Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Samsung Rilis Hearapy, Aplikasi untuk Atasi Mabuk Perjalanan
aplikasi Samsung Hearapy (news.samsung.com)
  • Samsung meluncurkan aplikasi Hearapy yang menggunakan stimulus suara 100Hz untuk membantu meredakan gejala mabuk perjalanan tanpa perlu obat-obatan atau terapi fisik.
  • Pengembangan Hearapy didukung riset dari Nagoya University yang membuktikan frekuensi 100Hz efektif menstimulasi sistem keseimbangan dan mengurangi mual hingga dua jam setelah penggunaan.
  • Aplikasi ini mudah digunakan dengan earphone atau Galaxy Buds 4 Pro, dilengkapi timer, serta fitur audio canggih seperti Adaptive ANC dan EQ untuk hasil stimulasi lebih optimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mabuk perjalanan atau motion sickness merupakan kondisi yang cukup sering dialami saat bepergian. Gejalanya beragam, mulai dari pusing, mual, hingga keringat dingin, yang muncul akibat ketidakseimbangan antara informasi visual dari mata dan sinyal gerakan dari telinga bagian dalam. Data dari Samsung Newsroom menyebutkan bahwa sekitar sepertiga populasi pernah mengalami kondisi ini, baik saat menggunakan kendaraan darat, laut, maupun udara. Tak heran jika kondisi tersebut kerap mengganggu kenyamanan dan membuat perjalanan terasa tidak menyenangkan.

Selama ini, penanganan mabuk perjalanan identik dengan penggunaan obat-obatan atau metode alternatif seperti akupunktur. Namun, sebagian orang enggan mengonsumsi obat karena potensi efek samping yang ditimbulkan. Sementara itu, metode alternatif juga tidak selalu praktis untuk diterapkan di setiap situasi. Menjawab kebutuhan tersebut, Samsung menghadirkan solusi berbeda melalui aplikasi berbasis audio bernama Hearapy. Lantas, bagaimana cara kerja aplikasi ini dalam meredakan mabuk perjalanan? Simak penjelasannya berikut!

1. Aplikasi Hearapy hadir sebagai solusi mengatasi mabuk perjalanan menggunakan suara

ilustrasi perempuan sedang mengalami gejala sakit kepala (freepik.com/freepik)

Aplikasi Hearapy hadir sebagai solusi alternatif yang memanfaatkan pendekatan berbasis audio untuk meredakan gejala mabuk perjalanan. Berbeda dari metode konvensional seperti obat-obatan atau terapi fisik, aplikasi ini mengandalkan stimulus suara untuk memengaruhi sistem keseimbangan tubuh. Konsep ini menjadikannya pilihan yang lebih praktis bagi pengguna yang ingin menghindari efek samping obat. Selain itu, penggunaannya pun relatif mudah tanpa memerlukan persiapan khusus.

Secara teknis, Hearapy memutar nada sinus berfrekuensi 100Hz pada tingkat volume sekitar 80 hingga 85dB selama kurang lebih 60 detik. Nada tersebut dirancang untuk menstimulasi sistem vestibular di telinga bagian dalam, yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan. Rangsangan ini membantu otak memproses gerakan secara lebih stabil, sehingga mengurangi konflik antara penglihatan dan sensasi tubuh. Hasilnya, gejala seperti pusing dan mual dapat berkurang selama perjalanan.

2. Pengembangan Hearapy dibuktikan berdasarkan riset ilmiah

aplikasi Samsung Hearapy (youtube.com/Velian Speaks Tech)

Pengembangan teknologi ini didasarkan pada riset ilmiah yang dilakukan oleh Nagoya University. Penelitian tersebut mengkaji hubungan antara frekuensi suara dan respons sistem keseimbangan manusia. Para peneliti menguji berbagai frekuensi untuk menemukan stimulus yang paling efektif dalam mengaktifkan sistem vestibular. Dari hasil tersebut, frekuensi 100Hz dinilai sebagai salah satu yang paling optimal.

Dalam pengujian lanjutan, partisipan yang mendengarkan nada tersebut melaporkan penurunan tingkat stres maupun berkurangnya gejala mabuk perjalanan. Efeknya tidak hanya terasa selama penggunaan, tetapi juga dapat bertahan hingga dua jam setelahnya. Meski begitu, ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan agar hasilnya maksimal, seperti penggunaan pada kedua telinga dan minimnya gangguan suara lain. Presisi frekuensi maupun situasi penggunaan menjadi faktor penting dalam menentukan efektivitasnya.

3. Cara kerja aplikasi Hearapy Samsung

hands-on aplikasi Samsung Hearapy (youtube.com/Velian Speaks Tech)

Dari sisi pengalaman pengguna, Hearapy dirancang dalam tampilan yang sederhana dan mudah dipahami. Pengguna cukup memakai earphone atau earbud, lalu mengetuk layar untuk memulai pemutaran suara. Tidak ada pengaturan kompleks yang perlu dilakukan, sehingga aplikasi ini dapat digunakan oleh berbagai kalangan.

Aplikasi ini juga dilengkapi fitur timer untuk memastikan durasi penggunaan sesuai rekomendasi. Samsung menyarankan pemakaian selama 60 detik, meskipun pada beberapa versi durasinya bisa mencapai 90 detik. Selama proses berlangsung, pengguna dianjurkan untuk fokus pada suara yang diputar tanpa gangguan lain. Hal ini penting agar stimulasi terhadap sistem keseimbangan berjalan optimal.

4. Samsung merekomendasikan penggunaan Hearapy bersama Samsung Galaxy Buds 4 Pro

Samsung Galaxy Buds 4 Pro (samsung.com)

Untuk performa terbaik, Samsung menyarankan penggunaan Hearapy bersama Samsung Galaxy Buds 4 Pro. Perangkat ini mampu menghasilkan suara 100Hz secara lebih jernih dan stabil berkat peningkatan teknologi audio. Driver mid-bass hampir 20 persen lebih besar turut menghadirkan reproduksi frekuensi rendah yang lebih akurat dan koneksi Bluetooth berkat Samsung Seamless Codec Ultra High Quality (SSC-UHQ). Kondisi ini mendukung proses stimulasi sistem vestibular agar bekerja lebih efektif.

Selain itu, fitur Adaptive Active Noise Cancellation (ANC) berfungsi meredam suara dari lingkungan sekitar. Sistem ini mendeteksi kebisingan eksternal lalu menghasilkan sinyal penyeimbang untuk menguranginya. Kehadiran Adaptive EQ juga memungkinkan penyesuaian suara secara real-time berdasarkan kondisi telinga dan lingkungan sekeliling.

Secara keseluruhan, Hearapy menjadi inovasi menarik yang menunjukkan bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kenyamanan sehari-hari. Pendekatan berbasis suara menawarkan solusi praktis tanpa ketergantungan pada obat. Aplikasi ini juga sudah tersedia di Google Play Store sehingga mudah diakses dan bisa dicoba. Kalau kamu kebetulan sering mabuk saat perjalanan, tertarik gak buat coba aplikasi ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team