna untuk troubleshooting tingkat lanjut, jadi kebanyakan pengguna tidak perlu terlalu memikirkannya.
4. Cara menggunakan Task Manager milik Chrome
Task Manager di Chrome paling sering digunakan untuk mencari sumber masalah lalu menghentikannya. Semisal ada tab yang nge-freeze, extension bermasalah atau proses latar yang membuat Chrome terasa berat, pengguna tinggal pilih prosesnya dan tekan End Task. Yang ditutup hanya tab atau extension yang dipilih dan bukan seluruh browser, sehingga sangat aman jika pengguna sedang membuka banyak tab dan tidak mau semuanya hilang. Task Manager milik Chrome juga berguna untuk mengulik sumber penurunan performa tanpa harus restart Chrome terus-terusan, seperti ketika ada situs tertentu yang secara konsisten membuat PC jadi lemot.
Demikian tadi ulasan mengenai Task Manager di Google Chrome dan cara menggunakannya. Semoga ulasan di atas bermanfaat dan bisa membantumu mengatasi Chrome yang lemot dengan lebih cepat dan mudah.